Indonesia Pertama Kali Tampil di Cabor Balap Unta Asian Youth Games 2024

Indonesia untuk pertama kalinya tampil dalam cabang balap unta (camel racing) pada ajang Asian Youth Games (AYG) 2025 yang digelar di Bahrain. Debut internasional ini menjadi tonggak bersejarah bagi dunia olahraga Indonesia, khususnya dalam mengembangkan olahraga tradisional yang selama ini lebih populer di negara-negara Timur Tengah.

Langkah berani tersebut diprakarsai oleh Perkumpulan Olahraga Unta Indonesia (POUI), organisasi resmi yang menaungi olahraga unta di Tanah Air. Sebagai persiapan menghadapi kompetisi bergengsi ini, POUI mengirimkan empat atlet muda terbaik, terdiri dari dua putra dan dua putri, untuk mengikuti training camp di Abu Dhabi, Uni Emirat Arab, pada awal Oktober 2025. Pelatihan intensif ini dirancang guna membekali para atlet dengan teknik dan strategi bertanding yang sesuai standar internasional.

Salah satu atlet Indonesia, Al Fathih Abdillah, tampil memukau dengan berhasil menembus babak final. Ia menempati posisi ke-11 dari total 16 peserta yang berlaga. Pencapaian ini menjadi prestasi awal yang membanggakan karena cabang balap unta memang selama ini didominasi oleh negara-negara Timur Tengah yang mempunyai tradisi kuat dalam olahraga ini.

Dukungan penuh juga datang dari Presiden POUI, Dipo Nurhadi Ilham, yang hadir langsung di lokasi pertandingan. Kehadirannya semakin mempertegas komitmen Indonesia dalam mengembangkan cabang balap unta. Dipo bahkan duduk berdampingan dengan Pangeran Fahd bin Jalawi bin Abdulaziz Al Saud, Presiden World Camel Sport sekaligus Wakil Presiden Saudi Olympic Committee. Dalam kesempatan tersebut, Pangeran Fahd mengapresiasi kontribusi Indonesia dan menyambut baik upaya kolaborasi antarnegara Asia untuk semakin memperluas daya tarik olahraga balap unta di kawasan.

Dipo Nurhadi Ilham menyatakan, “Kami sangat senang bisa membawa Indonesia mencatat sejarah baru di ajang internasional ini. POUI akan terus berkomitmen memajukan olahraga unta di Indonesia, baik dalam pembinaan atlet maupun kerja sama dengan federasi internasional.” Pernyataan ini sekaligus menegaskan bahwa keikutsertaan Indonesia bukan hanya sekadar pencapaian dalam dunia olahraga, tetapi juga sebagai upaya memperkenalkan olahraga balap unta secara luas di Indonesia.

Cabang balap unta merupakan olahraga yang memiliki akar budaya kuat dan tradisi panjang di negara-negara Timur Tengah, namun Indonesia kini mulai menjajaki panggung internasional untuk menunjukkan kemampuan. Perluasan cabang olahraga ini di Tanah Air juga diharapkan mampu menarik minat generasi muda untuk menggeluti bidang yang unik dan menantang ini.

Keikutsertaan di Asian Youth Games 2025 menjadi momentum penting karena Asia merupakan benua dengan beragam budaya dan tradisi yang saling melengkapi. Kerjasama antarnegara dalam mengangkat cabang olahraga yang kurang dikenal akan memberikan peluang bagi perkembangan olahraga lintas budaya dan membuka jalan bagi Indonesia untuk tampil lebih optimal di kompetisi internasional lain di masa depan.

Dengan dukungan penuh dari organisasi dan stakeholder terkait, POUI menargetkan pembinaan atlet lebih massif untuk meningkatkan kompetensi serta memperkuat jaringan olahraga unta. Rencana jangka panjang juga mencakup penyelenggaraan event nasional dan regional sehingga dapat menciptakan ekosistem olahraga unta yang kokoh di Tanah Air.

Data dari ajang AYG 2025 menunjukkan bahwa terdapat 16 peserta yang berlaga di cabor balap unta, dan Indonesia berhasil mengirimkan 4 atlet muda di antaranya. Ini merupakan awal yang positif dalam pembukaan peluang baru bagi perkembangan cabang olahraga ini.

Partisipasi Indonesia pada Asian Youth Games tidak hanya menjadi catatan sejarah olahraga nasional, tetapi juga mengukuhkan posisi Indonesia dalam platform olahraga internasional yang memiliki ragam dan kekayaan budaya. Perjalanan Indonesia di cabor balap unta baru dimulai, dan ke depan diharapkan bakal membawa prestasi lebih membanggakan serta menginspirasi perkembangan olahraga tradisional lain di tingkat Asia maupun global.

Exit mobile version