Bos JDT Bongkar Sosok di Balik Aduan Malaysia ke FIFA, Fakta Terungkap

Drama hukuman dari FIFA kepada tujuh pemain naturalisasi Malaysia kembali memanas setelah Tunku Ismail Sultan Ibrahim (TMJ), tokoh sentral di balik proyek naturalisasi timnas Malaysia, membuka tabir siapa yang sebenarnya mengadukan Malaysia ke FIFA. Pernyataan TMJ ini sekaligus meluruskan kontroversi terkait cuitan misteriusnya di media sosial yang sempat dikaitkan dengan Indonesia.

TMJ sebelumnya memancing banyak spekulasi dengan menulis, “Siapa yang ada di New York?” Cuitan ini langsung menjadi sorotan karena waktunya berdekatan dengan pertemuan antara Presiden Indonesia Prabowo Subianto dan Presiden FIFA Gianni Infantino di New York, yang terjadi sebelum sanksi FIFA kepada Malaysia diumumkan. Banyak pihak, termasuk publik dari Malaysia dan Indonesia, menilai cuitan tersebut sebagai sindiran kepada Indonesia dan dugaan campur tangan Ketua Umum PSSI Erick Thohir.

Namun, dalam konferensi pers yang digelar di Malaysia pada Sabtu (25/10), TMJ menjelaskan bahwa klaim tersebut tidak benar. Ia menegaskan bahwa cuitannya sama sekali tidak menyinggung Indonesia. Sebaliknya, “Siapa yang ada di New York?” merupakan pertanyaan terkait informasi dari AFC (Asian Football Confederation) soal pengaduan terhadap Malaysia yang ternyata berasal dari individu dari Vietnam, bukan federasi resmi sepak bola Vietnam.

“Setelah kami menang melawan Vietnam di Kualifikasi Piala Asia bulan Juni, ternyata ada pengaduan. Saya tidak tahu dari siapa. Tapi ketika saya bertanya ke AFC, mereka bilang aduan itu bukan dari Federasi Sepak Bola Vietnam. Aduan seseorang dari Vietnam, tapi bukan dari presiden atau sekjen mereka,” jelas TMJ seperti dikutip dari Astro Arena.

Lebih lanjut, TMJ mempertanyakan langkah FIFA yang membawa kasus naturalisasi ini hingga mendapatkan sanksi berat, karena laporan tersebut berasal dari pihak yang tidak resmi. Ia menilai tindakan FIFA menanggapi laporan dari individu pribadi tanpa dukungan federasi resmi adalah hal yang tidak biasa dan menimbulkan tanda tanya.

Sanksi FIFA kepada Federasi Sepak Bola Malaysia (FAM) dan tujuh pemain naturalisasi berkaitan dengan dugaan pemalsuan dokumen kewarganegaraan yang berimbas pada ancaman pengurangan poin dan dilarang tampil di sejumlah turnamen resmi. Sanksi ini telah mengguncang dunia sepak bola Malaysia dan menimbulkan ketidakpastian terhadap masa depan timnas Malaysia.

TMJ juga memperingatkan bahwa FIFA kemungkinan akan memberikan sanksi yang lebih berat terhadap Malaysia dalam waktu dekat. Hal ini membuat situasi sepak bola Malaysia makin sulit, apalagi proyek naturalisasi yang diharapkan mampu meningkatkan kualitas tim nasional justru menjadi bumerang.

Kejadian ini memicu beragam reaksi di media sosial. Banyak netizen dari Indonesia dan Malaysia yang saling menafsirkan maksud cuitan TMJ. Ada pula kekhawatiran akan potensi konflik baru antarnegara di kawasan Asia Tenggara terkait persoalan ini.

Kasus ini menjadi sorotan tidak hanya sebagai isu teknis dalam sepak bola, tetapi juga mencerminkan dinamika politik olahraga di kawasan. Peran tokoh seperti TMJ yang sangat vokal menjadikan skandal naturalisasi Malaysia ini tak hanya soal regulasi, namun juga perebutan pengaruh dan pengawasan federasi sepak bola internasional.

Berikut rangkuman fakta penting terkait kasus naturalisasi Malaysia berdasarkan pernyataan TMJ:

1. Pengaduan yang memicu sanksi FIFA berasal dari seseorang dari Vietnam, bukan dari federasi resmi.
2. TMJ menyangkal bahwa cuitannya terkait Indonesia dan mengarah ke pihak lain.
3. FIFA menjatuhkan sanksi karena dugaan pemalsuan dokumen kewarganegaraan tujuh pemain naturalisasi Malaysia.
4. Sanksi ini berdampak besar pada peluang Malaysia tampil di kompetisi internasional.
5. TMJ memperkirakan sanksi FIFA bisa semakin berat ke depannya.

Kasus ini menunjukkan bagaimana proses naturalisasi pemain dalam sepak bola Asia Tenggara dapat memicu kontroversi besar dan pengawasan ketat dari FIFA. Ke depan, langkah-langkah transparan dan prosedur administratif yang benar menjadi kunci penting bagi federasi sepak bola agar terhindar dari persoalan serupa.

Source: www.viva.co.id

Exit mobile version