Advertisement

5 Mobil Era 80-an dengan Desain Paling Kurang Menarik yang Tak Ingin Kamu Kendarai Kini

Mobil-mobil dari era 1980-an punya desain yang sangat khas, tapi tidak semua terlihat menarik di masa kini. Beberapa model justru dianggap jelek dan tidak lagi ingin dikendarai oleh penggemar otomotif sekarang. Alasannya bisa karena estetika yang aneh atau pengalaman kepemilikan yang buruk setelah pembelian.

Dekade 1980 memang dikenal sebagai masa yang unik dalam dunia otomotif. Banyak mobil yang diproduksi pada masa itu menunjukkan tren desain eksperimental. Namun, tidak sedikit yang akhirnya dianggap sebagai kegagalan dari segi penampilan maupun fungsi. Berikut ini lima mobil dari tahun 1980-an yang termasuk paling buruk tampilannya dan sulit untuk dijadikan pilihan saat ini.

1. AMC Pacer (1975-1980)
AMC Pacer dikenal dengan julukan "fishbowl" karena kaca depan dan sampingnya yang sangat besar. Desain ini sebenarnya bertujuan untuk meningkatkan visibilitas pengemudi. Namun, menurut Motor Trend, pengemudi justru merasa seperti “ikan dalam mangkuk yang direbus” karena area kaca yang terlalu luas tersebut. Mobil ini awalnya dirancang menggunakan mesin rotary yang akhirnya dibatalkan karena masalah emisi dan efisiensi bahan bakar. AMC pun akhirnya menggunakan mesin inline-six dan kemudian V8. Meskipun penjualan awal cukup baik, minat pasar menurun drastis hingga di tahun terakhir produksi hanya sekitar 2.000 unit yang dibuat.

2. MGB Tahun 1980
MGB adalah mobil sport Inggris legendaris yang memulai debut pada 1962. Hingga awal 1974, MGB menggunakan bumper chrome yang memberi kesan elegan. Namun, aturan bumper 5 mph di Amerika Serikat mengharuskan pemasangan bumper karet hitam tebal mulai 1974. Perubahan ini membuat MGB kehilangan pesonanya dan terlihat jelek. Dampak lain termasuk peningkatan ketinggian suspensi yang mengurangi handling, serta penghilangan sway bar untuk menghemat biaya. Sebuah pengujian Car and Driver pada 1980 menilai MGB ini “berperilaku seperti pria berusia tujuh puluh tahun yang menjalani decathlon,” merujuk pada kenyamanan berkendara dan performanya.

3. Lincoln Versailles (1977-1980)
Lincoln Versailles adalah upaya Ford menyaingi kesuksesan Cadillac Seville di segmen mobil mewah kompak. Namun, daripada membuat bodi baru, Ford hanya memodifikasi Ford Granada dengan penambahan bagian depan dan bagasi baru. Bagian samping dan komponen lain sama persis dengan Granada. Harganya hampir empat kali lipat lebih mahal dari Granada asli, yaitu mulai dari $11.500. Walaupun menawarkan fitur seperti jok kulit, AC otomatis, dan cat clearcoat yang dipoles tangan, penjualan Versailles tidak pernah memenuhi target. Tahun terakhir produksinya hanya tersisa 4.784 unit, jauh di bawah angka penjualan Seville.

4. Dodge Rampage (1982-1984)
Dodge Rampage merupakan varian truk pikap berbasis hatchback Dodge Omni yang aneh dan dianggap "jelek" oleh beberapa kritikus. Desainnya dianggap membingungkan dan odd-looking. Memiliki mesin empat silinder dengan tenaga maksimum 96 hp, Rampage menawarkan beberapa pilihan transmisi dan mampu membawa beban hingga 1.145 pound (sekitar setengah ton). Meski memiliki aspek praktis, penjualannya terbatas hanya 37.401 unit selama tiga tahun produksi. Upaya facelift di tahun 1984 pun gagal meningkatkan popularitas model ini.

5. Ford EXP (1982-1988)
Ford EXP adalah produksi dua pintu pertama Ford sejak Thunderbird 1950-an, berbasiskan Ford Escort. Desainnya mendapat julukan “Ford’s Ugly Little Sin” karena bagian depan yang aneh, atau “schnoz” yang dianggap kurang menarik. Mobil ini bukan untuk performa, mengingat bobotnya yang lebih berat 200 pound dibanding Escort standar, dan mesin bertenaga 70 hp yang sama. Meski ada varian turbo pada 1984 yang mampu memproduksi 120 hp, penjualan EXP tetap kurang memuaskan. Akhirnya model ini pun dihentikan pada 1988 setelah mendapat beberapa modifikasi desain.

Mobil-mobil dari dekade 1980 ini menjadi contoh bagaimana tren desain dan strategi produksi bisa gagal di mata konsumen masa kini. Walau banyak mengalami kritik, beberapa model tetap memiliki nilai sejarah sebagai wujud evolusi otomotif di masa lalu. Namun, sebagai kendaraan sehari-hari saat ini, mereka lebih cocok menjadi koleksi atau proyek restorasi daripada pilihan utama berkendara.

Berita Terkait

Back to top button