Barcelona resmi mengambil langkah konkrit untuk meninggalkan proyek kontroversial European Super League (ESL) dan memulai proses rekonsiliasi dengan UEFA. Presiden klub, Joan Laporta, mengungkapkan bahwa negosiasi sedang berlangsung agar Blaugrana bisa kembali aktif berpartisipasi dalam kompetisi Eropa resmi.
Setibanya di Barcelona usai menghadiri pertemuan Annual General Meeting European Football Clubs (EFC) di Roma, Laporta menyampaikan optimisme mengenai kesiapan Barcelona untuk menandatangani kesepakatan dengan UEFA. “Kami sedang bekerja untuk mencapai kesepakatan dan kembali ke UEFA,” ujarnya seperti dikutip dari Mundo Deportivo. Proses tersebut dirasakan berjalan lancar dan diharapkan dapat segera rampung dalam waktu dekat.
Perbedaan Sikap dengan Real Madrid
Langkah Barcelona ini sekaligus menandai perbedaan sikap yang semakin jelas antara mereka dengan Real Madrid. Klub ibu kota Spanyol tersebut masih memegang teguh dukungan terhadap gagasan Superliga, proyek yang awalnya diperkenalkan sebagai alternatif untuk kompetisi UEFA yang selama ini dominan. Ketika ditanya apakah sudah berkomunikasi langsung dengan Florentino Pérez, sang presiden Real Madrid sekaligus inisiator proyek Superliga, Laporta memilih menjawab diplomatis, “Mereka yang perlu tahu, sudah tahu.”
Hal ini menyoroti realitas bahwa Real Madrid dan Barcelona kini berada di posisi yang bertolak belakang mengenai masa depan kompetisi klub Eropa. Dengan Barcelona yang mundur dari ESL, Real Madrid menjadi satu dari sedikit klub besar yang masih terlibat aktif dalam ide tersebut, sementara klub lain secara bertahap sudah mundur.
Dukungan UEFA dan Langkah Rekonsiliasi
Laporta menegaskan bahwa komunikasi dengan jajaran UEFA berjalan konstruktif. Ia menyampaikan bahwa ia telah berbicara dengan Aleksander Ceferin, Presiden UEFA, dan Nasser Al-Khelaifi, Presiden Paris Saint-Germain sekaligus Ketua EFC yang baru. Kedua tokoh ini memberi sambutan positif terhadap inisiatif Barcelona untuk kembali bergabung dalam lingkaran kompetisi resmi UEFA.
“Kami berada di jalur membangun jembatan antara Superliga dan UEFA. Barcelona ingin kedamaian dalam sepak bola Eropa, dan itulah yang diinginkan semua klub,” kata Laporta. Komitmen tersebut menjadi sinyal bahwa konflik panjang antara UEFA dan sejumlah klub besar, terutama kedua raksasa Spanyol, mulai mereda.
Dampak dan Pandangan ke Depan
Kembalinya Barcelona ke ranah kompetisi UEFA akan bertepatan dengan peluncuran format baru Liga Champions yang dijadwalkan mulai pada musim 2026. Format anyar ini diperkirakan akan menjadi debut resmi Barcelona sejak bergabung kembali, menandai babak baru dalam kiprah mereka di kompetisi antarklub terbesar di Eropa.
Perubahan ini tidak hanya memberikan efek psikologis bagi klub, tetapi juga berdampak pada dinamika kompetisi Eropa. Dengan Blaugrana yang kembali, kompetisi UEFA Champions League dipastikan akan tetap mempertahankan daya tarik dan kualitas klub-klub papan atas.
Sementara itu, sikap Real Madrid yang masih berpegang pada proyek Superliga menimbulkan pertanyaan mengenai kesetiaan mereka terhadap struktur kompetisi yang telah ada dan apakah akan ada perubahan dalam waktu dekat terkait posisi mereka. Banyak pihak di dunia sepak bola memantau dengan seksama perkembangan ini, mengingat posisi Madrid sebagai klub elite Eropa sangat signifikan dalam keputusan masa depan kompetisi internasional.
Situasi Klub Lain dan EFC
Perlu dicatat bahwa European Football Clubs (EFC), organisasi pengganti ECA, juga menjadi platform penting dalam proses adaptasi dan diskusi klub-klub besar Eropa pasca proyek Superliga. Laporta melalui pertemuan di Roma menekankan pentingnya dialog dan kerja sama antar klub agar tercipta kohesi dan harmoni untuk kepentingan sepak bola yang berkelanjutan.
Sikap terbuka dan langkah rekonsiliasi ini membuat Barcelona memperoleh apresiasi dari berbagai pemangku kepentingan, dan bisa menjadi katalis perubahan yang lebih luas dalam tatanan kompetisi klub di Eropa. Pihak UEFA sendiri terus berupaya memperkuat kompetisi dengan aturan baru yang lebih adil dan mengakomodasi kepentingan berbagai pihak.
Dengan peristiwa terkini ini, dunia sepak bola akan memasuki fase baru yang penuh dinamika dan harapan atas stabilitas serta kemajuan kompetisi yang selama ini banyak mengalami tekanan akibat proyek Superliga yang sempat mengguncang. Barcelona mengambil peran protagonis dalam usaha mengembalikan harmoni dan ekosistem yang sehat di sepak bola Eropa.
Source: www.suara.com
