Proses pemilihan pelatih baru untuk Timnas Indonesia kini memasuki fase final. Ada enam kandidat utama yang sedang dikaji oleh tim teknis PSSI, menandai persaingan yang semakin ketat dan berbobot.
Menariknya, dua dari enam nama tersebut membawa nuansa khas Barcelona dan filosofi La Masia ke dalam persaingan ini. Hal ini memberi indikasi arah permainan Timnas Indonesia akan mengarah pada penguasaan bola dan sepak bola atraktif ala klub Catalan tersebut.
Kandidat Pelatih dengan Sentuhan Barcelona
Dari enam kandidat, satu nama yang cukup dikenal adalah Felix Sanchez. Dia pernah lama bekerja di akademi Barcelona dan paham betul filosofi permainan berbasis penguasaan bola. Felix membawa Qatar menjadi juara Piala Asia 2019, prestasi yang membuatnya menjadi sosok yang menarik untuk Timnas Indonesia.
Selain Felix, Sergio Alegre juga masuk dalam radar PSSI. Dia merupakan eks asisten Xavi Hernández, pelatih Barcelona saat ini, di klub Al-Sadd. Alegre dikenal memiliki pendekatan taktik yang mirip dengan Xavi, sehingga diharapkan bisa membangun permainan dengan style Barcelona yang khas.
Kandidat Berpengalaman di Asia dan Eropa
Beberapa nama lain yang bersaing juga membawa pengalaman internasional yang mumpuni. Ange Postecoglou, pelatih yang pernah membawa Australia juara Piala Asia 2015 dan tampil di Piala Dunia, merupakan figur dengan rekam jejak terbaik. Namun, peluangnya menjadi pelatih Timnas Indonesia agak rumit karena tuntutan gajinya yang tinggi.
Paulo Bento, pelatih asal Portugal, juga sedang menganggur setelah berpisah dengan Uni Emirat Arab. Prestasi terbarunya adalah mengantarkan Korea Selatan ke babak 16 besar Piala Dunia 2022. Pengalamannya di Asia menjadikan dia kandidat yang layak diperhitungkan.
Juan Antonio Pizzi juga menjadi opsi lain dengan latar belakang pelatih yang pernah mengantar Chile menjuarai Copa America 2016. Kondisinya tanpa klub saat ini membuat peluangnya terbuka.
Terakhir, ada Jesus Casas yang pernah menjadi analis dan pemandu bakat di Barcelona serta asisten pelatih Timnas Spanyol. Profilnya modern dan cocok untuk mengembangkan permainan Timnas ke arah yang lebih progresif.
Keputusan Final di Tangan Erick Thohir
Proses evaluasi terhadap keenam kandidat ini dilakukan intensif bersama Direktur Teknik PSSI, Alexander Zwiers. Setelah itu, hasilnya akan diserahkan kepada Ketua Umum PSSI, Erick Thohir. Dia yang nanti akan mengumumkan keputusan resmi mengenai siapa pelatih baru Timnas Indonesia.
Memilih pelatih dengan sentuhan Barcelona bukan tanpa alasan. Filosofi La Masia yang menekankan penguasaan bola, disiplin taktik, dan pembangunan pemain muda dinilai cocok untuk pengembangan jangka panjang sepak bola Indonesia.
Berbagai pengalaman di kompetisi Asia dan Eropa dari para kandidat menawarkan perspektif luas untuk membawa Timnas Indonesia naik kelas. Dengan kehadiran sosok pelatih bertalenta, diharapkan kualitas permainan tim nasional bisa meningkat signifikan.
PSSI sedang dalam posisi menentukan arah baru sepak bola nasional. Atmosfer bursa pelatih yang menghadirkan nuansa Barcelona ini menjadi pembuktian bahwa Indonesia ingin meraih prestasi lebih dan menerapkan gaya bermain yang progresif serta efektif.
Saat ini, publik dan penggemar sepak bola Indonesia menunggu pengumuman resmi dari Erick Thohir terkait siapa arsitek baru Timnas. Langkah ini penting untuk menghadapi tantangan di kompetisi internasional ke depan.
Baca selengkapnya di: www.suara.com




