Mees Hilgers Menghilang, Agen Tutup Mulut Munculkan Banyak Teka Teki

Mees Hilgers, bek berusia 24 tahun keturunan Indonesia yang saat ini bermain untuk FC Twente, tengah menjadi sorotan akibat situasi kontraknya yang semakin membingungkan. Meski masih tercatat sebagai pemain klub, Hilgers belum memperlihatkan komitmen untuk memperpanjang kontrak yang hampir habis, sementara keinginannya untuk meninggalkan klub musim panas lalu menjadi sumber ketegangan.

Pada musim panas kemarin, Hilgers sempat menyatakan keinginannya untuk hengkang dari FC Twente. Klub kemudian mengambil sikap menahan sang pemain dengan syarat Hilgers bersedia memperpanjang kontrak, namun hingga kini negosiasi itu belum membuahkan hasil positif. Kondisi ini memunculkan tekanan dan ketidakpastian yang tidak hanya berdampak pada FC Twente, tetapi juga memengaruhi karier Hilgers sendiri.

Sikap Diam yang Membingungkan

Ketidakjelasan masa depan Hilgers semakin diperparah oleh sikap diam dari pihak agen, Mohammed Sinouh. Setelah memberikan pernyataan terbatas di Voetbal International, Sinouh memilih untuk menutup komunikasi lebih lanjut dengan media. Hal ini menimbulkan spekulasi luas tentang apa yang sebenarnya terjadi di balik layar.

Leon ten Voorde, pengamat klub FC Twente, mengungkapkan bahwa sikap bungkam ini memperkeruh suasana. “Ia sama sekali tidak merespons. Di awal, agen sudah bisa bicara panjang lebar dan menjelaskan sisi Hilgers, tapi setelah itu tidak ada komentar sama sekali meski banyak permintaan wawancara,” ujar Ten Voorde dalam podcast De Ballen Verstand yang disiarkan oleh TC Tubantia.

Selain itu, Fardau Wagenaar menambahkan bahwa ketidaksiapan untuk merespons biasanya mengindikasikan adanya hal yang sengaja disembunyikan. Sikap tidak kooperatif ini menimbulkan kondisi yang disebut Ten Voorde sebagai “kasus tanpa pemenang,” di mana semua pihak dirugikan akibat kebuntuan ini.

Dampak Terhadap Karier dan Finansial

Situasi rumit ini membawa dampak negatif secara luas, termasuk bagi Hilgers sendiri. Ia tidak hanya menghadapi tekanan di level klub, tetapi juga kehilangan kesempatan penting untuk memperkuat Timnas Indonesia. Ketidakhadirannya di skuad timnas otomatis menutup peluang tampil di babak kualifikasi Piala Dunia.

Leon ten Voorde juga menyoroti aspek finansial yang terdampak dari situasi ini. “Hilgers memiliki basis penggemar yang besar, terutama di Indonesia. Ketika ia tidak dipanggil ke timnas, potensi penghasilan dari popularitas dan endorsement bisa hilang,” tuturnya.

Meski demikian, Hilgers masih aktif tampil di laga uji coba FC Twente, termasuk saat kemenangan telak 7-0 atas SC Paderborn 07. Namun, ketidakjelasan masa depannya membuat performanya menjadi ujian besar, baik dari segi psikologis maupun profesional.

Teka-Teki di Balik Negosiasi Kontrak

Konflik seputar kontrak Hilgers ini menunjukkan bagaimana negosiasi pemain muda berdarah campuran kadang penuh dengan dinamika rumit di ranah sepak bola Eropa. Pihak klub ingin mempertahankan aset mereka, sementara pemain dan agennya memiliki harapan dan strategi sendiri. Ketidakmauan untuk terbuka dan berkomunikasi dengan media memperbesar teka-teki mengenai motivasi di balik sikap pasif ini.

Dalam situasi seperti ini, masa depan Hilgers di FC Twente masih sangat abu-abu. Apakah negosiasi akan berlanjut dan berakhir dengan kesepakatan atau justru berujung pada perpisahan, belum ada jawaban pasti. Namun yang jelas, kerumitan ini menimbulkan kerugian bagi semua pihak: klub, pemain, dan fans yang menunggu kepastian.

Pemain keturunan Indonesia ini kini berada di persimpangan karier yang penting. Tidak hanya harus menunjukkan performa terbaik di lapangan, Hilgers juga harus menyeimbangkan tekanan bisnis, ekspektasi penggemar, dan peluang berharga untuk berkiprah di tingkat internasional dengan Timnas Indonesia. Semua ini berlangsung dalam kondisi ketidakpastian yang tinggi dan komunikasi yang minim dari agen serta sang pemain sendiri.

Kontributor: M.Faqih

Source: www.suara.com

Berita Terkait

Back to top button