Harga mobil listrik asal China diperkirakan akan mengalami kenaikan pada tahun 2026. Kenaikan ini disebabkan oleh melonjaknya biaya produksi baterai, yang merupakan komponen utama mobil listrik.
Tekanan biaya terutama datang dari naiknya harga bahan baku baterai lithium. Lonjakan harga tersebut memicu kenaikan biaya produksi pada sektor hulu industri kendaraan listrik.
Kenaikan Harga Bahan Baku Baterai
Beberapa pemasok bahan baku baterai di China telah mengumumkan penyesuaian harga. Contohnya, Hunan Yuneng New Energy menaikkan biaya pemrosesan mulai awal 2026, seperti dikutip dari Carnewschina.
Produsen lain, Dejia Energy, juga menaikkan harga jual produk baterai hingga dua digit pada akhir 2025. Langkah ini diambil untuk mengantisipasi kenaikan biaya bahan baku yang sulit terkendali.
Harga lithium hexafluorophosphate, bahan elektrolit baterai, melonjak lebih dari dua kali lipat dalam dua bulan terakhir. Kondisi ini menandakan pasokan yang ketat di pasar bahan baku baterai.
Selain itu, harga lithium cobalt oxide yang umum digunakan sebagai material katoda naik lebih dari 150 persen sejak awal tahun hingga November 2025. Kenaikan harga ini memperberat beban biaya produksi baterai secara signifikan.
Dominasi Baterai Lithium Iron Phosphate
Baterai lithium iron phosphate mendominasi lebih dari 80 persen pasar baterai kendaraan listrik di China. Oleh karena itu, fluktuasi harga bahan baku untuk jenis baterai ini berdampak luas pada biaya produksi mobil listrik.
Kenaikan harga lithium carbonate sebagai bahan utama baterai juga turut memperbesar biaya produksi katoda lithium iron phosphate. Hal ini berimbas langsung pada harga jual mobil listrik di pasar massal China.
Strategi Produsen Mobil dan Dampak pada Konsumen
Dalam menghadapi pasokan baterai yang ketat, sejumlah produsen mobil China memperkuat kerja sama dengan pabrikan baterai besar. Tujuannya adalah menjaga kelangsungan produksi dan memitigasi risiko keterlambatan distribusi kendaraan.
Bagi konsumen, tekanan kenaikan biaya ini berpeluang diteruskan melalui harga jual mobil listrik yang lebih tinggi mulai 2026. Walaupun belum jelas berapa besar kenaikan harga yang akan terjadi, tren penurunan harga kendaraan listrik China mulai mengalami perubahan.
Catatan Penting Kenaikan Harga Mobil Listrik China
- Lonjakan harga bahan baku utama baterai, termasuk lithium hexafluorophosphate dan lithium cobalt oxide.
- Penyesuaian harga oleh pemasok baterai besar seperti Hunan Yuneng New Energy dan Dejia Energy.
- Dominasi baterai lithium iron phosphate di pasar yang membuat kenaikan harga material berdampak luas.
- Strategi produsen mobil untuk mengamankan pasokan agar produksi tetap berjalan lancar.
- Potensi kenaikan harga mobil listrik pada tahun 2026 akibat tekanan biaya baterai.
Kenaikan harga mobil listrik ini menandai berakhirnya era penurunan harga yang berlangsung selama beberapa tahun terakhir. Faktor global seperti percepatan transisi energi dan permintaan cepat untuk kendaraan listrik turut memicu tekanan pada rantai pasokan baterai.
Melihat kondisi ini, konsumen dan pelaku industri otomotif listrik perlu bersiap menghadapi fase penyesuaian harga baru. Perubahan ini juga bisa mendorong inovasi dan efisiensi produksi agar harga kendaraan listrik tetap kompetitif di masa depan.







