Bedah Taktik Chivu Tanpa Marcus Thuram: Sanggupkah Inter Kalahkan AS Roma?

Pelatih Inter Milan, Cristian Chivu, tengah menyiapkan strategi khusus untuk menghadapi AS Roma di lanjutan Serie A di Stadion Olimpico, tanpa kehadiran Marcus Thuram. Tanpa sosok penting tersebut, Chivu diyakini akan tetap menerapkan taktik agresif menyerang cepat yang berbasis pada garis vertikal langsung ke striker, dengan tujuan menekan lini belakang Roma sejak awal pertandingan.

Strategi ini dirancang untuk mengeksploitasi transisi cepat dan memaksimalkan kesempatan yang muncul, mengingat Roma kini masih beradaptasi dengan filosofi anyar dari pelatih Gian Piero Gasperini. La Gazzetta menyebut bahwa meskipun tanpa Thuram, Inter tetap akan tampil dengan taktik yang sulit diprediksi, sehingga mampu memberikan perlawanan kuat di markas lawan.

Taktik Inti dan Peran Lini Tengah

Kunci utama dalam taktik Chivu adalah intensitas permainan, penguasaan passing vertikal, serta kedalaman dan dinamika lini tengah. Henrikh Mkhitaryan menjadi figur sentral yang mendapatkan peran ganda – tidak hanya membantu sisi defensif bersama Bastoni dan Dimarco, tapi juga menutup jalur-jalur umpan berbahaya menuju pemain kunci Roma, Soule.

Mkhitaryan diharapkan menjadi pengatur ritme permainan, sekaligus menjadi penghubung serangan cepat dari lini belakang ke barisan depan Inter. Selain itu, duel sisi lapangan juga menjadi perhatian penting. Denzel Dumfries dan Dimarco harus mampu meladeni penampilan Wesley bersama Tsimikas atau Rensch yang kemungkinan tampil menggantikan Angelino yang cedera.

Profesor taktik dari La Gazzetta menyoroti bahwa pertarungan antara bek sayap dan winger di kedua tim ini bakal sangat menentukan arah pertandingan. Kecepatan dan kedisiplinan dari para pemain sayap Inter akan diuji untuk mengatasi tekanan dari sisi pertahanan Roma yang juga memiliki potensi serangan balik berbahaya.

Formasi dan Susunan Pemain

Prediksi formasi yang akan digunakan Inter ialah 3-5-2, dengan line-up sebagai berikut:

  1. Sommer (Kiper)
  2. Akanji (Bek Tengah)
  3. Acerbi (Bek Tengah)
  4. Bastoni (Bek Tengah)
  5. Dumfries (Bek Sayap Kanan)
  6. Barella (Gelandang Tengah)
  7. Calhanoglu (Gelandang Tengah)
  8. Mkhitaryan (Gelandang Tengah)
  9. Dimarco (Bek Sayap Kiri)
  10. Bonny (Striker)
  11. Lautaro Martinez (Striker)

Ini menunjukkan bahwa Chivu menaruh kepercayaan pada keseimbangan antara pertahanan dan serangan. Kombinasi tiga bek tengah diharapkan mampu memberikan kestabilan defensif, sementara kehadiran lima pemain di lini tengah memberi Inter fleksibilitas untuk mengatur tempo dan menekan lawan secara efektif.

Skenario Tanpa Marcus Thuram

Absennya Marcus Thuram memang menjadi tantangan tersendiri bagi Chivu. Thuram dikenal cepat dan efektif dalam penyerangan yang memanfaatkan ruang terbuka. Namun, pendekatan Chivu dengan serangan berbasis kecepatan dan pressing intensif tetap bisa menutupi kekurangan tersebut.

Inter diperkirakan akan mengandalkan Lautaro Martinez dan Bonny sebagai ujung tombak serangan agresif yang cepat. Sementara itu, lini tengah yang solid dan dinamis berperan penting memicu dan menjalankan serangan secara efektif serta tertata.

Faktor Penentu Lainnya

Adaptasi Roma di bawah pelatih Gasperini yang baru dapat menjadi keuntungan bagi Inter. Belum terbentuknya chemistry penuh di dalam tim ibu kota berpeluang dimanfaatkan Inter untuk mendikte jalannya laga.

Selain itu, ketajaman para pemain sayap Inter menjadi aspek penting untuk diperhatikan. Kemenangan dapat diraih jika Dumfries, Dimarco, serta Mkhitaryan mampu menjaga stabilitas dan kreatifitas pada sektor tersebut, sambil menjalankan tugas defensif dengan disiplin.

Inter sendiri datang ke pertandingan dengan motivasi tinggi meski terakhir kali menelan kekalahan tipis 3-4 saat melawan Juventus. Hasil tersebut menunjukkan bahwa Nerazzurri mampu bermain agresif sekaligus membuka peluang gol, sehingga potensi mereka untuk mengalahkan Roma tetap terbuka lebar.

Kesabaran dan pengelolaan tekanan dari seluruh pemain juga menjadi faktor penting. Menurut Cristian Chivu, kunci sukses menghadapi Roma adalah menjaga kesabaran selama pertandingan berjalan dan mengeksekusi peluang saat momentum datang.

Dengan persiapan matang dan strategi yang jelas, Inter Milan di bawah arahan Chivu berpeluang menampilkan performa solid dan meraih hasil positif pada pertandingan kontra AS Roma, meskipun tanpa kehadiran Marcus Thuram.

Source: www.suara.com

Berita Terkait

Back to top button