Advertisement

Wall Street Melemah, Saham Teknologi dan Perak Kompak Alami Penurunan

Tekanan pada pasar modal Amerika Serikat semakin terasa ketika S&P 500 mencatat penurunan sebesar 0,2%. Pelemahan ini paling terasa pada saham-saham sektor teknologi yang selama ini menjadi motor utama penggerak indeks. Di antara kelompok saham unggulan, Nvidia dan Tesla menanggung koreksi lebih dari 1% bahkan sebelum perdagangan reguler dibuka. Penurunan kedua emiten ini membawa imbas signifikan, mengingat keduanya termasuk di antara “Magnificent Seven” yang kerap menjadi indikator sentimen investor global.

Volatilitas juga menyelimuti pasar komoditas, terutama logam mulia. Harga perak sempat menyentuh rekor tertinggi menembus level US$80 per ons. Namun, tak lama kemudian, harganya terkoreksi tajam dipicu fluktuasi pasar serta aktivitas spekulatif yang menggila. Di sisi lain, harga emas justru turun lebih dari 1% akibat aksi ambil untung dan sentiment negatif seiring melemahnya harga perak.

Tekanan Saham Teknologi Mewarnai Pergerakan Wall Street

Tidak hanya S&P 500, indeks Nasdaq 100 yang sarat dengan saham teknologi juga melemah 0,4% pada sesi yang sama. Penurunan ini terjadi kala para trader cenderung memangkas risiko menjelang akhir bulan, sehingga mendorong aksi jual pada saham-saham yang sebelumnya konsisten mencetak reli. Di bursa Eropa, Indeks Stoxx 600 bergerak stabil walaupun dibayangi ketidakpastian geopolitik terkait negosiasi damai Ukraina yang belum membuahkan hasil konkret.

Menurut data terbaru, berikut perubahan pada beberapa indeks utama:

  1. S&P 500: turun 0,2%
  2. Nasdaq 100: turun 0,4%
  3. Stoxx 600: relatif stabil

Pergerakan Harga Komoditas Logam Mulia

Pascareli signifikan, harga perak fluktuatif dan bahkan berbalik turun. Kenaikan tajam sebelumnya didorong oleh “permainan” spekulatif dan meningkatnya kekhawatiran pasar atas potensi kelangkaan pasokan. Namun, berbaliknya arah harga menunjukkan betapa sensitifnya pasar logam mulia terhadap pergerakan modal spekulatif dan pergeseran sentimen risiko. Sementara itu, harga emas pun terkoreksi lebih dari 1% di tengah situasi harga perak yang tidak stabil.

Sedangkan untuk logam industri, harga tembaga justru bergerak naik mendekati level US$13.000 per ton, didorong oleh ekspektasi kenaikan permintaan global dan potensi terbatasnya pasokan jangka menengah.

Faktor Risiko dan Sentimen Pasar Global

Menurut para analis dari Bloomberg, ending bulan ini menjadi periode penting bagi para trader untuk menyesuaikan portofolio mereka. Likuiditas perdagangan cenderung menipis, sehingga pergerakan harga bisa menjadi tidak stabil dan rentan terhadap sentimen pasar sesaat. Hal ini kian menambah tekanan bagi saham-saham teknologi, khususnya yang selama ini menjadi “barometer” pertumbuhan pasar modal Amerika.

Seiring laju jual-beli di pasar finansial makin dipengaruhi oleh isu geopolitik dan laporan keuangan perusahaan besar, volatilitas diprediksi masih akan tinggi dalam beberapa pekan ke depan. Harga komoditas logam seperti perak, emas, dan tembaga diperkirakan tetap fluktuatif dengan kecenderungan bergerak mengikuti arah sentimen pasar dan spekulasi pemain besar.

Ketidakpastian global serta aksi manajemen risiko dari investor memicu pasar untuk bergerak dinamis dalam waktu singkat. Data dan peristiwa terkini tersebut menjadi acuan penting bagi pelaku pasar dalam mengambil keputusan investasi ke depan, sembari mengamati pergerakan lanjutan sektor teknologi serta logam mulia sebagai sektor-sektor kunci penggerak pasar dunia.

Baca selengkapnya di: www.bloombergtechnoz.com

Berita Terkait

Back to top button