Yamaha Mio dan Honda BeAT merupakan dua skuter matic yang paling populer di Indonesia, khususnya bagi pengguna muda dan pekerja harian. Pertanyaan yang sering muncul adalah mana yang lebih baik untuk kebutuhan sehari-hari pada tahun 2025, mengingat kedua motor ini memang memiliki karakteristik serta keunggulan yang berbeda.
Yamaha Mio dikenal dengan desain yang sederhana namun elegan, menawarkan mesin 125 cc Blue Core dengan teknologi injeksi bahan bakar. Mesin ini memberikan tenaga responsif terutama di putaran bawah dan menengah, menjadikan akselerasi saat stop-and-go di kota terasa lancar dan nyaman. Konsumsi bahan bakar Mio juga cukup efisien, mampu mencapai sekitar 45 hingga 50 km per liter, yang sangat menguntungkan bagi pengguna aktif sehari-hari.
Sistem pengereman Yamaha Mio mengandalkan rem cakram di depan dan tromol di belakang, cukup stabil untuk penggunaan dalam kota. Harga baru Yamaha Mio di tahun 2025 berkisar antara Rp 19 juta sampai Rp 21 jutaan, sedangkan motor bekasnya biasanya dijual antara Rp 8 juta hingga Rp 14 juta tergantung kondisi dan tahun pembuatan. Selain itu, biaya servis Mio terbilang ringan berkat jaringan bengkel Yamaha yang luas di seluruh Indonesia.
Sebaliknya, Honda BeAT menawarkan mesin dengan kapasitas 110 hingga 125 cc yang memakai teknologi PGM-FI (Programmed Fuel Injection). Motor ini terkenal sangat irit bahan bakar, bahkan bisa mencapai 50 sampai 55 km per liter. Ukuran Honda BeAT yang kompak dan bodinya yang lebih sporty membuatnya mudah bermanuver di tengah kemacetan kota.
Untuk sistem pengereman, BeAT juga sudah menggunakan rem cakram depan dan tromol belakang, dengan beberapa varian yang telah dilengkapi fitur ABS sederhana. Pilihan varian Honda BeAT cukup beragam mulai dari BeAT CBS, BeAT Deluxe, hingga BeAT Street. Harga baru Honda BeAT di 2025 berada di kisaran Rp 18 juta sampai Rp 21 jutaan, sementara harga bekasnya bisa ditemukan mulai dari Rp 7 juta hingga Rp 13 jutaan.
Dalam hal kenyamanan, Yamaha Mio sering dianggap lebih stabil saat membawa beban ringan atau penumpang berkat desain handle yang ergonomis. Sedangkan Honda BeAT lebih unggul ketika harus melewati kemacetan karena ukurannya yang lebih ringkas dan bobot yang ringan. Panel instrumen Yamaha Mio modern dengan tampilan digital, sedangkan Honda BeAT menggunakan kombinasi speedometer analog dengan indikator digital yang tetap fungsional.
Berikut perbandingan singkat antara Yamaha Mio dan Honda BeAT untuk 2025:
- Kapasitas Mesin: Yamaha Mio 125 cc Blue Core, Honda BeAT 110-125 cc PGM-FI
- Konsumsi BBM: Mio 45-50 km/liter, BeAT 50-55 km/liter
- Sistem Pengereman: Rem cakram depan dan tromol belakang pada keduanya, BeAT beberapa varian dengan ABS
- Harga Baru: Mio Rp 19-21 juta, BeAT Rp 18-21 juta
- Harga Bekas: Mio Rp 8-14 juta, BeAT Rp 7-13 juta
- Desain: Mio sederhana dan elegan, BeAT sporty dan kompak
- Kenyamanan Berkendara: Mio lebih stabil untuk beban ringan, BeAT lebih gesit dalam kemacetan
Pilihan antara Yamaha Mio dan Honda BeAT sangat tergantung pada kebutuhan dan preferensi Anda. Jika mengutamakan tenaga responsif dan kenyamanan stabil untuk perjalanan harian, Mio menjadi pilihan tepat. Namun, jika menginginkan efisiensi bahan bakar lebih tinggi serta motor yang gesit dan desain sporty, BeAT patut dipertimbangkan.
Jaringan layanan servis yang mudah dijangkau dari kedua merek ini juga menjadi nilai plus untuk pemeliharaan dan biaya perawatan yang terjangkau. Anda bisa memilih motor matic yang paling sesuai berdasarkan fitur dan harga yang tersedia di pasar saat ini.
Dengan informasi di atas, konsumen bisa menentukan pilihan motor matic yang pas antara Yamaha Mio dan Honda BeAT untuk aktivitas harian di tahun 2025. Perbandingan harga, spesifikasi, dan kebutuhan berkendara menjadi kunci dalam penentuan motor yang cocok untuk Anda.
Baca selengkapnya di: www.suara.com




