Advertisement

Kisah Sukses BYD: Cara Perusahaan Ini Menguasai Pasar Mobil Listrik Global

BYD kini resmi menggantikan Tesla sebagai penguasa pasar mobil listrik dunia. Perusahaan asal China ini berhasil menjual 2,26 juta unit kendaraan listrik dalam kurun waktu tahun kalender, meningkat hampir 28% dari periode sebelumnya.

Keberhasilan BYD ini mencerminkan lonjakan pesat dari produsen yang dulu diremehkan oleh CEO Tesla, Elon Musk. Pada 2011, Musk bahkan tertawa saat menyebut nama BYD dan menyatakan bahwa produk mereka belum istimewa.

Sementara itu, Tesla mengalami penurunan pengiriman kendaraan selama dua tahun berturut-turut. Pada kuartal terakhir tahun ini, Tesla mengirimkan 1,64 juta kendaraan, turun sekitar 8% dari tahun sebelumnya. Penurunan ini juga terlihat pada pengiriman kuartal IV yang menyusut 16% dibandingkan kuartal yang sama pada tahun lalu.

Pengiriman Tesla didominasi oleh Model 3 dan Model Y, yang menyumbang hampir 97% total pengiriman. Sementara itu, Model S, Model X, dan Cybertruck hanya mencapai 11.642 unit. Meskipun Cybertruck mendapat lebih dari satu juta reservasi, model ini belum menjadi produk terlaris Tesla.

Di pasar Eropa, pangsa pasar Tesla semakin menyusut. Data dari Asosiasi Produsen Mobil Eropa (ACEA) memperlihatkan penurunan registrasi Tesla sebesar 39% dalam sebelas bulan pertama tahun ini. Sebaliknya, registrasi BYD di kawasan itu meningkat drastis hingga 240%. Mobil listrik berbasis baterai kini menguasai sekitar 16% dari total penjualan mobil baru di Eropa.

Saham Tesla sebenarnya tetap kuat di paruh kedua tahun ini. Di kuartal III, saham Tesla melonjak 40% dan meraih rekor penutupan tertinggi di level US$ 489,88 pada pertengahan Desember. Namun, tren penjualan mereka memang menunjukkan tantangan serius.

Penyebab penurunan penjualan Tesla termasuk semakin ketatnya persaingan dari produsen China seperti BYD yang menawarkan produk kompetitif. Selain itu, kebijakan penghapusan insentif kendaraan listrik federal di Amerika Serikat sejak akhir September turut menggeser sebagian penjualan Tesla ke kuartal III.

Tahun ini juga menjadi masa penuh dinamika bagi Tesla dan CEO Elon Musk. Musk terlibat dalam berbagai inisiatif kontroversial dan pernyataan politik yang memicu perdebatan, khususnya dukungannya terhadap kelompok sayap kanan ekstrem di Jerman. Selain itu, pengurangan tenaga kerja juga menjadi bagaimana Tesla menyesuaikan strategi bisnisnya di tengah tekanan pasar.

BYD tidak hanya unggul di pasar domestik China, tetapi juga semakin agresif menembus pasar global. Kesuksesan mereka menyalip Tesla menandai babak baru dalam persaingan mobil listrik dunia. Perusahaan ini membuktikan bahwa produsen China mampu mendominasi industri kendaraan listrik dengan produk dan strategi pasar yang tepat.

Secara garis besar, berikut poin penting dalam pergeseran “tahta” mobil listrik dunia ini:
1. BYD mencatat kenaikan penjualan kendaraan listrik hampir 28%, mencapai 2,26 juta unit.
2. Tesla alami penurunan pengiriman kendaraan dua tahun beruntun, tersisa 1,64 juta unit.
3. Penurunan registrasi Tesla sebesar 39% di Eropa, sedangkan BYD naik 240%.
4. Penghapusan insentif kendaraan listrik di AS memengaruhi penjualan Tesla.
5. Kontroversi Elon Musk dan perubahan strategi operasional Tesla turut jadi faktor pendukung.

Keberhasilan BYD menggantikan Tesla menunjukkan perubahan landscape industri mobil listrik dunia. Kompetisi semakin ketat dengan kehadiran produsen China yang semakin dominan dan inovatif. Tren ini menjanjikan perkembangan menarik dalam ekosistem kendaraan listrik global ke depan.

Baca selengkapnya di: www.cnbcindonesia.com

Berita Terkait

Back to top button