Advertisement

5 Cara Berkendara Lebih Aman Saat Musim Hujan di Periode Mudik Nataru

Periode Natal dan Tahun Baru (Nataru) menjadi waktu yang paling dinanti untuk berkumpul bersama keluarga. Namun, kondisi cuaca yang cenderung hujan deras selama musim ini menimbulkan tantangan besar bagi pengendara yang melakukan perjalanan mudik.

Untuk memastikan perjalanan tetap aman dan nyaman, pengemudi harus memperhatikan sejumlah aspek penting saat berkendara di bawah hujan. Berikut ini adalah lima tips berkendara yang dapat membantu Anda mengurangi risiko kecelakaan dan meningkatkan keselamatan selama mudik Nataru.

1. Periksa kesiapan kendaraan secara menyeluruh
Sebelum memulai perjalanan, pastikan kendaraan dalam kondisi prima dengan mengecek komponen vital. Perhatikan kondisi ban terutama tapak dan tekanan anginnya agar daya cengkeram tetap maksimal di jalan basah.

Selain itu, pastikan wiper berfungsi optimal tanpa meninggalkan bekas agar visibilitas tetap jelas saat hujan turun deras. Lampu-lampu kendaraan juga harus dicek agar siap membantu pencahayaan dan membuat kendaraan mudah terlihat oleh pengguna jalan lain.

2. Kurangi kecepatan dan jaga jarak aman dengan kendaraan lain
Permukaan jalan basah sangat licin karena kombinasi air, debu, dan minyak. Ini memperkecil daya cengkeram ban sehingga pengemudi harus mengatur kecepatan lebih rendah dari biasanya.

Jarak aman antar kendaraan juga wajib diperbesar, dari tiga detik pada kondisi normal menjadi empat hingga lima detik. Jarak ekstra ini memberikan ruang lebih untuk pengereman yang efektif jika diperlukan.

3. Hindari penggunaan lampu hazard saat hujan
Meskipun banyak pengendara merasa harus menyalakan lampu hazard agar lebih terlihat, kebiasaan ini sebenarnya berbahaya. Lampu hazard dapat menimbulkan kebingungan bagi pengemudi lain karena tidak memberikan sinyal yang jelas tentang arah laju kendaraan.

Pemakaian lampu utama dengan sorot rendah (low beam) atau lampu kabut jauh lebih efektif dan aman digunakan saat hujan. Lampu hazard sebaiknya digunakan hanya dalam kondisi berhenti darurat.

4. Waspadai bahaya aquaplaning dan cara menghadapinya
Aquaplaning terjadi ketika ban kehilangan kontak dengan jalan akibat lapisan air yang tebal, sehingga kendaraan sulit dikendalikan dan berpotensi tergelincir.

Pengemudi harus menghindari melaju terlalu cepat melewati genangan air. Jika mengalami aquaplaning, tetap tenang, koreksi setir agar lurus, dan lepaskan pedal gas perlahan tanpa menginjak rem secara tiba-tiba supaya traksi ban dapat kembali.

5. Jangan paksakan diri, segera menepi jika kondisi sangat buruk
Keselamatan harus menjadi prioritas nomor satu. Bila hujan sangat deras menyebabkan jarak pandang kurang dari 10 meter atau angin kencang mengganggu kestabilan kendaraan, sebaiknya berhenti di rest area terdekat.

Jangan menepi di bahu jalan kecuali dalam keadaan darurat karena risiko tertabrak sangat tinggi saat visibilitas menurun. Gunakan waktu berhenti untuk beristirahat dan menunggu cuaca membaik sebelum melanjutkan perjalanan.

Menerapkan langkah-langkah di atas tentu bisa membantu pengendara mengurangi risiko kecelakaan selama mudik Nataru, khususnya ketika hujan melanda. Ingat bahwa menempuh perjalanan dengan aman dan nyaman lebih penting daripada mencapai tujuan dengan cepat. Selalu utamakan kewaspadaan dan kelengkapan kendaraan supaya mudik berjalan lancar meski dalam kondisi cuaca yang menantang.

Baca selengkapnya di: www.beritasatu.com

Berita Terkait

Back to top button