PSSI Jangan Naturalisasi Pemain Keturunan Ini, Risiko Kaki Kaca Seperti Gareth Bale!

PSSI dihadapkan pada dilema dalam proses naturalisasi pemain keturunan untuk memperkuat Timnas Indonesia. Baru-baru ini, Tristan Gooijer, salah satu pemain keturunan yang tengah menjadi incaran, kembali mengalami cedera serius pada hamstring saat bermain di kompetisi Eredivisie bersama PEC Zwolle. Cedera ini menjadi peringatan keras mengingat sebelumnya Gooijer juga mengalami cedera lutut parah yang memaksanya absen panjang.

Insiden cedera Gooijer terjadi saat sprint mengejar pemain NEC Nijmegen, Kodai Sano. Ia langsung memegangi bagian belakang paha sebelum terjatuh ke tanah. Pelatih PEC Zwolle, Henry van der Vegt, menyatakan kekhawatirannya akan kondisi pemain berusia 19 tahun ini. Menurutnya, cedera tersebut terlihat cukup serius dan menjadi pukulan berat bagi Gooijer yang sedang berusaha bangkit dari cedera sebelumnya.

Faktor Risiko Cedera Pemain Keturunan

Gooijer bukan satu-satunya pemain keturunan yang memiliki riwayat cedera serius sejak awal karier profesionalnya. Kondisi seperti ini penting untuk diperhatikan sebelum PSSI memutuskan proses naturalisasi. Jika pemain memiliki "kaki kaca" atau rentan cedera, ini dapat membahayakan kestabilan Timnas Indonesia dalam jangka panjang.

Contoh lain dari fenomena ini adalah Gareth Bale, mantan bintang Real Madrid yang dikenal memiliki masalah cedera kronis sepanjang kariernya. Meski memiliki bakat luar biasa, keluhan cedera membuat performanya sering gagal konsisten dan menyulitkan tim dalam meraih hasil optimal.

Profil Tristan Gooijer dan Potensi Masa Depan

Tristan Gooijer lahir di Blaricum, Belanda, tahun 2004. Ia memulai karier dari akademi lokal sebelum direkrut Ajax Amsterdam pada usia muda. Gooijer dikenal sebagai pemain belakang yang fleksibel, bisa bermain di posisi bek kanan, bek tengah, maupun sayap kanan. Debut seniornya bersama Ajax sudah tercatat sejak akhir 2023.

Bakal potensi besar Gooijer memang menarik bagi PSSI yang ingin memperkuat lini belakang Timnas Indonesia. Namun, proses pemulihan panjang akibat cedera hamstring dan lutut patut menjadi pertimbangan utama sebelum langkah naturalisasi diambil.

Pertimbangan PSSI Soal Naturalisasi

Mengacu pada kondisi Gooijer dan pengalaman beberapa pemain keturunan lainnya, berikut beberapa poin yang layak menjadi bahan evaluasi PSSI:

  1. Riwayat Cedera
    Pastikan pemain yang akan dinaturalisasi memiliki catatan kebugaran dan ketahanan fisik yang baik.

  2. Kemampuan dan Konsistensi Performa
    Pemain harus membuktikan performa stabil di kompetisi tinggi, bukan hanya potensi semu.

  3. Komitmen dan Kesiapan Mental
    Pemain harus menunjukkan komitmen jangka panjang pada sepak bola Indonesia dan kesiapan beradaptasi.

  4. Manajemen Risiko
    Tim medis dan pelatih harus siap menangani potensi cedera agar proses integrasi berjalan lancar.

Pendapat Tristan Gooijer Tentang Timnas Indonesia

Dalam sebuah wawancara, Gooijer mengaku menghormati perkembangan sepak bola Indonesia dan tidak menutup kemungkinan memperkuat Timnas di masa depan. Namun, fokus utamanya saat ini adalah pemulihan penuh dan membangun karier di Ajax. Sikap realistis ini menunjukkan dia tidak terburu-buru memutuskan proses naturalisasi tanpa kondisi fisik ideal.

PSSI harus mempertimbangkan situasi ini dengan matang. Naturalisasi pemain keturunan sehebat apapun jika dibarengi dengan masalah fisik kronis bisa menjadi bumerang bagi tim. Konsistensi dan ketahanan fisik adalah modal utama untuk berprestasi di level internasional.

Dengan memperhatikan pengalaman Gooijer, PSSI diharapkan melakukan seleksi ketat dan mempertimbangkan risiko cedera sebelum mengesahkan naturalisasi. Langkah ini penting untuk menjaga kualitas dan kontinuitas prestasi Timnas Indonesia ke depan.

Baca selengkapnya di: www.suara.com
Exit mobile version