Liverpool akan berusaha mengakhiri tren negatif mereka saat menjamu Crystal Palace pada laga putaran keempat Piala Liga Inggris, yang akan berlangsung di Anfield, Rabu (29/10) malam waktu setempat. Setelah menelan lima kekalahan dari enam pertandingan terakhir di semua ajang, performa The Reds mendapat sorotan tajam, khususnya karena konsistensi buruk di Premier League yang membuat peluang mempertahankan gelar juara semakin kecil.
Krisis Performa Liverpool dan Cedera Pemain
Liverpool saat ini tengah berada dalam kondisi penuh tantangan. Kekalahan 2-3 dari Brentford di Liga Inggris pekan lalu menjadi yang keempat beruntun di liga, catatan terburuk mereka sejak musim 2020/21 saat era Jürgen Klopp. Meski sempat menggila dengan kemenangan besar 5-1 atas Eintracht Frankfurt di Liga Champions, performa buruk di liga domestik menunjukkan bahwa skuad asuhan Arne Slot masih belum menemukan ritme terbaiknya.
Lini belakang menjadi sorotan utama, yang baru mampu mencatat dua clean sheet dari 14 pertandingan musim ini. Krisis cedera juga memperburuk situasi. Liverpool akan tampil tanpa Alisson Becker, Giovanni Leoni, dan Jeremie Frimpong yang masih dalam proses pemulihan. Prediksi akan terjadi rotasi besar dengan beberapa pemain pelapis seperti Freddie Woodman sebagai penjaga gawang dan Calvin Ramsay berpeluang menjadi starter untuk menghadapi Palace.
Crystal Palace Terjebak Tren Negatif Namun Punya Rekam Jejak Menarik
Sementara itu, Crystal Palace juga tengah dalam tekanan setelah gagal meraih kemenangan dalam empat laga terakhir di semua kompetisi, termasuk kekalahan 0-1 dari Arsenal. Namun sebelum itu, The Eagles sempat menjalani performa impresif dengan catatan 19 pertandingan tak terkalahkan, yang di antaranya termasuk kemenangan atas Liverpool pada Community Shield serta di Premier League musim ini.
Meskipun demikian, Palace belum pernah menang di Anfield sejak 2021 dan kondisi pemain yang kelelahan menjadi masalah signifikan tim asuhan Oliver Glasner. Diyakini ada beberapa perubahan susunan pemain, dengan Eddie Nketiah yang sebelumnya mencetak gol kemenangan ke gawang Liverpool kemungkinan akan kembali menjadi starter untuk meningkatkan daya serang.
Prediksi Susunan Pemain dan Skor
Liverpool diprediksi menurunkan formasi 4-2-3-1 dengan susunan pemain sebagai berikut: Woodman di bawah mistar, lini belakang terdiri dari Ramsay, Gomez, Van Dijk, dan Robertson. Di lini tengah ada Endo dan Mac Allister, serta Chiesa, Szoboszlai, dan Ngumoha di posisi menyerang, dengan Ekitike sebagai striker utama.
Crystal Palace kemungkinan memakai formasi 3-4-2-1 dengan Benitez sebagai penjaga gawang. Tiga bek tengah diisi oleh Canvot, Lacroix, dan Guehi. Lini tengah diisi oleh Clyne, Lerma, Hughes, dan Sosa, dengan Esse dan Devenny mendukung striker Nketiah di lini depan.
Menurut analisis, Liverpool diuntungkan oleh status tuan rumah serta motivasi tinggi untuk bangkit dari tekanan performa negatif. Prediksi skor akhir adalah Liverpool menang 2-0 atas Crystal Palace, yang meski berjuang keras, masih belum mampu melanjutkan tren positif saat bermain di Anfield.
Faktor Pendukung dan Tantangan Kedua Tim
Liverpool memanfaatkan dorongan suporter di Anfield untuk kembali ke jalur kemenangan, meskipun masalah cedera dan rotasi menjadi tantangan tersendiri. Sedangkan Crystal Palace harus mengelola kelelahan pemain utama dan ketidakkonsistenan hasil akhir-akhir ini jika ingin mencuri poin dari tim tuan rumah.
Laga ini bukan hanya sekadar pertandingan Piala Liga, tapi juga momentum penting untuk Liverpool memperbaiki kondisi mental dan teknis jelang kompetisi liga yang semakin kompetitif. Bagi Crystal Palace, pertarungan di Anfield juga menjadi ujian kesiapan mereka dalam menghadapi jadwal padat dan tekanan kompetisi yang tinggi.
Source: www.suara.com




