Perdana Menteri Inggris, Sir Keir Starmer, mengutuk keras keputusan melarang pendukung Maccabi Tel Aviv menghadiri pertandingan Liga Europa melawan Aston Villa yang akan digelar pada 6 November mendatang. Langkah tersebut dianggap sebagai keputusan yang keliru dan menimbulkan kecaman dari berbagai pihak, termasuk pemimpin partai oposisi dan pejabat Israel.
Keputusan pelarangan ini diumumkan oleh pihak berwenang Inggris yang bertugas menerbitkan sertifikat keamanan pertandingan. Alasannya adalah risiko ancaman keamanan yang tinggi mengingat potensi terjadinya bentrokan dan kekerasan selama laga berlangsung di Villa Park, Birmingham. Kepolisian West Midlands menilai pertandingan tersebut sebagai insiden berisiko tinggi berdasarkan intelijen terbaru serta riwayat konflik serupa antara pendukung sepak bola Maccabi Tel Aviv dengan tim lainnya, seperti insiden di Amsterdam pada November 2024 yang berujung penangkapan lebih dari 60 orang terkait tindak kekerasan dan kebencian.
Starmer menegaskan bahwa pemerintahannya tidak akan mentolerir antisemitisme di Inggris dan menggarisbawahi tugas polisi untuk memastikan semua suporter dapat menikmati pertandingan tanpa rasa takut maupun intimidasi. "Kami berkomitmen untuk menjaga keamanan dan kenyamanan seluruh penggemar sepak bola," ujarnya pada Jumat (17/10). Meski demikian, langkah pelarangan pendukung Maccabi Tel Aviv ini dianggap kontraproduktif oleh Starmer.
Kritikan keras juga datang dari Kemi Badenoch, pemimpin Partai Konservatif, yang menyebut keputusan tersebut sebagai "aib nasional". Badenoch mendesak Perdana Menteri Starmer agar membatalkan pelarangan ini dan menegaskan bahwa "suporter Yahudi harus dapat hadir di stadion mana pun di Inggris tanpa rasa takut atau diskriminasi." Ia menyoroti bahwa larangan itu mengirimkan pesan negatif bahwa ada wilayah di Inggris yang tidak aman bagi komunitas Yahudi.
Sikap serupa diungkapkan oleh Menteri Luar Negeri Israel, Gideon Sa’ar, yang menyebut keputusan tersebut "memalukan" dan mendesak pemerintah Inggris untuk mengubah kebijakan ini. Sementara itu, pemimpin Partai Demokrat Liberal Sir Ed Davey menyatakan keputusan tersebut adalah "kesalahan serius" karena justru melarang korban antisemitisme untuk berpartisipasi. Nigel Farage, pemimpin Reform UK, menambahkan bahwa langkah ini "mengangkat diskriminasi rasial ke level yang baru."
Pihak klub Aston Villa menyatakan bahwa mereka terus melakukan dialog intensif bersama Maccabi Tel Aviv dan otoritas keamanan lokal guna memastikan keselamatan semua suporter dan warga sekitar tetap menjadi prioritas utama. UEFA, organisasi sepak bola Eropa, juga menyatakan dukungannya agar penggemar dapat melakukan perjalanan dan mendukung klub mereka dalam lingkungan yang aman dan ramah. Namun, UEFA menegaskan bahwa keputusan akhir terkait keamanan adalah wewenang pihak berwenang lokal di Inggris.
Dalam konteks yang lebih luas, beberapa insiden protes terkait konflik di Jalur Gaza dan Timur Tengah telah memengaruhi ranah olahraga internasional, termasuk pertandingan internasional Israel versus Norwegia dan Italia. Peristiwa ini memicu kekhawatiran terhadap potensi eskalasi kekerasan dalam laga yang melibatkan tim dari wilayah tersebut.
Menanggapi isu keamanan bagi komunitas Yahudi di Inggris, Starmer sebelumnya pada Kamis (16/10) menyatakan bahwa pemerintah bertanggung jawab menangani kekhawatiran yang muncul, khususnya setelah serangan fatal di sebuah sinagoga di Manchester awal bulan ini. Saat mengunjungi Community Security Trust (CST), sebuah organisasi yang menyediakan perlindungan bagi tempat-tempat ibadah dan sekolah Yahudi, Starmer menegaskan bahwa kata-kata saja tidak cukup dan tindakan nyata harus dilakukan untuk menjamin keamanan komunitas.
Berikut ini beberapa poin penting terkait kontroversi larangan suporter Maccabi Tel Aviv:
- Pelaku pelarangan: Otoritas keamanan Inggris bersama kepolisian West Midlands.
- Alasan utama: Risiko keamanan tinggi dan potensi kekerasan, berdasarkan intelijen dan pengalaman sebelumnya.
- Pihak yang mengutuk: Perdana Menteri Keir Starmer, Partai Konservatif (Kemi Badenoch), Menteri Israel Gideon Sa’ar, dan partai lain seperti Demokrat Liberal serta Reform UK.
- Tanggapan klub dan UEFA: Aston Villa menjalin komunikasi untuk keamanan, UEFA menyerahkan keputusan akhir pada otoritas lokal.
- Konteks luas: Permasalahan antisemitisme dan bentrokan terkait konflik Timur Tengah dalam sepak bola internasional.
Masalah ini menimbulkan perdebatan serius di Inggris mengenai keamanan, kebebasan bergerak suporter sepak bola dari komunitas tertentu, dan bagaimana negara menangani ancaman antisemitisme. Sementara upaya pencegahan kekerasan dan gangguan keamanan menjadi hal utama, penting pula untuk menjaga prinsip inklusivitas dan melawan diskriminasi. Pernyataan dan sikap dari otoritas utama Inggris menunjukkan adanya kesadaran tinggi atas kompleksitas persoalan sekaligus dorongan agar semua pihak dapat menikmati sepak bola tanpa rasa takut dan pengucilan.
Source: mediaindonesia.com
