
Masalah food waste atau sampah makanan di Indonesia kerap menjadi sorotan karena hampir 40 persen total sampah domestik berasal dari sisa makanan. Selain dari sisi lingkungan, food waste juga berdampak pada ekonomi dan sosial sehingga upaya penanganannya sangat mendesak. Permasalahan ini menjadi perhatian khusus mahasiswa Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Airlangga yang sukses meraih posisi 1st Runner Up di Astra Honda Motor Business Case Competition: GEAR 2025.
Dalam kompetisi yang digelar di Menara Astra pada akhir bulan lalu, Ahmad Insan Kamil dan tim memilih food waste sebagai fokus utama kasus bisnis yang mereka pecahkan. Keputusan memilih isu ini didasarkan pada data fakta yang menegaskan urgensi penanganan sampah makanan. Insan menyampaikan bahwa food waste merupakan sampah dengan nilai ekonomis paling rendah dibandingkan sampah plastik, kaca, atau besi yang masih bisa dijual kembali.
Inovasi Solusi: Atasi Food Waste di Lingkungan AHM
Tim Insan menemukan tiga solusi praktis yang dapat diterapkan dalam lingkungan Astra Honda Motor. Ketiga inovasi ini mempertimbangkan aspek ekonomi, sosial, dan lingkungan agar masalah food waste bisa teratasi secara menyeluruh dan berkelanjutan.
-
Pemanfaatan Data untuk Produksi Efisien
Tim mengusulkan pengumpulan dan pemanfaatan data harian dalam menentukan jumlah produksi makanan. Sistem prasmanan di kantin AHM menjadi titik awal, di mana analisis permintaan makanan harian dilakukan untuk menghindari overproduksi.
Sebagai pelengkap, tim juga mengembangkan ide SmartBin atau tempat sampah pintar. Alat ini mampu menghitung volume sisa makanan, sehingga data yang dikumpulkan bisa dijadikan dasar evaluasi dan keputusan produksi untuk ke depannya. -
Meningkatkan Kesadaran Konsumen
Inovasi berikutnya menargetkan perubahan perilaku konsumen agar lebih bijak dalam mengambil makanan. Edukasi dilakukan dengan dua pendekatan utama: dari sistem dan lewat kampanye sederhana yang bersifat rutin.
Konsep buffet atau prasmanan tidak diubah, namun ditambahkan pengingat serta informasi singkat seputar bahaya food waste. Kampanye dilakukan secara kreatif tanpa mengganggu kebiasaan karyawan. - Manajemen Sampah Berkelanjutan
Langkah selanjutnya adalah mengelola sisa makanan melalui skema sirkular. Sampah makanan yang sudah terlanjur dihasilkan akan dikelola bersama pihak ketiga tanpa membangun infrastruktur baru. Hal ini dilakukan karena jumlah food waste di lingkungan AHM tergolong sedikit sehingga investasi besar tidak diperlukan.
Perjalanan Kompetisi dan Inspirasi bagi Mahasiswa
Seleksi kompetisi ini dimulai secara individu, kemudian peserta dipertemukan dalam kelompok baru. Insan bercerita, pengalaman ini membawanya keluar dari zona nyaman dan menekankan pentingnya mental adaptif. Ia awalnya ragu dengan tema sustainability namun justru menjadikan tantangan sebagai peluang untuk berinovasi.
Menurut Insan, kunci keberhasilan terletak pada kemauan untuk mencoba hal baru serta kemampuan menyelesaikan masalah nyata dengan solusi sederhana dan aplikatif. Semangat ini menjadi inspirasi bagi generasi muda untuk terus peduli pada isu-isu keberlanjutan.
Keberhasilan mahasiswa FEB UNAIR membuktikan bahwa kreativitas dan data-driven decision making dapat memberikan dampak nyata pada permasalahan lingkungan, khususnya food waste. Kolaborasi antara inovasi teknologi dan pendekatan komunikasi efektif menjadi model penanganan yang layak ditiru oleh institusi serta perusahaan lain di Indonesia.
Baca selengkapnya di: unair.ac.id





