Steve McClaren resmi mengundurkan diri sebagai pelatih Timnas Jamaika setelah gagal membawa timnya lolos otomatis ke Piala Dunia 2026. Keputusan tersebut diambil beberapa menit setelah Jamaika hanya mampu bermain imbang 0-0 kontra Curaçao pada laga penentuan di Kingston.
Jamaika sebenarnya membutuhkan kemenangan untuk memastikan tiket langsung ke Piala Dunia, yang akan menjadi penampilan pertama mereka sejak 1998. Peluang mereka sempat terbuka saat mendapatkan penalti di masa tambahan waktu, namun akhirnya pembatalan oleh VAR membuat kesempatan itu hilang.
Alasan Mundurnya Steve McClaren
Dalam konferensi pers pasca pertandingan, McClaren mengungkapkan bahwa mundur adalah bentuk tanggung jawab atas kegagalan tim. Ia mengatakan, "Saya selalu percaya bahwa kepemimpinan adalah bentuk pelayanan. Hari ini, cara terbaik saya melayani tim adalah memberi kesempatan kepada orang lain untuk memimpin."
Mantan pelatih Inggris ini memang memiliki pengalaman cukup mumpuni dan pernah menangani beberapa tim besar dalam kariernya. Keputusan mundur ini lahir dari refleksi mendalam tentang arah perkembangan tim. Steve juga menyampaikan rasa terima kasih kepada pemain dan pendukung Jamaika yang setia mendukung selama ini.
Peluang Melatih di Tempat Lain, Termasuk Indonesia?
Dengan mundurnya McClaren, banyak pihak mulai bertanya apakah PSSI (Persatuan Sepak Bola Seluruh Indonesia) tertarik untuk merekrutnya sebagai pelatih Timnas Indonesia. Saat ini posisi pelatih tim nasional Indonesia memang masih kosong dan sedang mencari figur yang dapat membawa kemajuan sepak bola Tanah Air.
Steve McClaren dinilai memiliki kemampuan membangun tim dari dasar dan pengalaman internasional yang luas. Hal ini menjadi daya tarik tersendiri bagi federasi yang ingin meningkatkan prestasi sepak bola nasional. Dalam sejarahnya, McClaren pernah sukses memimpin tim seperti Inggris U-21 dan klub-klub di Liga Primer Inggris.
Tantangan dan Harapan untuk PSSI
Jika PSSI serius mempertimbangkan McClaren, ada beberapa hal yang perlu diperhatikan:
- Adaptasi dengan kultur sepak bola Indonesia yang unik dan gaya bermain lokal.
- Komunikasi dengan pemain dan pengurus untuk membangun sinergi tim yang solid.
- Target jangka pendek dan panjang terkait prestasi di kompetisi Asia dan dunia.
Berkaca pada pengalaman gagal lolos otomatis ke Piala Dunia 2026 bersama Jamaika, McClaren diyakini akan membawa pelajaran berharga untuk meningkatkan kualitas timnas.
Meskipun Jamaika masih punya kesempatan lewat jalur playoff antarkonfederasi pada Maret mendatang, McClaren memastikan dirinya tidak akan menemani tim dalam fase itu. Keputusan ini membuka peluang bagi figur pelatih baru termasuk kemungkinan kehadirannya di Indonesia.
Dengan rekam jejak dan reputasi yang dimiliki, Steve McClaren menjadi salah satu kandidat menonjol yang pantas diperhitungkan oleh PSSI. Ke depannya, publik sepak bola Tanah Air tentu menunggu keputusan resmi dari federasi untuk mengisi posisi yang krusial ini.
Kegagalan Jamaika sekaligus pengunduran diri McClaren menjadi momen penting sebagai evaluasi sekaligus peluang baru bagi karier pelatih asal Inggris ini. Sementara itu, PSSI terus mencari sosok yang tepat untuk mengangkat prestasi Timnas Indonesia ke level yang lebih tinggi.
Baca selengkapnya di: www.suara.com