Patrick Kluivert resmi dipecat dari jabatannya sebagai pelatih Timnas Indonesia pada Kamis, 16 Oktober 2025, setelah hanya menangani delapan pertandingan. Keputusan ini diambil oleh PSSI menyusul kegagalan Kluivert membawa Timnas Indonesia melaju ke Piala Dunia 2026. Tim Garuda tersingkir di putaran keempat kualifikasi zona Asia setelah menelan dua kekalahan beruntun.
Pada pertandingan putaran keempat, Indonesia kalah 2-3 dari Arab Saudi dan kemudian kembali kalah 0-1 melawan Irak. Hasil tersebut membuat Tim Garuda berada di posisi terakhir klasemen kualifikasi dan gagal memenuhi target lolos ke Piala Dunia. PSSI menilai pencapaian ini jauh dari harapan sehingga memutuskan untuk mendepak pelatih asal Belanda itu.
Patrick Kluivert memulai kiprahnya sebagai pelatih kepala Timnas Indonesia sejak 9 Januari 2025 menggantikan Shin Tae-yong. Selama periode singkatnya, Kluivert memimpin delapan pertandingan resmi, terdiri dari empat laga putaran ketiga kualifikasi Piala Dunia, dua laga persahabatan, dan dua laga putaran keempat. Dari delapan pertandingan tersebut, tim asuhannya meraih tiga kemenangan, satu hasil imbang, dan menelan empat kekalahan, sehingga persentase kemenangan hanya mencapai 37,5%.
Berikut prestasi timnas di bawah arahan Kluivert dalam delapan laga:
1. Menang atas Bahrain (1-0)
2. Menang atas Tiongkok (1-0)
3. Menang atas Taiwan (6-0)
4. Imbang melawan Lebanon (0-0)
5. Kalah dari Australia (1-5)
6. Kalah dari Jepang (0-6)
7. Kalah dari Arab Saudi (2-3)
8. Kalah dari Irak (0-1)
Selama masa tugas, Timnas Indonesia mencetak total 11 gol dan kebobolan 15 gol. Dari sisi taktik, Kluivert kerap berganti formasi antara memakai empat bek atau tiga bek dan mencoba berbagai kombinasi pemain. Total 32 pemain telah mendapatkan kesempatan bermain di bawah asuhan Kluivert, menunjukkan upaya eksplorasi skuad yang masih belum menemui formula terbaik.
Beberapa pemain yang paling sering tampil adalah gelandang Thom Haye yang selalu bermain dalam delapan laga, dipenuhi Jay Idzes dan Kevin Diks dengan tujuh penampilan. Sementara itu, Ole Romeny menjadi pencetak gol terbanyak di era Kluivert dengan torehan tiga gol, diikuti Kevin Diks dengan dua gol.
Namun, masa kepelatihan Kluivert juga diwarnai kontroversi. Ia dikabarkan tidak menemui suporter bersama para pemain usai kekalahan dan tim pelatih langsung kembali ke Belanda setelah laga melawan Irak. Hal ini memicu ketidakpuasan di jajaran PSSI dan para pendukung sepakbola Indonesia.
Keputusan pemecatan Patrick Kluivert menutup perjalanan singkatnya dalam menangani Timnas Indonesia yang penuh tantangan dan ketidakpastian performa. PSSI saat ini tengah mempertimbangkan pengganti untuk memimpin Tim Garuda ke arah yang lebih baik ke depan.
Nasib Timnas Indonesia di bawah pelatih baru menjadi perhatian utama para pengamat dan fans sepakbola, terutama menyusul target memperbaiki performa di turnamen-turnamen internasional yang akan datang. Perubahan kepelatihan ini diharapkan bisa membawa angin segar sekaligus meningkatkan kualitas permainan dan hasil di level internasional.
Source: www.beritasatu.com
