French Open 2025: Ganda Putra Hanya Runner Up, Performa Belum Memuaskan

Pelatih ganda putra PBSI, Antonius Budi Ariantho, menyatakan ketidakpuasan atas performa para atletnya pada French Open 2025 meskipun salah satu pasangan berhasil meraih posisi runner up. Indonesia menurunkan tiga pasangan ganda putra dalam ajang bergengsi tersebut, yakni Fajar Alfian/Muhammad Shohibul Fikri, Muhammad Rian Ardianto/Rahmat Hidayat, dan Leo Rolly Carnando/Bagas Maulana.

Performa Fajar/Fikri: Runner Up yang Belum Memuaskan

Pasangan Fajar Alfian dan Muhammad Shohibul Fikri berhasil melaju hingga partai final, namun harus mengakui keunggulan unggulan pertama asal Korea Selatan, Kim Won Ho dan Seo Seung Jae. Meski demikian, Antonius menilai pencapaian tersebut masih jauh dari target utama mereka, yakni meraih gelar juara. Menurutnya, pasangan yang baru terbentuk ini masih membutuhkan proses dan peningkatan kualitas fisik seperti kekuatan (strength), daya tahan (endurance), dan kecepatan (speed).

"Dari penampilan Fajar/Fikri di turnamen Denmark dan French Open cukup baik. Namun, kami masih belum puas dengan hasil runner up karena target kami memang juara," ungkap Antonius. Dia menambahkan bahwa pasangan ini baru mengikuti enam turnamen bersama dan masih harus terus berkembang terutama dalam aspek kekuatan dan kecepatan yang sangat penting di nomor ganda putra mengingat jadwal turnamen yang padat dengan jeda waktu yang terbatas.

Kinerja Rian/Rahmat dan Leo/Bagas

Sementara itu, dua pasangan lainnya, Muhammad Rian Ardianto/Rahmat Hidayat dan Leo Rolly Carnando/Bagas Maulana, tampil kurang memuaskan. Rian/Rahmat tersingkir pada babak kedua setelah dikalahkan oleh rekan satu negara dari pasangan Sabar Karyaman Gutama/Moh Reza Pahlevi Isfahani. Leo/Bagas bahkan gagal melaju setelah kalah di babak pertama.

Antonius menyoroti masalah konsistensi pola permainan sebagai salah satu faktor utama dari performa kedua pasangan ini. Ia juga mencatat bahwa mereka masih sering melakukan kesalahan sendiri selama pertandingan, yang berkontribusi terhadap hasil kurang maksimal.

"Semoga di turnamen terakhir tur Eropa, yaitu Hylo Open, mereka bisa mendapatkan hasil terbaik. Saya berharap Rian/Rahmat dan Leo/Bagas bisa terus konsisten menerapkan pola permainan dan mengurangi kesalahan sendiri," pungkasnya.

Evaluasi dan Harapan ke Depan

Pelatih ini juga mengingatkan bahwa pengembangan pasangan ganda putra bukan hanya soal hasil di satu turnamen, melainkan proses panjang yang melibatkan peningkatan fisik dan mental. Pada ganda putra, kemampuan menyerang yang maksimal, daya tahan saat bertanding dalam jadwal ketat, serta kecepatan reaksi menjadi kunci keberhasilan.

Dukungan penuh dan evaluasi menyeluruh dari pelatih dan tim pelatih diharapkan dapat membantu para atlet muda ini mencapai potensi terbaiknya. Peningkatan tersebut menjadi penting agar Indonesia dapat mempertahankan tradisi prestasi di nomor ganda putra, yang selama ini sering menjadi andalan di kancah bulu tangkis dunia.

Dengan proyeksi jangka panjang dan latihan intensif, serta pengalaman dari turnamen-turnamen besar seperti French Open 2025, para pasangan ganda putra Indonesia diharapkan mampu bangkit dan mencatat hasil lebih memuaskan di masa depan. Turnamen berikutnya, seperti Hylo Open, juga menjadi ajang ujian selanjutnya bagi perkembangan kemampuan mereka.

Source: www.medcom.id

Berita Terkait

Back to top button