Advertisement

Ini Penyebab Penarikan Puluhan Unit Mercedes-Benz EQB, Harus Cek Sekarang!

Mercedes-Benz baru saja menarik 169 unit EQB di Amerika Serikat karena ditemukan potensi korsleting yang dapat menyebabkan kebakaran. Masalah ini muncul saat baterai diisi daya hingga lebih dari 80 persen, terutama jika pengisian berlangsung lama.

Potensi panas berlebih pada baterai membuat panel instrumen memberi peringatan, dan risiko tersebut dapat terjadi saat mobil sedang melaju atau bahkan dalam kondisi parkir. Insiden ini melibatkan unit-model dari tahun 2022 sampai 2023.

Detail Recall dan Model yang Terkena
Mercedes-Benz menarik 169 unit EQB dengan rincian sebagai berikut:

  1. EQB 300 4MATIC sebanyak 100 unit
  2. EQB 350 4MATIC sebanyak 48 unit
  3. EQB 250 sebanyak 21 unit

Model yang dipengaruhi ini memiliki risiko thermal pada baterai akibat sambungan yang kurang kuat. Solusi yang sementara diberikan adalah menyarankan pemilik agar tidak mengisi baterai hingga melebihi 80 persen sampai perbaikan dilakukan.

Faktor Penyebab dan Cara Penanganan
Meski awalnya dugaan mengarah pada baterai, analisis Mercedes-Benz menunjukkan masalahnya lebih kepada perangkat lunak (software) yang mengatur baterai. Pemilik mobil cukup melakukan pembaruan software di pusat layanan resmi.

Dengan langkah ini, risiko overheating dan korsleting dapat diminimalisasi tanpa harus mengganti komponen baterai. Mercedes-Benz memastikan pembaruan akan memperkuat manajemen termal baterai agar lebih aman digunakan.

Rekam Jejak Recall Mobil Listrik Mercedes-Benz
Recall ini bukan kebijakan pertama bagi Mercedes-Benz pada kendaraan listriknya. Awal tahun lalu, pabrikan Jerman juga menarik sekitar 7 ribu unit SUV listrik karena masalah serupa. Kebijakan pencegahan juga serupa, yaitu pembatasan pengisian daya baterai tidak lebih dari 80 persen hingga pembaruan software dilakukan.

Dampak dan Situasi di Indonesia
Khusus Indonesia, recall ini tidak berlaku karena Mercedes-Benz EQB yang dijual di sini masih dalam jumlah terbatas dan didatangkan dari Jerman. Sejauh ini, hanya beberapa varian EQ yang resmi hadir di pasar Indonesia, dan belum ada indikasi masalah yang sama.

Pengalaman ini menjadi pelajaran penting bagi produsen mobil listrik tentang pentingnya pengelolaan sistem baterai dan software untuk memastikan keamanan pelanggan. Penggunaan energi yang efisien dan manajemen suhu baterai harus menjadi prioritas utama agar risiko kebakaran dapat dihindari.

Baca selengkapnya di: ridertua.com

Berita Terkait

Back to top button