Advertisement

Mercedes-Benz Gandeng Geely Kembangkan Teknologi Self-Driving untuk Mobil Masa Depan

Mercedes-Benz mengumumkan kolaborasi strategis dengan Qianli Technology Group yang didukung oleh Geely sebagai pemegang saham utama. Inisiatif ini berfokus pada pengembangan teknologi pengemudian otonom melalui entitas baru, Qianli Intelligent Driving. Pembaca mencari kepastian mengenai kerja sama antara merek otomotif besar Jerman dan salah satu kekuatan otomotif Cina ini, terutama dalam konteks percepatan inovasi kendaraan tanpa pengemudi yang kompetitif di pasar global.

Integrasi yang dilakukan tidak terbatas pada transfer teknologi, namun menyatukan struktur organisasi, platform teknologi, sistem data, dan rencana produk dalam satu kerangka operasional baru yang efisien. Mercedes-Benz dan mitranya sepakat pada konsolidasi lintas departemen serta lapisan teknis sehingga kolaborasi berlangsung secara menyeluruh, bukan sekadar kerja sama parsial pada pengembangan perangkat lunak atau perangkat keras saja.

Fokus Pengembangan Teknologi

Manajemen Qianli Intelligent Driving menegaskan bahwa inovasi teknologi pengemudian otonom dan pengiriman produk menjadi prioritas utama setelah integrasi. Terdapat perubahan signifikan terkait pendekatan riset dan pengembangan. Setelah restrukturisasi, tim fokus pada "rasio model tinggi" di arsitektur sistemnya. Pendekatan ini bermakna peningkatan porsi algoritma dan model kecerdasan buatan dalam sistem, sehingga efisiensi pemanfaatan data lebih optimal dan generalisasi model menjadi lebih baik pada situasi nyata.

Alih-alih memperbanyak penambahan fitur atau modul terpisah, tim teknis Mercedes-Benz dan Qianli Intelligent Driving kini memprioritaskan penyederhanaan logika berbasis aturan. Cara ini dinilai menurunkan kompleksitas sistem serta membuka peluang sistem tetap konsisten di berbagai skenario lalu lintas, termasuk lingkungan perkotaan yang padat maupun perjalanan jarak jauh lintas wilayah.

Langkah-langkah Strategis Kemitraan

Berikut ini adalah beberapa langkah utama yang dilakukan dalam konsolidasi kemitraan Mercedes-Benz dan Qianli Intelligent Driving:

  1. Penggabungan struktur organisasi lintas divisi dalam satu kerangka operasional baru.
  2. Integrasi penuh pada platform teknologi dan sistem data agar menunjang pengembangan otonom secara efisien.
  3. Penetapan fokus pada pengembangan model kecerdasan buatan yang mampu menghadapi beragam skenario lalu lintas.
  4. Penyesuaian perencanaan produk dan inovasi agar selaras dengan strategi perusahaan secara global.
  5. Kolaborasi lintas tim manajemen dari Mercedes-Benz, Qianli Technology, dan Geely untuk memperkuat riset serta pengiriman produk inovatif.

Implikasi untuk Industri Otomotif

Hingga saat ini, pihak terkait belum mengumumkan secara rinci spesifikasi sistem pengemudian otonom yang tengah dikembangkan maupun jadwal peluncurannya ke pasar. Begitu juga dengan rencana penerapan pada model kendaraan tertentu masih menjadi rahasia internal konsorsium tersebut. Namun, pelaku industri memperkirakan bahwa langkah integrasi ini akan memperkuat posisioning Mercedes-Benz dalam persaingan global mengingat Geely memiliki jaringan sumber daya dan pengalaman produksinya yang luas di Asia.

Persaingan di sektor teknologi otonom kian ketat seiring lonjakan investasi dari pemain besar. Tren saat ini menunjukkan perusahaan tidak hanya mencari keunggulan dari sisi fitur namun juga efisiensi inovasi model algoritma kecerdasan buatan yang handal di segala kondisi jalan. Kerja sama strategis Mercedes-Benz dengan Qianli dan Geely menjadi tonggak penting dalam upaya mendorong revolusi baru kendaraan cerdas di masa mendatang.

Dengan kemitraan ini, peluang transformasi di bidang pengemudian otonom semakin besar. Konsumen di berbagai wilayah dapat mengharapkan hadirnya solusi kendaraan pintar yang tidak hanya canggih namun juga andal serta teruji di kondisi lalu lintas nyata.

Baca selengkapnya di: wartaekonomi.co.id

Berita Terkait

Back to top button