Bukan Cedera, Ini Alasan Sebenarnya Anthony Ginting dan Leo/Bagas Absen di Australian Open 2025

Tiga atlet bulu tangkis andalan Indonesia dipastikan absen dari turnamen BWF World Tour Super 500 Australian Open 2025. Mereka adalah Anthony Sinisuka Ginting, Mohammad Zaki Ubaidillah, serta pasangan ganda putra Bagas Maulana/Leo Rolly Carnando.

Persatuan Bulu Tangkis Seluruh Indonesia (PBSI) mengumumkan keputusan ini setelah evaluasi menyeluruh terhadap kondisi fisik dan agenda kompetisi atlet. Penyesuaian ini diambil untuk mengoptimalkan pembinaan dan prestasi jangka panjang Indonesia di bulu tangkis.

Anthony Ginting Fokus pada Momen Keluarga

Anthony Ginting tidak akan bertanding karena bertepatan dengan kelahiran anak pertamanya. Eng Hian, Kepala Bidang Pembinaan dan Prestasi PBSI, menyatakan bahwa keluarga menjadi bagian penting untuk keseimbangan hidup atlet.

PBSI memberikan dukungan penuh kepada Ginting agar dapat mendampingi keluarganya. Menurut Eng Hian, istirahat ini diperkirakan akan meningkatkan motivasi dan performanya pada musim 2026.

Mohammad Zaki Ubaidillah Pilih Prioritaskan Pendidikan

Selain Ginting, Mohammad Zaki Ubaidillah juga absen akibat jadwal turnamen yang bentrok dengan ujian akademik. PBSI menilai pentingnya keseimbangan antara karier dan pendidikan dalam pembinaan atlet.

Eng Hian menegaskan, pendidikan merupakan bagian penting dalam pengembangan pribadi atlet. Komitmen Ubed terhadap sekolah dipandang sebagai pembentukan karakter yang seimbang.

Bagas Maulana dan Leo Rolly Carnando Fokus Persiapan SEA Games

Pasangan ganda putra Bagas Maulana dan Leo Rolly Carnando tidak ikut serta karena difokuskan pada persiapan SEA Games 2025. Turnamen tersebut menjadi prioritas nasional yang menuntut kondisi fisik dan mental terbaik.

PBSI ingin Bagas dan Leo memiliki waktu intensif untuk pemulihan dan latihan. Upaya ini diharapkan menjadikan mereka lebih siap menghadapi ajang bergengsi tersebut.

Pasangan Amri Syahnawi/Nita Violina Absen Akibat Faktor Kesehatan

Tidak hanya ketiga nama utama, pasangan Amri Syahnawi dan Nita Violina Marwah juga batal tampil karena Amri mengalami sakit cacar. Waktu persiapan yang terbatas membuat mereka harus mengundurkan diri demi menjaga kondisi.

Keputusan ini diambil untuk memastikan mereka pulih total sebelum kembali berlaga. Menurut Eng Hian, menjaga kesehatan atlet menjadi prioritas utama dalam setiap penentuan.

Strategi Pembinaan PBSI Berorientasi Jangka Panjang

Seluruh keputusan penyesuaian pemain dilakukan dengan penuh pertimbangan guna mencapai tujuan pembinaan jangka panjang. PBSI menjadikan setiap turnamen sebagai tolok ukur efektivitas program dan evaluasi menuju musim berikutnya.

Eng Hian optimistis Indonesia akan tetap menjadi kekuatan utama bulu tangkis dunia. Melalui perencanaan kompetitif dan strategi yang matang, peningkatan prestasi atlet diharapkan terus berlanjut.

Keputusan untuk menyesuaikan partisipasi atlet pada Australian Open 2025 menegaskan komitmen PBSI dalam mengelola pembinaan atlet secara holistik. Fokus utama adalah keseimbangan antara prestasi, kesehatan, pendidikan, dan kesiapan mental agar Indonesia semakin kompetitif di level internasional.

Exit mobile version