Penampilan wakil Asia di Piala Dunia U-17 2025 menunjukkan perbedaan signifikan dari segi hasil. Dari sembilan negara Asia yang bertanding, hanya empat tim yang lolos ke babak 32 besar. Jepang, Korea Selatan, Uzbekistan, dan Korea Utara melaju ke babak knock-out setelah menunjukkan performa yang cukup baik di fase grup.
Indonesia mengalami hasil yang kurang menggembirakan meski mampu memenangkan satu laga. Timnas Indonesia U-17 mengakhiri fase grup di posisi ketiga grup H dengan tiga poin dan selisih gol minus lima. Kemenangan 2-1 atas Honduras pada laga terakhir belum cukup membawa mereka ke babak selanjutnya karena persaingan ketat dengan tim lain.
Tiga negara Asia lainnya justru mencatat hasil yang lebih buruk dari Indonesia. Qatar sebagai tuan rumah hanya mengumpulkan dua poin dari tiga pertandingan. Mereka gagal menang dan harus puas berada di peringkat ke-11 klasemen peringkat ketiga terbaik, satu peringkat di bawah Indonesia.
Uni Emirat Arab (UEA) juga tampil buruk dengan hanya meraih satu poin di grup C. UEA bermain imbang 1-1 melawan Kosta Rika dan kalah di dua laga lainnya. Tajikistan menjadi wakil Asia dengan rekor terburuk sepanjang turnamen, tanpa satupun poin dan kebobolan hingga 19 gol di grup I.
Meski Arab Saudi sempat bersaing di grup L, mereka tidak lolos ke babak berikutnya. Arab Saudi finis di posisi ketiga dan memasuki daftar peringkat ketiga terbaik di posisi kesembilan dengan tiga poin dan selisih gol minus dua. Hasil ini mengindikasikan sulitnya persaingan di turnamen tingkat dunia ini.
Perbandingan Hasil Wakil Asia di Piala Dunia U-17 2025
- Jepang: Juara grup B, tanpa kekalahan, tujuh poin
- Korea Selatan: Runner-up grup F
- Uzbekistan: Runner-up grup J
- Korea Utara: Posisi ketiga grup G, lolos sebagai salah satu peringkat ketiga terbaik
- Indonesia: Posisi ketiga grup H, tiga poin, selisih gol minus lima
- Arab Saudi: Posisi ketiga grup L, tiga poin, selisih gol minus dua
- Qatar: Posisi ketiga grup A, dua poin
- Uni Emirat Arab: Posisi keempat grup C, satu poin
- Tajikistan: Posisi keempat grup I, nol poin, kebobolan 19 gol
Data ini memperlihatkan bahwa Indonesia masih mampu mencatat hasil yang lebih baik ketimbang Qatar, UEA, dan Tajikistan dalam turnamen kali ini. Meskipun tidak berhasil melaju ke babak knock-out, capaian kemenangan atas Honduras menjadi catatan bersejarah bagi Indonesia di Piala Dunia U-17.
Menurut analisis Beritasatu, performa wakil Asia menunjukkan keberagaman yang cukup lebar di turnamen ini. Jepang menjadi mercusuar ketangguhan benua dengan catatan tak terkalahkan. Sementara itu, sejumlah negara lainnya masih harus memperbaiki kualitas dan konsistensi performa di level internasional usia muda.
Indonesia sendiri mendapat apresiasi karena berhasil membawa kemenangan setelah dua kekalahan di awal fase grup. Pelatih dan pihak terkait diminta untuk terus berbenah demi persiapan lebih matang menghadapi kompetisi berikutnya. Catatan minor seperti selisih gol negatif perlu menjadi perhatian untuk memperkuat pertahanan tim.
Piala Dunia U-17 2025 yang berlangsung di Doha ini menjadi panggung penting bagi negara-negara Asia untuk menguji kemampuan pembinaan usia muda. Kualitas kompetisi yang ketat menuntut strategi dan pengembangan pemain yang lebih optimal. Keberhasilan lolos ke babak knock-out masih menjadi target utama bagi sebagian besar negara Asia ke depan.
Secara keseluruhan, hasil yang didapat Timnas Indonesia U-17 masih lebih baik dibandingkan tiga negara Asia lain yang gagal meraih poin positif lebih dari satu. Ini menjadi bukti kemajuan sepak bola muda Indonesia dalam kompetisi dunia yang sangat kompetitif dan menantang. Peluang untuk memperbaiki hasil di Piala Dunia U-17 selanjutnya tentu akan terus diperjuangkan Timnas Indonesia.
Baca selengkapnya di: www.beritasatu.com




