Jojo Tersingkir Dini dari Australian Open 2025
Jonatan Christie, unggulan utama Australian Open 2025, gagal melaju ke babak selanjutnya setelah kalah pada babak pertama. Ia tumbang dua gim langsung dengan skor 17-21 dan 7-21 dari Yushi Tanaka asal Jepang dalam pertandingan yang berlangsung hanya 32 menit di Sydney.
Performa Buruk dan Akui Kesalahan
Jojo mengakui kualitas permainannya sangat buruk pada laga tersebut. "Hari ini sangat jauh dengan apa yang sudah dipersiapkan. Jelek mainnya dan tidak bisa berkembang," ujarnya kepada PP PBSI.
Perjalanan Pertandingan
Gim pertama berlangsung ketat di awal pertandingan. Jojo sempat unggul 7-3, namun Tanaka berhasil mengejar dan menyamakan skor hingga 9-9.
Setelah itu momentum berbalik ke Tanaka yang menutup interval dengan keunggulan 11-9. Jojo gagal mengembalikan kendali permainan usai interval gim pertama.
Tanaka tampil semakin percaya diri dan memperlebar jarak menjadi 19-13 dengan lima poin beruntun. Meskipun Jojo sempat meraih tiga poin berturut-turut, gim pertama akhirnya dimenangkan Tanaka 21-17.
Dominasi Tanaka di Gim Kedua
Memasuki gim kedua, Tanaka melanjutkan performa positifnya dengan merebut empat poin beruntun. Ia unggul telak 11-4 saat interval.
Paruh kedua gim kedua menjadi milik Tanaka sepenuhnya. Jojo sering melakukan kesalahan sendiri, seperti pengembalian yang tersangkut jaring dan pukulan melebar keluar lapangan.
Tanaka meraih kemenangan meyakinkan 21-7 di gim kedua dan mengunci kemenangan match point sebanyak 13 kali.
Pelajaran Berharga bagi Jojo
Jojo menilai pertandingan melawan Tanaka memberikan pelajaran penting. Ia menyadari perlu menyegarkan pikiran agar dapat tampil optimal kembali.
Ia bertekad membuang kegagalan yang lalu dan fokus ke depan, khususnya menghadapi turnamen BWF World Tour Finals yang akan datang. "Belajar dari sini, benar-benar pikirannya harus direfresh dulu," jelasnya.
Data Rekap Pertandingan
- Durasi Pertandingan: 32 menit
- Skor Gim 1: 17-21
- Skor Gim 2: 7-21
- Lawan: Yushi Tanaka (Jepang)
- Lokasi: Quaycentre, Sydney
Pandangan Ahli dan Media
PBSI dan media bulu tangkis mencatat hasil ini sebagai kejutan mengingat status Jonatan Christie sebagai unggulan utama. Pakar menilai tekanan turnamen dan kondisi fisik menjadi faktor penentu performa Jojo yang jauh dari standar.
Jojo kini harus cepat bangkit untuk menjalani persiapan intensif menghadapi turnamen-turnamen penting lainnya tahun ini. Kerja keras dan evaluasi menjadi kunci untuk kembali ke tingkat performa terbaiknya.
Pertandingan ini sekaligus mengingatkan bahwa level kompetisi di turnamen dunia semakin ketat dan memerlukan kesiapan mental dan teknik maksimal setiap saat. Jojo dan tim pelatih akan memanfaatkan pengalaman ini sebagai perbaikan strategi kedepan.
Bagi para penggemar bulu tangkis Indonesia, kegagalan Jojo di Australian Open 2025 menjadi momen introspeksi sekaligus dorongan untuk terus mendukung pebulutangkis kebanggaan nasional ini. Prestasi masa depan akan sangat bergantung pada kemampuan beradaptasi dari pengalaman pahit seperti ini.
Baca selengkapnya di: bola.bisnis.com