PSIM Yogyakarta berhasil mengamankan kemenangan penting saat menjamu Persik Kediri dalam laga pekan ke-11 Super League 2025/2026. Pertandingan yang berlangsung ketat itu juga diwarnai insiden dua kartu merah yang diterima kedua tim, namun akhirnya PSIM mampu memetik tiga poin dengan skor tipis 2-1.
Jalannya Pertandingan
Sejak menit awal, PSIM menunjukkan inisiatif menyerang di hadapan pendukungnya sendiri. Namun Persik menjalankan strategi disiplin untuk menahan gempuran tuan rumah sehingga babak pertama berakhir tanpa gol. Memasuki babak kedua, Persik berani tampil lebih terbuka dan mencoba menciptakan peluang. Sayangnya, perubahan taktik tersebut berbuah kesempatan untuk PSIM.
Pada menit ke-49, Nermin Haljeta membuka keunggulan tim tuan rumah dengan menuntaskan umpan matang dari Pulga Vidal. Gol ini memberi PSIM kepercayaan diri untuk terus menggempur pertahanan tamu. Tidak lama kemudian, pada menit ke-61, PSIM mendapatkan hadiah penalti setelah Henhen Herdiana melakukan pelanggaran keras terhadap Anton Fase di kotak terlarang.
Wasit langsung mengeluarkan kartu merah untuk Henhen Herdiana karena pelanggarannya yang dinilai berbahaya. Ze Valente yang menjadi eksekutor berhasil mengeksekusi penalti dengan baik sehingga skor berubah menjadi 2-0. Meskipun harus bermain dengan 10 pemain, Persik tidak menyerah dan menunjukkan semangat juang tinggi.
Persik memperkecil ketertinggalan melalui gol Ezra Walian pada menit ke-63 yang memanfaatkan umpan matang dari Mohammad Khanafi. Gol ini membuat pertandingan semakin ketat dan menambah tekanan bagi PSIM. Namun, PSIM juga harus kehilangan satu pemain setelah Pulga Vidal diusir wasit akibat pelanggaran keras yang berujung kartu kuning kedua pada menit ke-85.
Meski kedua tim sama-sama bermain dengan 10 orang di menit-menit akhir, PSIM mampu menjaga ketahanan pertahanan mereka. Persik terus berusaha menggempur dan mencari gol penyama, namun upaya mereka gagal membuahkan hasil hingga peluit panjang dibunyikan. PSIM akhirnya menang tipis 2-1 atas Persik.
Dampak Kemenangan dan Klasemen
Kemenangan ini sangat berharga bagi PSIM Yogyakarta karena membawa mereka naik ke posisi dua klasemen sementara Super League 2025/2026 dengan mengumpulkan 18 poin dari 10 pertandingan. Persik Kediri sendiri masih terpaku di posisi 11 dengan 11 poin dari jumlah laga yang sama.
Susunan Pemain
PSIM menurunkan skuad andalan mereka dengan formasi yang cukup kompak:
- Cahya (Kiper)
- Rea
- Gaston
- Yamadera
- Raka
- Rahmatzoda
- Ze Valente
- Olivier
- Suidin
- Pulga Vidal
- Nermin Haljeta
Sementara itu, Persik gagal memaksimalkan potensi skuadnya yang terdiri dari:
- Navacchio (Kiper)
- Henhen Herdiana
- Mukhtorov
- Moreira
- Yoga
- Garcia
- Ferreira
- Wigi
- Ladera
- Ezra Walian
- Enrique
Kartu merah yang diterima oleh Henhen Herdiana dan Pulga Vidal menjadi momen penting dalam pertandingan ini. Keduanya mempengaruhi dinamika permainan sehingga pertandingan berlangsung lebih keras dan tensi meningkat.
Di sisa pertandingan musim ini, PSIM masih berpeluang memperbaiki posisi mereka jika mampu menjaga konsistensi kemenangan. Sedangkan Persik harus segera membenahi strategi dan performa agar tidak terus terjebak di zona bawah klasemen.
Pertandingan ini menjadi bukti bahwa kedisiplinan dan pengelolaan pemain sangat krusial dalam meraih kemenangan di kompetisi tingkat tinggi seperti Super League. Pengalaman dan semangat juang yang tinggi juga berperan dalam menjaga mental tim meskipun mengalami tekanan dari situasi jumlah pemain yang kurang.
PSIM kini dapat menatap laga-laga berikutnya dengan modal optimis setelah sukses melibas Persik di laga kandang yang sarat emosi dan tensi tinggi.
Source: www.medcom.id
