Pelatih tim nasional Curacao, Dick Advocaat, kini semakin dekat dengan pencapaian historis di dunia sepak bola. Di usia 78 tahun, Advocaat berpotensi menjadi pelatih tertua yang memimpin sebuah tim di Piala Dunia. Namun, pria asal Belanda ini memilih untuk tetap tenang dan tidak terlalu memikirkan rekor pribadinya, melainkan fokus pada performa tim yang tengah menanjak di babak kualifikasi Piala Dunia 2026 zona Concacaf.
Curacao tampil impresif dalam perjuangannya menuju putaran final Piala Dunia 2026. Salah satu bukti nyata adalah kemenangan mengejutkan mereka atas Jamaika dengan skor 2-0 pada pekan lalu. Hasil ini semakin membuka peluang tim asal Karibia itu untuk melangkah ke ajang sepak bola terbesar di dunia. Kondisi ini membuat suasana di ruang ganti Curacao penuh dengan semangat dan gairah yang tinggi.
Menurut Advocaat, para pemain sangat termotivasi dan bekerja keras demi mengejar mimpi besar bersama Curacao. “Anak-anak ini benar-benar bekerja untuk mimpi mereka. Dalam perjalanan ke stadion saja, musik sudah diputar keras-keras, mereka menyanyi bersama. Bisa dibayangkan seperti apa euforianya setelah menang,” ujar sosok yang juga pernah menjadi pelatih timnas Belanda tersebut.
Meski menghadapi tantangan dalam proses pemilihan skuad, terutama setelah bergabungnya pemain seperti Armando Obispo dan Sontje Hansen yang mengharuskan beberapa nama dicoret, Advocaat memastikan bahwa semua keputusan diambil secara profesional dan demi kepentingan tim. “Tentu ada yang kecewa, tapi mereka tetap berpikir untuk tim. Mereka semua punya satu tujuan — membawa Curacao ke Piala Dunia,” tegasnya.
Keberhasilan Curacao melaju ke putaran final Piala Dunia akan menjadi prestasi luar biasa, tidak hanya untuk negara kecil di Karibia itu, tetapi juga bagi Advocaat secara pribadi. Jika terwujud, Advocaat akan menjadi pelatih tertua yang pernah memimpin pertandingan di Piala Dunia, mencetak rekor baru dalam sejarah turnamen.
Curacao dipandang sebagai tim yang mulai menorehkan sejarah baru, mengikuti jejak Cape Verde yang lebih dahulu memastikan tiket ke Piala Dunia 2026. Keberhasilan Cape Verde membuka jalan bagi tim-tim kecil dari wilayah yang selama ini kurang beruntung dalam kompetisi sepak bola internasional untuk memperlihatkan kemampuan mereka di pentas dunia.
Pelatih senior ini mengaku tak terlalu memikirkan undian babak grup yang akan diumumkan FIFA pada 5 Desember nanti. Menurutnya, perjalanan Curacao masih panjang dan fokus utama adalah mempersiapkan tim sebisa mungkin untuk menghadapi tantangan-tantangan berikutnya. Dukungan penuh dari seluruh elemen tim membuat Advocaat optimis bahwa Curacao bisa menjalani kualifikasi ini dengan baik.
Beberapa hal penting terkait perkembangan Curacao di kualifikasi Piala Dunia 2026 adalah sebagai berikut:
1. Curacao berhasil mengalahkan Jamaika 2-0, memperbesar peluang lolos ke putaran final.
2. Dick Advocaat, pelatih berusia 78 tahun, berpotensi menjadi pelatih tertua di Piala Dunia.
3. Suasana tim sangat positif, penuh gairah dan semangat juang tinggi.
4. Capaiannya ini mengikuti jejak Cape Verde yang sudah memastikan diri lolos terlebih dahulu.
5. Advocaat menegaskan profesionalisme para pemain meskipun ada beberapa nama yang harus dicoret selama proses seleksi skuad.
Momentum yang sedang dijalani Curacao ini merupakan sebuah kisah inspiratif bagi dunia sepak bola. Tim kecil dari kawasan Karibia yang selama ini tak begitu diperhitungkan, kini mampu memperlihatkan kemajuan signifikan dan menjadi sorotan global. Jika berhasil melangkah ke Piala Dunia, keberhasilan ini sekaligus membawa angin segar dan harapan baru bagi sepak bola di wilayah tersebut, sekaligus memperkuat posisi Advocaat sebagai salah satu pelatih top dengan pengalaman luas.
Fokus Advocaat yang lebih mengutamakan mimpi bersama tim di atas pencapaian pribadi menunjukkan karakter kepelatihan yang matang dan jiwa pemimpin yang mampu menginspirasi para pemainnya. Dengan modal semangat tinggi dan kerja keras, Curacao berpeluang mempersembahkan kejutan pada Piala Dunia 2026 di mana panggung internasional akan menjadi saksi sejarah baru bagi sepak bola Karibia.
Source: www.suara.com




