Dalam beberapa tahun terakhir, desain interior mobil telah mengalami perubahan signifikan yang kadang malah menimbulkan keluhan dari para pengemudi. Produsen mobil kini berusaha menghadirkan tampilan futuristik dan minimalis, tetapi beberapa inovasi justru mengorbankan kenyamanan dan kemudahan penggunaan. Berikut adalah lima kesalahan desain interior yang sering dilakukan oleh produsen mobil dan mengapa hal tersebut membuat pengemudi frustrasi.
1. Menghilangkan panel instrumen di sisi pengemudi
Panel instrumen tradisional yang menampilkan kecepatan, bahan bakar, dan peringatan lainnya merupakan elemen penting yang mudah dilihat saat mengemudi. Namun, beberapa produsen, seperti Tesla, menghilangkan panel ini dan menggantinya dengan layar pusat yang membuat pengemudi harus mengalihkan pandangan lebih sering. Hal ini malah mengurangi kemudahan mengakses informasi penting secara cepat dan meningkatkan risiko gangguan saat mengemudi.
2. Penggunaan kontrol sentuh dengan slider yang tidak responsif
Slider kapasitif untuk mengatur volume atau suhu seringkali kurang sensitif dan sulit digunakan, terutama saat mengenakan sarung tangan atau dalam kondisi tangan basah. Desain ini menghilangkan umpan balik fisik yang memudahkan pengemudi melakukan penyesuaian tanpa harus melihat. Sehingga, pengemudi harus terus mengalihkan perhatian ke layar, mengganggu fokus mengemudi dan tidak efisien dibandingkan knob dan tombol konvensional.
3. Pemakaian trim plastik glossy “piano black”
Trim dengan finishing piano black memang terlihat mewah di foto, tetapi bahan ini cepat tergores dan memunculkan sidik jari serta debu. Akibatnya, interior mobil yang baru terlihat cepat menjadi kotor dan usang. Material ini justru menurunkan kesan premium karena perawatannya yang sulit. Alternatif yang lebih baik adalah bahan matte dengan tekstur yang lebih tahan lama dan tidak mudah kotor.
4. Ketergantungan berlebihan pada layar sentuh
Semua fungsi mulai dari pengaturan klima, mode berkendara, hingga membuka glovebox kini sering dipindahkan ke layar sentuh. Ini mungkin mengurangi jumlah tombol fisik, tetapi juga membuat pengemudi harus menatap layar lebih lama untuk menemukan menu yang diinginkan. Faktor ini meningkatkan risiko gangguan dan menurunkan kenyamanan, apalagi jika perangkat lunak sering diperbarui sehingga tata letak berubah-ubah dan sistem mengalami lag atau error.
5. Pengaturan tuas transmisi yang tidak intuitif
Desain tuas transmisi baru seperti tombol, kenop putar, atau tuas geser yang rumit kadang menyulitkan pengemudi dalam situasi memerlukan pergantian gigi cepat seperti parkir, garasi sempit, atau manuver darurat. Beberapa model, seperti sistem milik Nissan/Infiniti yang memerlukan tiga langkah untuk parkir, menambah kebingungan dan memperlambat respons pengemudi. Posisi tuas yang tidak alami juga menurunkan kecepatan reaksi dan menimbulkan kesalahan dalam pemilihan posisi transmisi.
Perubahan interior mobil harus selalu mengedepankan keselamatan dan kemudahan penggunaan daripada sekadar tren estetika atau teknologi. Bahkan inovasi minimalis pun perlu disesuaikan dengan kebiasaan dan kebutuhan pengemudi nyata. Desain interior yang baik adalah yang memperkuat pengalaman mengemudi, bukan malah menambah beban kognitif atau menghilangkan fungsi dasar yang krusial.
Penting bagi produsen mobil untuk mempelajari dan memperbaiki kesalahan ini, memastikan bahwa fitur-fitur teknologi canggih dapat digunakan dengan mudah dan tidak mengganggu konsentrasi saat berkendara. Integrasi antara kontrol fisik yang familiar dan layar sentuh yang multifungsi menjadi kunci menciptakan kabin kendaraan yang efektif dan menyenangkan untuk pengemudi sehari-hari.
