Mimpi Itu Belum Terwujud, Namun Suatu Saat Pasti Jadi Kenyataan

Perjalanan tim nasional Indonesia menuju panggung Piala Dunia 2026 memang belum mencapai hasil yang diharapkan. Meski perjuangan di putaran empat kualifikasi zona Asia berakhir dengan kekalahan dari Arab Saudi dan Irak, mimpi besar Indonesia untuk tampil di ajang sepak bola internasional terbesar terus hidup. Pemain dan pendukung sepakat bahwa walau mimpi itu belum terwujud, suatu saat kelak harapan itu akan menjadi kenyataan.

Dua kekalahan tipis yang dialami tim Merah-Putih di Stadion King Abdullah Sport City pada awal Oktober lalu, dengan skor 2-3 melawan Arab Saudi dan 0-1 kontra Irak, menandai berakhirnya langkah Indonesia di fase tersebut. Namun, kapten tim, Jay Idzes, menyatakan bahwa pengalaman berharga di putaran ini akan menjadi modal penting untuk masa depan. “Sulit rasanya ketika kita telah mengerjakan sesuatu begitu lama dan kemudian gagal. Tapi mungkin ini belum waktunya bagi kami, mungkin kami membutuhkan pengalaman ini untuk belajar dan berkembang,” ujarnya melalui media sosial.

Jay Idzes, yang kini bermain di klub Liga Italia Sassuolo, menambahkan bahwa ikatan persatuan di dalam tim dan dukungan dari pendukung memberikan energi positif. “Saya tahu bahwa dengan tim ini dan dukungan yang kami terima, kami dapat melakukan banyak hal indah bersama. Sekaranglah saatnya untuk membangun kembali dan kembali lebih kuat dari sebelumnya,” pungkasnya.

Sementara itu, Calvin Verdonk, bek kiri yang berkarier di klub Liga Prancis Lille, mengungkapkan rasa syukur dan semangat pantang menyerah. “Setiap kemunduran akan membakar semangat kami. Kami akan kembali — lebih kuat, bersama,” katanya. Pernyataan ini menunjukkan tekad pemain muda Indonesia untuk terus bekerja keras dan menatap masa depan dengan optimistis.

Perasaan serupa diungkapkan oleh Ole Romeny, penyerang yang baru pulih dari cedera panjang. Meski tak mampu menyembunyikan rasa sakit akan hasil yang belum maksimal, dirinya berjanji untuk terus memperjuangkan mimpi Indonesia di dunia sepak bola. “Kami melakukan segalanya untuk mewakili Indonesia di panggung terbesar. Namun demikian, saya sangat bangga menjadi bagian dari tim dan keluarga ini. Kami pasti akan kembali, itu sudah pasti!” tegasnya.

Mimpi Indonesia lolos ke putaran final Piala Dunia memang belum terwujud, tetapi perjalanan timnas di kualifikasi ini telah membuka mata banyak pihak. Dalam grup yang dikenal sangat berat, Indonesia mampu menunjukkan kemampuan luar biasa. Saat bertanding di putaran ketiga, tim ini sukses menahan imbang Australia 0-0 di Jakarta dan menundukkan Arab Saudi 2-0 di Stadion Gelora Bung Karno. Bahkan di laga tandang ke Jeddah, timnas berhasil memaksa Arab Saudi menelan hasil imbang 1-1 lewat gol Sandy Walsh.

Keberhasilan mencapai putaran empat ini bukan hal yang sederhana. Ditambah dengan pergantian pelatih mendadak dari Shin Tae-yong ke Patrick Kluivert, timnas Indonesia tetap mampu menunjukan karakter kuat dan rasa optimisme. Hal ini mengokohkan adagium “bola itu bundar” sebagai cerminan bahwa di dunia sepak bola, segala hal bisa terjadi dan sebuah impian bukanlah sekadar gambaran kosong.

Meski saat ini INDONESIA belum memperoleh rezeki untuk melangkah ke putaran final Piala Dunia, kehadiran tim di level ini sudah menjadi pencapaian membanggakan. Kesedihan yang menyelimuti para insan sepak bola Tanah Air tidak menghentikan semangat dan harapan. Malah, kegagalan ini dijadikan pelajaran dan motivasi agar persiapan untuk masa depan menjadi lebih matang.

Pemain, pelatih, dan seluruh pihak yang terlibat telah menyiapkan pondasi kuat agar mimpi tersebut bukan hanya tinggal angan. Insiden demi insiden hingga pergantian pelatih sekalipun menjadi bagian dari proses pembentukan tim yang resilient dan penuh keberanian. Dukungan luar biasa dari suporter juga menjadi energi tambahan yang memperkuat tekad tim.

Kisah perjuangan timnas Indonesia di kualifikasi Piala Dunia 2026 menunjukkan bahwa impian besar memang memerlukan waktu, kesabaran, dan usaha tiada henti. Optimisme para pemain yang menegaskan untuk kembali lebih kuat, didukung oleh fakta bahwa Indonesia mampu bersaing dengan negara-negara raksasa sepak bola Asia, menjadi bukti bahwa mimpi tersebut bukan mustahil. Jalan menuju panggung dunia masih terbuka, menunggu saat yang tepat untuk Indonesia unjuk gigi dan mengukir prestasi yang lebih gemilang di masa depan.

Source: bola.bisnis.com

Berita Terkait

Back to top button