Advertisement

Transformasi Menakjubkan: Dari Nissan Leaf Rusak ke Kebangkitan Mercury Comet Klasik 1962

Konversi mobil listrik sering dipandang sebagai proyek mewah untuk kolektor atau penggemar dengan dana besar. Namun, sebuah proyek DIY mengubah pandangan tersebut dengan menghidupkan kembali sebuah Mercury Comet tahun 1962 yang semula terabaikan menjadi kendaraan listrik harian yang fungsional.

Mercury Comet yang berbentuk station wagon ini diubah dengan menggunakan komponen dari Nissan Leaf bekas yang mengalami kecelakaan. Total biaya konversi berhasil ditekan di bawah $6.000, yang menunjukkan bahwa elektrifikasi mobil klasik tidak harus mahal jika memanfaatkan sumber daya bekas dan teknik kreatif.

Pemilihan Nissan Leaf Sebagai Donor

Nissan Leaf keluaran 2014 yang menjadi donor memiliki kerusakan akibat kecelakaan, tetapi sistem tegangan tinggi utama masih utuh. Komponen penting seperti motor listrik, inverter, charger, dan baterai berkapasitas 24 kWh dipindahkan dengan harga sekitar $3.000.

Agar komponen Leaf dapat berfungsi di luar rangka aslinya, dipasang pula kontroler Resolve EV seharga $900. Perangkat ini menghubungkan sistem manajemen baterai Leaf dengan elektronik daya, menjamin komunikasi yang lancar dan kinerja yang stabil.

Penyesuaian dan Modifikasi Mekanis

Pemasangan motor penggerak depan Leaf di bagian belakang Mercury Comet memerlukan fabrikasi khusus. Motor kini menggerakkan as belakang De Dion yang dimodifikasi, dilengkapi per daun yang lebih kuat, serta poros Cv yang dipendekkan sesuai tata letak baru.

Di bagian depan, baterai Leaf yang terdiri dari 48 modul ditempatkan dalam dudukan khusus. Penempatan strategis ini menjaga keseimbangan berat kendaraan dan aksesibilitas servis yang mudah. Hanya beberapa modul baterai yang diganti, menjaga biaya tetap efisien tanpa mengorbankan performa.

Pengalaman Uji dan Penyempurnaan

Selama tahap percobaan, proyek menghadapi beberapa kendala teknis seperti pemasangan kabel yang salah dan charger bermasalah. Masalah-masalah ini berhasil diselesaikan dengan pengerjaan ulang instalasi listrik dan penggantian komponen yang rusak.

Detail penyelesaian juga mencakup penempatan port pengisian daya yang tersembunyi di balik tutup bahan bakar asli. Unit kontrol diletakkan rapi di dalam glovebox agar tidak mengganggu tampilan mobil klasik yang tetap mempertahankan keasliannya.

Spesifikasi dan Kemampuan Mobil

Hasil akhir dari konversi ini adalah sebuah Mercury Comet listrik yang tampak asli, namun memiliki jantung elektronik modern. Perkiraan jarak tempuhnya sekitar 78 mil, cukup untuk penggunaan dalam kota dengan emisi nol.

Proyek ini membuktikan bahwa mobil klasik dapat dihidupkan kembali dengan teknologi masa kini tanpa perlu biaya tinggi. Pendekatan konversi menggunakan Nissan Leaf bekas membuka peluang baru untuk elektrifikasi kendaraan vintage yang ramah lingkungan dan terjangkau.

Melalui pengalaman ini, semakin terlihat bahwa pemanfaatan komponen bekas EV massal dapat menjadi jalan efektif untuk memperpanjang umur serta fungsi mobil klasik sekaligus mendukung tujuan keberlanjutan. Proyek Mercury Comet ini menjadi contoh nyata yang menggabungkan estetika retro dan teknologi listrik modern secara harmonis.

Berita Terkait

Back to top button