Advertisement

Program AHASS di SMK MPM Honda Jatim Tingkatkan Kompetensi Siswa di Dunia Otomotif

Kolaborasi antara dunia industri dan pendidikan semakin terasa nyata melalui inisiatif PT Mitra Pinasthika Mulia (MPM Honda Jatim) dengan menghadirkan program AHASS Teaching Factory (TEFA) di sejumlah SMK binaan. Langkah ini menjadi jawaban atas kebutuhan akan sumber daya manusia unggul yang siap bersaing di industri otomotif, khususnya layanan purna jual sepeda motor Honda.

Program AHASS TEFA menghadirkan standar baru dalam pendidikan vokasi karena menggabungkan proses pembelajaran di kelas dengan pengalaman praktek langsung sesuai standar bengkel resmi. Melalui skema ini, siswa SMK tidak hanya mendalami materi teori otomotif, namun langsung terjun dalam aktivitas layanan purna jual yang relevan dengan dunia kerja saat ini.

Jaringan SMK Binaan dan Sertifikasi TEFA

MPM Honda Jatim telah membina empat Pos AHASS TEFA yang tersebar di beberapa daerah di Jawa Timur. Sekolah yang telah tergabung, antara lain:

  1. SMK Muhammadiyah Genteng Banyuwangi
  2. SMKN 1 Geger Madiun
  3. SMK Al Huda Kediri
  4. SMK Muhammadiyah 1 Kepanjen

Keempat sekolah tersebut telah tersertifikasi secara resmi oleh PT Astra Honda Motor sebagai Teaching Factory. Setiap sekolah juga ditetapkan sebagai Tempat Uji Kompetensi (TUK), memastikan seluruh proses operasional dan fasilitas mengikuti standar ketat industri Honda.

Fasilitas dan Standar Industri di AHASS TEFA

Seluruh sekolah mitra AHASS TEFA menerapkan fasilitas bengkel sesuai standar profesional. Fasilitas tersebut meliputi ruang tunggu pelanggan, minimal dua pit servis, serta alat pendukung lainnya. Fasilitas dan suasana kerja sengaja dibuat semirip mungkin dengan bengkel resmi Honda agar siswa terbiasa dengan kultur industri sejak dini.

Layanan Purna Jual dan Peran Siswa

Konsumen pengguna sepeda motor Honda dapat memanfaatkan berbagai layanan purna jual di AHASS TEFA, mulai dari servis rutin, penggantian oli, hingga penggantian suku cadang. Seluruh proses layanan dikerjakan langsung oleh siswa SMK yang sudah memenuhi kualifikasi, di bawah pengawasan mekanik profesional dari AHASS. Metode ini tidak hanya memastikan mutu layanan tetap terjaga, melainkan juga mendidik siswa melalui pengalaman nyata dalam melayani pelanggan dan memenuhi ekspektasi industri.

Peningkatan Kompetensi dan Penguatan Karakter Siswa

M. Bondan Priyoadi, Technical Service Division Head MPM Honda Jatim, menuturkan bahwa program AHASS TEFA merupakan bentuk komitmen nyata dalam membangun ekosistem vokasi yang adaptif terhadap kebutuhan lapangan kerja. Siswa dibiasakan menghadapi tantangan nyata, mulai dari membangun etos kerja, disiplin, hingga pemahaman mendalam tentang layanan pelanggan.

Pendekatan ini tidak sekadar menambah wawasan teknik bagi siswa, tetapi juga menanamkan karakter dan profesionalisme, dua aspek krusial yang sangat dibutuhkan di dunia kerja dan industri otomotif.

Dampak Positif untuk Dunia Pendidikan dan Industri

Berkembangnya AHASS TEFA di wilayah Jawa Timur diyakini dapat memperkuat peran pendidikan vokasi sebagai fondasi lahirnya lulusan berkualitas dan berdaya saing. Praktik nyata di lingkungan bengkel bersertifikasi membuat lulusan SMK semakin siap menghadapi dunia kerja atau bahkan membuka usaha sendiri di bidang otomotif.

Program AHASS TEFA membuktikan bahwa kolaborasi antara industri dan lembaga pendidikan adalah kunci dalam menciptakan SDM yang tidak hanya cerdas secara teori, tapi juga terampil, profesional, dan siap mendukung kemajuan industri otomotif di tingkat nasional. Dukungan MPM Honda Jatim terhadap pendidikan vokasi membuka peluang besar bagi pertumbuhan tenaga kerja terampil sekaligus memajukan pelayanan konsumen bagi pengguna sepeda motor Honda di daerah yang dijangkau.

Baca selengkapnya di: malangvoice.com

Berita Terkait

Back to top button