Ismed Sofyan Minta Pelatih Lokal Diberi Kesempatan Tangani Timnas Indonesia

Legenda sepak bola Indonesia, Ismed Sofyan, menegaskan pentingnya memberikan kesempatan kepada pelatih lokal untuk menangani timnas Indonesia. Pernyataan ini muncul menyusul kosongnya kursi pelatih kepala timnas setelah pemecatan Patrick Kluivert yang gagal membawa Tim Garuda lolos ke Piala Dunia 2026.

Ismed, yang mengoleksi 53 caps bersama tim nasional, menyampaikan bahwa kepercayaan kepada pelatih dalam negeri tidak sebatas soal keterampilan teknis, melainkan lebih kepada bagaimana mereka dapat memanajemen dan meracik tim sesuai kualitas pemain yang ada. “Pelatih itu hanya bisa me-manage, bisa meracik, tergantung kualitas pemain. Kalau kualitas pemainnya memang memadai, saya pikir tidak begitu sulit untuk bisa meramu tim ini sebaik mungkin,” ujarnya saat ditemui di acara jumpa pers Lotte Bintang Muda Generasi Emas 2025 di Jakarta Selatan, Kamis (23/10).

Pelatih Lokal Harus Punya Karakter Kuat

Ismed tidak menyebutkan secara spesifik nama pelatih lokal yang dimaksud, tetapi dia menekankan bahwa seorang pelatih timnas harus mampu menjadi role model dan memiliki karakter kuat. Menurutnya, peran pelatih bukan hanya sebagai pengatur strategi di lapangan, tetapi juga mentor bagi para pemain. “Kalau saya, pelatih itu adalah mentor, role model, jadi memang betul-betul punya karakter, betul-betul jadi role model buat pemain,” tambah mantan pemain yang pernah merasakan gelar juara Liga Indonesia bersama Persija Jakarta tersebut.

Pandangan Atep Rizal Mengenai Pelatih Lokal dan Asing

Selain Ismed, legenda Persib Bandung, Atep Rizal, juga memberikan pandangannya. Menurut Atep, pelatih lokal saat ini memiliki potensi yang bagus, namun untuk menghadapi persaingan di level dunia, mungkin dibutuhkan pelatih dari luar, terutama dari daratan Eropa. "Siapa pun pelatihnya nanti, menurut saya pelatih lokal juga punya kelas, tapi memang untuk kita bisa bersaing di level dunia, perlu pelatih yang benar-benar punya karakter kuat,” ujarnya.

Atep sempat menyebut kemungkinan menggaet pelatih asal Eropa sebagai salah satu opsi, meskipun dia enggan menyebutkan nama spesifik. Pernyataan ini menunjukkan adanya keseimbangan antara pemberdayaan pelatih lokal dan kebutuhan akan pengalaman internasional agar dapat bersaing di ajang seperti Piala Dunia 2030, yang menjadi target jangka panjang bagi timnas Indonesia.

Sejarah Pelatih Asing di Timnas Indonesia

Dalam lima tahun terakhir, timnas Indonesia memang pernah dilatih oleh dua pelatih asing dari benua berbeda, yaitu Shin Tae-yong dari Asia (Korea Selatan) dan Patrick Kluivert dari Eropa (Belanda). Keduanya memimpin timnas di kualifikasi Piala Dunia 2026, namun upaya lolos ke putaran final di Amerika Serikat, Kanada, dan Meksiko gagal setelah kekalahan dari Arab Saudi dan Irak di babak kualifikasi putaran keempat.

Kegagalan tersebut menjadi pelajaran sekaligus pertimbangan bagi PSSI dalam menentukan arah pencarian pelatih kepala berikutnya. Pilihan apakah akan mengandalkan pelatih lokal dengan karakter kuat atau mencari pelatih asing berpengalaman akan menjadi perhatian utama guna mencapai target kelolosan ke Piala Dunia 2030.

Pendekatan Pelatih Lokal Dalam Membangun Timnas

Keunggulan memanfaatkan pelatih lokal menurut Ismed adalah pemahaman mendalam terhadap kultur dan gaya bermain sepak bola Indonesia. Dengan karakter dan pengalaman yang telah diasah di kompetisi domestik, pelatih lokal dapat membangun timnas secara berkelanjutan dengan pendekatan yang sesuai kondisi pemain dan strategi nasional.

Namun demikian, tantangan utama adalah memastikan bahwa pelatih lokal tidak hanya sekadar paham taktik, tetapi juga memiliki mental dan karakter kepemimpinan yang mampu menginspirasi serta mengarahkan pemain dalam kompetisi tingkat tinggi.

Ismed juga menekankan bahwa kepercayaan terhadap pelatih lokal harus menjadi bagian dari upaya membina dan mengembangkan sumber daya manusia di olahraga sepak bola Indonesia secara berkelanjutan. Sebab, keberhasilan timnas sangat bergantung pada sinergi antara pelatih dan pemain yang penuh semangat dan kualitas mumpuni.

Dengan adanya diskusi serius seperti ini, harapannya PSSI dapat mengambil langkah tepat dalam memilih pelatih kepala timnas yang mampu membawa Tim Garuda meraih prestasi lebih baik dan membawa Indonesia kembali ke panggung dunia sepak bola internasional.

Source: mediaindonesia.com

Berita Terkait

Back to top button