Pelatih berkebangsaan Inggris, Graham Potter, dilaporkan akan segera menukangi tim nasional Swedia setelah melalui periode singkat yang kurang memuaskan bersama West Ham United di Liga Primer Inggris. Menurut laporan dari pakar transfer Eropa terkemuka, Fabrizio Romano, Potter diproyeksikan bakal ditunjuk untuk membawa Swedia kembali berprestasi, terutama dalam upaya mereka menembus Piala Dunia 2026.
Penunjukan Graham Potter oleh Federasi Sepak Bola Swedia
Federasi Sepak Bola Swedia (SvFF) dikabarkan tengah dalam tahap akhir pembicaraan dengan Potter untuk menandatangani kontrak jangka pendek hingga Maret 2025. Kontrak tersebut akan mengikat Potter untuk memimpin timnas Swedia selama kualifikasi Piala Dunia 2026 yang akan berlangsung di Kanada, Meksiko, dan Amerika Serikat. Romano menyampaikan kabar ini melalui akun X-nya pada Senin (20/10), mengonfirmasi bahwa langkah ini diambil untuk mengangkat performa Swedia yang tengah terpuruk.
Situasi Swedia di Kualifikasi Piala Dunia 2026
Tim nasional Swedia saat ini tengah mengalami masa-masa sulit. Mereka menempati posisi terbawah Grup B tanpa kemenangan sejak memulai kualifikasi, dengan empat pertandingan berjalan tanpa hasil positif. Kekalahan terakhir melawan Swiss (0-2) dan Kosovo (0-1) pada jeda internasional menjadi titik kritis yang membuat federasi berinisiatif mengganti pelatih sebelumnya, Jon Dahl Tomasson.
Keadaan ini membuat manajemen sepak bola Swedia mencari sosok pelatih yang tidak hanya memiliki kapasitas teknis, tapi juga mampu membangkitkan moral dan performa pemain. Dalam kondisi tersebut, graham Potter muncul sebagai kandidat utama setelah kesuksesannya sebelumnya di sepak bola Swedia dan pengalamannya memimpin klub-klub Liga Primer Inggris.
Pengalaman dan Rekam Jejak Graham Potter di Swedia
Graham Potter bukanlah sosok asing dalam dunia sepak bola Swedia. Ia pernah menjadi pelatih Ostersunds FK, klub yang dia bawa naik dari kasta rendah hingga mencapai Liga Utama Swedia dan sukses meraih Piala Swedia. Di bawah kepemimpinannya, Ostersunds FK juga mencatatkan kemenangan bersejarah atas Arsenal dalam kompetisi Liga Europa 2017, sebuah prestasi yang menunjukkan kemampuannya dalam menghadapi tim dan tekanan besar.
Dalam wawancara dengan media lokal Fotbollskanalen, Potter mengaku memiliki ikatan emosional dengan Swedia. Ia menyatakan, “Saya terbuka untuk apa pun, selama saya merasa bisa membantu. Menjadi pelatih kepala tim nasional Swedia adalah pekerjaan yang fantastis. Saya punya perasaan khusus terhadap Swedia. Saya mencintai negara itu dan sepak bolanya.” Pernyataan ini menegaskan motivasi Potter untuk kembali berkarya di lingkungan yang pernah memberinya kesempatan besar.
Komposisi Pemain Timnas Swedia yang Masih Menjanjikan
Meskipun dalam tekanan, Swedia masih memiliki stok pemain berkualitas yang aktif di kompetisi top Eropa. Dua penyerang utama, Viktor Gyokeres dan Alexander Isak, yang bermain di Liga Primer Inggris, menjadi tumpuan serangan mereka. Selain itu, penggawa seperti Lucas Bergvall (Tottenham Hotspur), Victor Lindelof (Aston Villa), Gabriel Gudmundsson (Leeds United), serta Anthony Elanga (Newcastle United) menyediakan opsi strategis yang kompeten untuk Potter dalam menyusun tim.
Keberadaan pemain-pemain yang aktif bermain di liga papan atas memberi gambaran peluang bagi Potter untuk mengembangkan pola permainan efektif dan membangun skuad Swedia yang tangguh dalam menghadapi babak kualifikasi yang semakin kompetitif.
Kesempatan Baru untuk Potter dan Swedia
Penunjukan Graham Potter berpotensi menjadi titik balik bagi perjalanan tim nasional Swedia menuju Piala Dunia 2026. Jika kesepakatan kontrak tercapai, Potter akan menjadi pelatih asing pertama yang menangani Swedia sejak 2016. Ini menjadi pertanda bahwa federasi ingin membawa perspektif dan pendekatan baru demi memperbaiki hasil buruk yang terjadi selama ini.
Situasi ini juga menarik karena Potter baru saja kehilangan posisi sebagai pelatih West Ham United, setelah hanya meraih enam kemenangan dalam 23 pertandingan musim ini. Namun, perlakuan berbeda dan ikatan emosional terhadap sepak bola Swedia menjadi faktor pendorong bagi Potter untuk kembali lebih cepat ke dunia kepelatihan.
Penunjukan Potter menurut para pengamat juga diharapkan mampu memengaruhi hasil dan performa Swedia secara positif, minimal untuk menstabilkan permainan dan memaksimalkan peluang lolos ke putaran final Piala Dunia 2026 yang akan menjadi panggung terbesar mereka dalam waktu dekat. Federasi dan publik pun mengharapkan kombinasi pengalaman, wawasan taktik, serta hubungan khusus Potter dengan sepak bola Swedia menjadi formula efektif yang diharapkan dapat mengangkat tim nasional ini ke level yang lebih tinggi.
Source: mediaindonesia.com
