Patrick Kluivert memberikan respons usai resmi berpisah dari Timnas Indonesia. Pengakhiran kerja sama ini dilakukan oleh PSSI pada Kamis, 16 Oktober 2024, melalui mekanisme mutual termination atau pemutusan kontrak secara bersama-sama dengan pertimbangan dinamika internal dan arahan strategis pembinaan tim nasional ke depan.
Kluivert yang mulai mengemban tugas sebagai pelatih utama Timnas Indonesia sejak Januari 2024, bersama jajaran kepelatihannya untuk tim senior, U-23, dan U-20, sebenarnya dikontrak awal dengan durasi dua musim. Namun, kerja sama ini harus diakhiri lebih awal karena hasil yang belum memenuhi target, khususnya kegagalan lolos ke Piala Dunia 2026.
Melalui unggahan di akun media sosial pribadinya, Kluivert mengungkapkan rasa kecewa atas pencapaian timnas. “Meskipun saya sangat kecewa dan menyesal karena tidak lolos ke Piala Dunia, saya akan selalu bangga dengan apa yang telah kita bangun bersama,” tulisnya dengan penuh kejujuran. Pernyataan ini menunjukkan profesionalisme Kluivert dalam menerima keputusan yang diambil oleh PSSI.
Lebih lanjut, mantan pemain internasional Belanda itu juga menyampaikan ungkapan terima kasih yang mendalam kepada semua pihak yang telah mendukungnya selama bertugas, termasuk para penggemar sepak bola Indonesia, para pemain, staf pelatih, serta Bapak Erick Thohir selaku Ketua Umum PSSI. “Saya ingin berterima kasih kepada para penggemar, para pemain, staf saya, dan Bapak Erick Thohir atas perjalanan yang tak terlupakan ini. Terimakasih,” tuturnya.
Keputusan PSSI mengakhiri kerja sama dengan Kluivert dan jajaran pelatihnya ini dipandang sebagai langkah strategis dalam menghadapi dinamika internal serta rencana pengembangan tim nasional ke depan. Menurut laporan resmi, opsi pemutusan kontrak secara mutual termination diambil agar kedua belah pihak dapat fokus pada perencanaan yang lebih matang terkait pembinaan dan peningkatan prestasi tim-tim nasional.
Meski hubungan profesional berakhir, Kluivert tetap menunjukkan sikap yang terhormat dan menjunjung tinggi profesionalisme. Keberadaannya selama kurang lebih 10 bulan di Indonesia memang membawa perubahan, meskipun belum mencapai tujuan utama yang diharapkan. Hal ini memberi gambaran bahwa perjalanan membangun prestasi di sepak bola nasional membutuhkan waktu dan strategi berkelanjutan.
Kegagalan lolos ke Piala Dunia 2026 menjadi catatan penting dalam evaluasi PSSI terhadap performa tim, sekaligus menjadi bahan pertimbangan dalam memilih figur pelatih dan konsep pembinaan ke depannya. PSSI kini tengah mencari sosok pelatih yang mampu membawa Timnas Indonesia melangkah lebih jauh dalam kompetisi internasional.
Di sisi lain, dukungan dari penggemar sepak bola Indonesia tetap mengalir, terbukti dari apresiasi positif terhadap usaha Kluivert serta harapan mereka agar pembinaan tim nasional bisa lebih maju dan terarah. Sikap sportif dan apresiatif dari pelatih asal Belanda ini juga mendapat pujian karena menunjukkan komitmen tinggi walau menghadapi tekanan dan hasil yang kurang menggembirakan.
Dalam beberapa waktu ke depan, PSSI akan mengumumkan sosok pengganti Kluivert sekaligus menyusun arah baru pengembangan tim nasional, dengan fokus pada peningkatan kualitas pemain muda dan kompetensi pelatih. Langkah ini diharapkan mampu meningkatkan persaingan di tingkat Asia dan dunia, serta membawa nama Indonesia kembali diperhitungkan di pentas internasional.
Respons Kluivert usai dipecat PSSI mencerminkan profesionalisme dan rasa hormat terhadap organisasi serta seluruh pihak yang terlibat. Meskipun berpisah, pengaruh dan kontribusinya dalam periode singkat ini tetap menjadi bagian dari perjalanan sepak bola Indonesia yang sedang berbenah. PSSI, para pemain, dan penggemar bersama-sama berharap agar proses pembinaan tim nasional selanjutnya bisa berjalan lebih optimal dan memberikan hasil yang lebih baik di masa mendatang.
Source: www.medcom.id
