Sentuhan Ajaib Calvin Verdonk Sukses Curi Hati Pelatih Lille: Fakta & Analisis

Bek kiri Timnas Indonesia, Calvin Verdonk, berhasil menarik perhatian pelatih LOSC Lille berkat penampilannya yang impresif di Liga Europa musim 2025/2026. Dalam pertandingan melawan PAOK Thessaloniki pada 24 Oktober 2025, Verdonk dipercaya menghandle tugas eksekutor tendangan pojok, peran yang belum pernah ia emban sebelumnya di klub lain.

Pada laga yang berlangsung di Stadion Decathlon Arena tersebut, meski Lille harus menelan kekalahan tipis 3-4, penampilan Verdonk menjadi sorotan utama. Pemain berdarah Belanda ini mampu menciptakan dua assist dari situasi sepak pojok yang berbuah gol. Menurut Verdonk, kepercayaan besar tersebut merupakan hasil dari keyakinan pelatih terhadap kualitasnya dalam mengirimkan bola mati.

“Ini pertama kalinya saya diandalkan untuk tendangan pojok. Saya tidak pernah mengambil tendangan sudut di klub sebelumnya, tapi saya tahu saya memiliki kualitas yang baik,” ujar Verdonk dalam konferensi pers yang diunggah di kanal YouTube resmi LOSC Lille pada Rabu (29/10/2025).

Pada tendangan pojok pertama, ia sukses memberikan umpan matang yang langsung disambut sundulan tajam dari Benjamin Andre hingga membobol gawang PAOK. Tidak lama setelah itu, tendangan pojok kedua yang dilancarkan Verdonk menghasilkan peluang berbahaya. Meskipun arah sepak pojoknya sedikit pendek, Thomas Meunier berhasil menyundul bola untuk memberikan assist kepada Hamza Igamane yang mencetak gol kedua bagi Lille.

Pertandingan antara Lille dan PAOK berjalan sangat dramatis. Lille sempat tertinggal jauh di babak pertama dengan skor 0-3 akibat gol dari Soualiho Meite, Andrija Zivkovic, dan Giannis Konstantellas. Namun, upaya kebangkitan Lille di babak kedua dimulai melalui umpan sepak pojok Verdonk yang membuka harapan dengan gol sundulan Andre pada menit ke-57.

Memasuki menit ke-68, skema bola mati kembali menjadi andalan Lille karena tendangan pojok Verdonk yang diiringi sundulan Meunier dan finishing Hamza Igamane membuat skor berubah menjadi 2-3. Sayangnya, PAOK berhasil memperlebar kembali keunggulan dengan gol kedua Zivkovic sebelum Lille kembali memperkecil lewat gol kedua Igamane hingga akhirnya pertandingan usai dengan skor 3-4.

Walaupun Lille tidak memperoleh poin, kontribusi Verdonk membawa angin segar bagi tim di lini pertahanan dan penyerangan dari sisi kiri. Perannya sebagai eksekutor bola mati menjadikan dia sosok penting yang semakin mendapat kepercayaan pelatih klub Liga Prancis ini.

Data tersebut menguatkan posisi Verdonk yang tidak hanya menjadi pilar di lini belakang Lille, tetapi juga sebagai penopang utama Timnas Indonesia di sektor bek kiri. Perkembangan kariernya di Eropa menjadi kabar positif bagi sepak bola Indonesia yang terus menjajaki level kompetisi internasional.

Selanjutnya, performa apik Verdonk kemungkinan akan semakin membuka peluang baginya untuk terus menembus skuad utama Lille di berbagai ajang bergengsi, sekaligus menjadi inspirasi bagi pemain muda Indonesia lainnya yang ingin berkiprah di kancah sepak bola profesional dunia. Pelatih Lille pun diperkirakan akan terus memanfaatkan kemampuan khusus Verdonk terutama dalam situasi bola mati yang sering menjadi momen krusial dalam pertandingan.

Berita Terkait

Back to top button