Kericuhan pecah usai pertandingan El Clasico antara Real Madrid dan Barcelona pada laga lanjutan Liga Spanyol 2025-2026 di Stadion Santiago Bernabeu, Minggu (26/10/2025) malam. Insiden ini dipicu oleh komentar kontroversial Lamine Yamal, penyerang muda Barcelona, yang dianggap memprovokasi para pemain Real Madrid. Pertandingan yang dimenangkan Los Blancos dengan skor 2-1 tersebut menyisakan ketegangan tinggi sampai peluit panjang berbunyi.
Laga Sengit dan Gol Penentu
Real Madrid berhasil membawa pulang kemenangan berkat gol-gol cepat dari Kylian Mbappe pada menit ke-22 dan Jude Bellingham 43′. Barcelona sempat memperkecil ketertinggalan lewat tendangan Fermin Lopez menit ke-38. Meski begitu, tensi di lapangan meningkat tajam terutama menjelang babak akhir pertandingan.
Momen Pemicu Keributan
Insiden di menit 90+9 menjadi titik awal kerusuhan. Pedri, gelandang Barcelona, melakukan tekel keras terhadap Aurelien Tchouameni dari Real Madrid. Wasit langsung mengeluarkan kartu merah untuk Pedri. Cekcok antar pemain pun tak terhindarkan, ditambah kedua bangku cadangan yang ikut memanas.
Meski mendapat kartu merah pula untuk kiper cadangan Real Madrid Andriy Lunin, ketenangan sulit dipulihkan. Setelah pertandingan usai, suasana berubah makin kacau ketika Dani Carvajal, kapten Real Madrid, terlihat mendekati dan melabrak Lamine Yamal saat sesi jabat tangan seusai laga.
Keributan Makin Memanas
Rekaman video yang beredar di media sosial memperlihatkan Yamal dikepung oleh pemain Real Madrid. Bahkan Thibaut Courtois, kiper utama Los Blancos, ikut terlibat cekcok dengan wonderkid Spanyol tersebut. Tidak hanya itu, Vinicius Junior juga tampak sangat emosi dan mencoba mengejar Yamal ke lorong stadion, namun berhasil dibendung oleh petugas keamanan dan rekan setimnya.
Situasi akhirnya bisa diredam setelah pemain Barcelona dievakuasi masuk ruang ganti, sementara pemain Real Madrid tetap berada di lapangan untuk merayakan kemenangan mereka.
Komentar Pedas Lamine Yamal
Memanasnya suasana di laga ini tidak lepas dari pernyataan Lamine Yamal sebelum pertandingan. Dalam sebuah podcast, Yamal menyebut Real Madrid sebagai tim yang kerap "mencuri dan mengeluh", pernyataan yang tentu saja memancing amarah para pemain serta suporter Real Madrid.
Selama pertandingan, suporter Tuah Los Blancos secara konsisten memberikan cemoohan keras terhadap Yamal dari tribun. Hal ini menambah ketegangan yang sudah tinggi di antara kedua klub yang memiliki rivalitas klasik.
Dampak dan Reaksi dari Pihak Klub
Kejadian ini menjadi sorotan besar dalam lanjutan La Liga musim ini. Pihak klub Real Madrid dan Barcelona kemungkinan akan segera memberikan pernyataan resmi terkait insiden keributan di lapangan tersebut. Wasit dan kepolisian pertandingan juga akan mereview video untuk menentukan sanksi yang mungkin dijatuhkan kepada pemain yang terlibat.
Kedua tim diharapkan dapat menahan diri agar insiden semacam ini tidak terulang, mengingat pentingnya menjaga sportivitas dan citra kompetisi.
Rekap Kronologi Kericuhan
- Gol Mbappe dan Bellingham membawa Real Madrid unggul 2-0.
- Fermin Lopez memperkecil kedudukan untuk Barcelona.
- Tekel keras Pedri kepada Tchouameni pada menit 90+9.
- Kartu merah untuk Pedri dan Lunin.
- Adu argumen pemain di lapangan dan bangku cadangan.
- Dani Carvajal menegur Lamine Yamal secara langsung saat sesi salam.
- Pemain Real Madrid mengepung Yamal, aksi keributan meluas.
- Vinicius Junior hampir mengejar Yamal ke lorong stadion.
- Keamanan membubarkan keributan, Barcelona dievakuasi ke ruang ganti.
Kasus ini menambah dinamika sengit dalam rivalitas legendaris El Clasico antara Real Madrid dan Barcelona, sekaligus mengangkat pentingnya pengendalian emosi di lapangan. Penonton dan pengamat sepak bola kini menantikan respons resmi dari kedua klub serta federasi untuk memastikan bipolaritas semangat olahraga tetap terjaga dalam pertandingan mendatang.
Source: bola.bisnis.com