
Penjualan Tesla di mayoritas negara Eropa mengalami kemerosotan tajam selama tahun lalu. Faktor persaingan yang makin sengit dari produsen lokal dan Cina serta produk Tesla yang dianggap mulai ketinggalan zaman menjadi penyebab utama penurunan tersebut.
Beberapa pasar utama Tesla di benua ini mencatat angka registrasi kendaraan yang turun signifikan. Di Prancis, misalnya, penjualan Tesla di bulan Desember turun hingga 66%. Secara total, sepanjang tahun, penurunan di negara tersebut mencapai 37%. Situasi serupa juga tampak di Swedia, di mana penjualan turun drastis 71% pada Desember dan hingga 70% sepanjang tahun.
Di Spanyol, Tesla menghadapi penurunan 44% pada Desember dan koreksi tahunan sebesar 4%. Portugal pun tercatat mengalami penurunan 13% di akhir tahun, dengan penurunan tahunan 22%. Kondisi ini menyebabkan pangsa pasar Tesla di Eropa, termasuk Inggris dan negara-negara EFTA, turun dari 2,4% menjadi hanya 1,7% pada periode yang sama.
Ironisnya, penurunan Tesla ini terjadi meskipun penjualan kendaraan listrik baterai (BEV) di Eropa naik signifikan, meraih 18,8% pangsa pasar otomotif total. Ini menunjukkan Tesla kehilangan pangsa pasar dari produsen lain yang lebih agresif dan inovatif.
Norwegia: Keberhasilan Tesla yang Mencolok
Berbeda dari tren di benua, Norwegia menjadi pengecualian yang luar biasa. Negara Skandinavia ini melaporkan lonjakan registrasi Tesla sebesar 89% pada bulan Desember lalu dengan total penjualan mencapai 5.679 unit. Sepanjang tahun, Tesla berhasil menguasai lebih dari 19% pangsa pasar otomotif di Norwegia.
Keberhasilan Tesla di Norwegia tidak lepas dari kebijakan pemerintah yang progresif dalam mendukung kendaraan listrik. Hampir seluruh mobil baru yang terjual di Norwegia kini adalah kendaraan listrik. Pemerintah Norwegia memberikan berbagai insentif mulai dari pembebasan pajak hingga kemudahan akses fasilitas umum untuk mobil listrik, sehingga mempercepat adopsi teknologi ramah lingkungan di negara tersebut.
Faktor Penyebab Penurunan Tesla di Eropa
- Persaingan dari produsen mobil listrik lokal Eropa dan merek Tiongkok yang menawarkan harga kompetitif.
- Portofolio Tesla yang mulai menua, dengan model-model lama yang kurang menarik minat konsumen baru.
- Isu reputasi terkait kebijakan dan pernyataan CEO Tesla, Elon Musk, yang memicu reaksi negatif dari sebagian konsumen.
- Kesulitan dalam jaringan distribusi dan layanan purna jual di beberapa negara Eropa.
Potensi Pasar dan Strategi Tesla ke Depan
Meskipun kondisi di sebagian besar wilayah Eropa sedang lesu, Tesla dapat memanfaatkan momentum positif di pasar Norwegia sebagai basis pengembangan lebih lanjut. Meluncurkan model baru yang lebih inovatif dan beragam mungkin menjadi kunci untuk merebut kembali pangsa pasar.
Selain itu, meningkatkan kerja sama dengan pemerintah dan memperbaiki citra publik perlu menjadi prioritas. Menyesuaikan strategi pemasaran lokal dan menghadirkan pengalaman layanan yang memuaskan juga menjadi langkah penting agar Tesla tetap relevan di pasar Eropa.
Dengan tren global yang kian mendukung kendaraan listrik, tantangan bagi Tesla di Eropa tidak mustahil untuk diatasi. Keberhasilan di Norwegia membuktikan potensi pasar yang masih besar jika didukung kebijakan dan produk yang tepat. Tesla harus terus berinovasi dan beradaptasi agar mampu mempertahankan posisinya di tengah persaingan ketat industri otomotif listrik.
Baca selengkapnya di: ototekno.harianjogja.com




