Komite Disiplin FIFA secara resmi menjatuhkan sanksi kepada PSSI dan dua pemain keturunan Timnas Indonesia, Shayne Pattynama dan Thom Haye. Sanksi ini terkait insiden pelanggaran disiplin yang terjadi pada pertandingan Kualifikasi Piala Dunia 2026 Zona Asia pada Oktober 2025.
PSSI didenda sebesar 50.000 Swiss Franc atau sekitar Rp 1 miliar karena insiden pelemparan botol oleh suporter Indonesia. Insiden tersebut terjadi pada menit ke-85 saat suporter melempar botol plastik ke lapangan, yang memicu tindakan disiplin dari FIFA berdasarkan Pasal 17.2.b mengenai ketertiban dan keamanan pertandingan.
Selain denda kepada federasi, FIFA juga memberikan sanksi kepada dua pemain keturunan Indonesia, yaitu Shayne Pattynama dan Thom Haye. Keduanya dikenai denda masing-masing sebesar 5.000 Swiss Franc atau sekitar Rp 100 juta. Selain denda, mereka juga harus menanggung larangan bertanding selama empat pertandingan.
Pelanggaran yang dilakukan kedua pemain dikategorikan sebagai perilaku buruk dan tidak sportif terhadap ofisial pertandingan. Hal ini berdasarkan Pasal 14.1.j dari regulasi disiplin FIFA yang mengatur etika dan perilaku pemain selama ajang internasional.
Insiden pelemparan botol oleh suporter menunjukkan kurangnya pengendalian kerumunan dan aspek keamanan di stadion. FIFA menekankan bahwa federasi harus bertanggung jawab penuh terhadap situasi tersebut dan meningkatkan pengawasan pada ajang pertandingan nasional.
Larangan bermain berdampak langsung pada komposisi Timnas Indonesia. Pelatih dan manajemen harus menyiapkan strategi untuk mengatasi absennya kedua pemain yang akan melewatkan empat pertandingan Kualifikasi Piala Dunia mendatang.
Sanksi ini menjadi peringatan keras bagi PSSI dan seluruh elemen sepak bola di Indonesia agar menjaga ketertiban serta sportifitas dalam setiap pertandingan. Penting bagi federasi untuk melakukan edukasi kepada suporter terkait sikap yang harus diterapkan selama pertandingan untuk mencegah terulangnya kejadian serupa.
FIFA menegaskan bahwa menjaga integritas kompetisi merupakan hal utama yang harus diutamakan. Seluruh pihak dalam sepak bola nasional diharapkan menjadikan keputusan ini sebagai pembelajaran untuk memperbaiki manajemen keamanan dan disiplin pemain di masa depan.
Pengawasan ketat terhadap suporter dan peningkatan pemahaman etika bertanding perlu dilakukan segera oleh PSSI. Langkah konkret tersebut menjadi kunci dalam mencegah pelanggaran yang dapat merugikan nama baik sepak bola Indonesia di mata internasional.
Keputusan FIFA ini juga menunjukkan bahwa pelanggaran individu maupun kolektif membawa konsekuensi serius. Oleh karena itu, seluruh pemain dan ofisial tim wajib bertindak sesuai regulasi demi menjaga suasana pertandingan yang kondusif dan sportif.
Dengan adanya sanksi ini, PSSI diharapkan mengambil tindakan cepat dan tegas agar insiden keamanan dan perilaku yang merugikan dapat diminimalkan pada kejadian-kejadian berikutnya. Hal ini penting agar Timnas Indonesia dapat fokus berprestasi tanpa terganggu masalah di luar lapangan.
Baca selengkapnya di: www.suara.com




