Denmark Open 2025: Langkah Amri/Nita Terhenti di Babak Pertama

Amri Syahnawi dan Nita Violina Marwah harus mengakhiri perjuangan mereka lebih awal di ajang Denmark Open 2025 setelah gagal melaju dari babak pertama. Pasangan ganda campuran Indonesia ini kalah dua game langsung dari wakil Jepang, Hiroki Midorikawa dan Natsu Saito, dengan skor 13-21 dan 20-22 di Odense.

Pertandingan yang Terbaca Lawan

Pada game pertama, Amri/Nita mengalami kesulitan karena pola permainan mereka mudah terbaca oleh Hiroki/Natsu. Kondisi ini membuat pasangan Jepang mampu mengendalikan jalannya pertandingan dengan dominasi yang cukup meyakinkan. Meski begitu, Amri/Nita mencoba melakukan perubahan pola di game kedua dan sempat memberikan perlawanan cukup ketat, bahkan sempat unggul jauh. Namun, lawan mampu beradaptasi dan meningkatkan pertahanan sehingga akhirnya mampu membalikkan keadaan dan memenangkan game kedua.

Menurut Nita Violina Marwah, kurangnya kecepatan dalam mengubah strategi di game pertama menjadi faktor utama kekalahan mereka. “Di gim pertama, pengembalian kami terbaca semua oleh lawan dan kami kurang cepat mengubah pola. Di gim kedua kami sudah mulai menemukan ritmenya tapi mereka bisa fokus untuk keluar dari tekanan. Pola permainan mereka juga cukup berbeda dari pertemuan terakhir,” ungkap Nita.

Ketekunan dan Kesabaran Jadi Kunci

Amri Syahnawi menambahkan, kekalahan di game kedua yang sangat ketat juga dipengaruhi oleh kurangnya kesabaran di saat-saat krusial. Meski memiliki keunggulan yang cukup jauh, beberapa kesalahan sendiri membuat momentum berbalik kepada pasangan Jepang. “Sayang sekali di gim kedua kami tidak bisa memanfaatkan situasi. Sudah unggul cukup jauh tapi di akhir kami kalah sabar dan jadi banyak mati yang membuat lawan bangkit lagi,” jelas Amri.

Perbedaan mendasar menurut Amri terlihat pada pertahanan Hiroki/Natsu yang lebih rapat dan kerja sama speed yang seimbang dengan pasangan Indonesia kali ini. Pertandingan ini juga menunjukkan bagaimana dinamika dan adaptasi setiap tim sangat menentukan hasil akhir, terutama jika lawan mampu membaca dan merespons perubahan pola dengan cepat.

Rekaman Pertemuan Terakhir

Sebelumnya, dalam pertemuan terakhir Amri Syahnawi dan Nita Violina Marwah mampu mengalahkan pasangan Jepang tersebut. Namun, pada pertandingan di Denmark Open 2025 ini, Hiroki Midorikawa dan Natsu Saito tampil dengan performa yang lebih matang, terutama dalam hal pertahanan dan adaptasi taktik.

Tantangan yang Harus Dihadapi

Kegagalan Amri/Nita di babak pertama Denmark Open menjadi bahan evaluasi penting dalam persiapan menghadapi turnamen-turnamen besar selanjutnya. Kecepatan dalam menyesuaikan pola permainan dan menjaga konsistensi mental menjadi sorotan utama ke depan. Di sisi lain, kemenangan Hiroki/Natsu menegaskan kualitas pasangan Jepang sebagai ancaman serius di sektor ganda campuran dunia.

Berbagai pihak menilai, performa yang belum optimal kali ini harus menjadi pelajaran berharga bagi Amri/Nita dan tim pelatih. Upaya memperkuat aspek taktis dan fisik serta meningkatkan kontrol emosi ketika menghadapi tekanan akan sangat menentukan keberhasilan di kejuaraan internasional mendatang.

Untuk pertandingan Denmark Open 2025 lainnya, beberapa wakil Indonesia di sektor yang berbeda juga mengalami hasil yang beragam. Misalnya, pasangan Jafar dan Felisha harus rela angkat koper setelah menghadapi unggulan pertama yang terlalu tangguh di babak awal. Insiden ini menambah catatan bahwa tingkat kompetisi di Denmark Open sangat tinggi dan menuntut kesiapan penuh dari para peserta.

Denmark Open 2025 yang berlangsung di Odense menjadi ajang pembuktian sekaligus pembelajaran bagi para atlet bulu tangkis Indonesia agar semakin siap menghadapi turnamen tingkat dunia. Pada kesempatan mendatang, Amri Syahnawi dan Nita Violina Marwah diharapkan dapat memperbaiki strategi dan performa guna meraih hasil yang lebih memuaskan bagi Indonesia.

Source: www.medcom.id

Berita Terkait

Back to top button