
Raymond Indra/Nikolaus Joaquin harus puas menjadi runner up Korea Masters 2025 setelah kalah dari pasangan tuan rumah Lee Jongmin/Wang Chan. Pertandingan final berlangsung ketat dengan skor 21-16, 16-21, dan 6-21, di mana Raymond/Joaquin tampil kurang sabar terutama pada dua gim terakhir.
Pasangan unggulan keenam ini mengakui bahwa terburu-buru dalam menyerang membuat mereka sering melakukan kesalahan sendiri. Kesalahan tersebut memberi kesempatan kepada Lee/Wang untuk mengatur ritme permainan dan akhirnya membalikkan keadaan menjadi kemenangan bagi wakil Korea Selatan.
Performa Raymond/Joaquin di Final
Pada gim pertama, Raymond/Joaquin mampu mengendalikan permainan dengan pola menyerang yang efektif. Menurut Joaquin, pola tersebut berhasil membuat mereka unggul dengan skor 21-16. Namun, saat memasuki gim kedua, Lee dan Wang mulai membaca permainan dan mengantisipasi setiap pukulan pasangan Indonesia.
Di gim kedua dan ketiga, Raymond/Joaquin kehilangan konsistensi dan terlalu tergesa-gesa dalam mencari poin. Joaquin menyatakan, “Kami kurang mengantisipasi serangan lawan dan terbawa nafsu saat sedang memimpin.” Kondisi ini membuat lawan lebih mudah meraih poin dan menguasi pertandingan.
Evaluasi dan Rencana Perbaikan
Raymond mengemukakan bahwa stamina mereka menurun pada gim ketiga sehingga sulit membunuh rally lawan. “Di gim ketiga, tenaga sudah habis dan susah mencari poin,” ungkapnya. Keduanya sepakat bahwa kekurangan utama adalah kurangnya kesabaran dan kematangan dalam mengelola permainan.
Joaquin juga menyoroti permainan lawan yang lebih sabar dan aman. Lee/Wang mampu mempertahankan strategi main safe, menunggu situasi yang tepat untuk melakukan serangan balik. Hal ini menjadi pelajaran penting bagi pasangan Indonesia agar mampu meningkatkan pola pertahanan dan kerasinya dalam pertandingan mendatang.
Fokus pada Peningkatan Teknik
Sebagai bahan evaluasi, Raymond/Joaquin berencana melatih power pukulan dan kemampuan membaca pola pertandingan lawan. “Kami perlu meningkatkan power dan bola sambungan agar tidak mudah dikembalikan oleh lawan yang memiliki pengembalian bagus,” kata Raymond. Mereka juga ingin memperbaiki permainan agar tidak terburu-buru dalam mengambil risiko sehingga mampu lebih sabar saat bermain.
Ke depan, Raymond/Joaquin bertekad belajar dari pengalaman ini agar dapat tampil lebih matang dan konsisten. Kesabaran dalam memainkan setiap poin dinilai menjadi kunci agar tidak mudah tertekan oleh lawan yang mempunyai permainan rapi seperti wakil Korea Selatan.
Pencapaian di Korea Masters 2025
Meski harus mengalah, prestasi melaju hingga final di Korea Masters 2025 menjadi bukti kemajuan pasangan ini. Keduanya terus menunjukkan potensi dan kemampuan bersaing di level internasional. Pengalaman di turnamen besar tentu sangat berguna untuk pengembangan karier mereka ke depan.
Dengan evaluasi yang matang dan peningkatan teknik secara konsisten, Raymond Indra/Nikolaus Joaquin berpeluang memperbaiki catatan mereka di turnamen-turnamen berikutnya. Kesabaran dan penguasaan strategi akan menjadi kunci keberhasilan bagi mereka menghadapi lawan-lawannya di kompetisi dunia bulu tangkis.
Baca selengkapnya di: www.medcom.id



