Advertisement

BYD Jadi Produsen Mobil Listrik Terlaris Dunia, Tesla Alami Penurunan Penjualan

Tesla, yang selama bertahun-tahun menjadi pemimpin pasar mobil listrik (EV) global, kini kehilangan posisi teratasnya. Pada tahun 2025, produsen mobil asal China, BYD, berhasil mengungguli Tesla sebagai pembuat mobil listrik terlaris di dunia. BYD mencatat penjualan lebih dari 2,25 juta unit kendaraan listrik, naik hampir 28% dari tahun sebelumnya.

Sementara itu, Tesla hanya membukukan pengiriman sekitar 1,64 juta mobil pada tahun yang sama, angka yang lebih rendah dari BYD secara signifikan. Perbedaan ini menandai perubahan besar di industri otomotif global, di mana BYD menguasai pasar EV tanpa memasukkan kendaraan plug-in hybrid (PHEV) ke dalam hitungan—sebuah pencapaian yang sebelumnya belum pernah dicapai oleh perusahaan tersebut.

Penurunan Penjualan Tesla di Eropa
Tesla menghadapi tantangan serius di pasar Eropa. Data menunjukkan penurunan registrasi Tesla di sejumlah negara penting, termasuk Prancis yang mengalami penurunan 66% hanya dalam satu bulan, dan 37% sepanjang tahun. Swedia juga mencatat penurunan 71% pada bulan Desember, yang menyebabkan penurunan tahunan 70%. Penjualan Tesla juga menurun di Portugal dan Spanyol, masing-masing sebesar 22% dan 4% selama tahun tersebut.

Faktor-faktor yang mempengaruhi penurunan ini meliputi meningkatnya persaingan, produk Tesla yang dinilai mulai menua, serta kontroversi politik yang melibatkan CEO Tesla. Penurunan penjualan tersebut telah berdampak pada kinerja pengiriman Tesla secara global, terutama pada kuartal terakhir tahun itu yang turun sekitar 15 persen.

Norwegia Melawan Tren dengan Peningkatan Penjualan Tesla
Kontras dengan pasar Eropa lainnya, Norwegia menjadi pengecualian yang menonjol bagi Tesla. Di negara ini, hampir seluruh mobil baru yang terdaftar adalah kendaraan listrik. Lebih dari 95,9% mobil yang terdaftar di Norwegia selama 2025 adalah EV, dengan angka mencapai hampir 98% pada bulan Desember.

Peningkatan ini didukung oleh insentif pemerintah yang kuat serta komitmen Norwegia untuk mengurangi penggunaan bahan bakar fosil. Meskipun sebagai salah satu produsen minyak besar, Norwegia kini menjadi pelopor dalam transisi ke kendaraan ramah lingkungan, termasuk langkah signifikan untuk memajukan penetrasi EV di pasar domestik.

BYD: Perubahan Kekuatan dalam Industri EV Dunia
Keberhasilan BYD dapat dipandang sebagai cerminan dari efisiensi produksi, strategi pemasaran, dan penetrasi pasar yang agresif di China dan negara lain. Perusahaan ini tidak hanya mengandalkan kendaraan listrik murni, tetapi juga terus mengembangkan teknologi baterai dan kendaraan plug-in hybrid untuk memperluas pilihan bagi konsumen.

BYD semakin menarik perhatian global dengan kecepatan manufaktur dan inovasi produk yang sejalan dengan permintaan pasar akan kendaraan ramah lingkungan. Keberhasilan BYD menandakan pergeseran kekuatan dalam industri otomotif, terutama dalam persaingan antara produsen mobil Amerika dan China.

Dampak dan Prospek Pasar EV Global
Perubahan peringkat produsen mobil listrik terbesar dunia adalah sinyal penting terkait dinamika pasar EV global. Kompetisi semakin ketat dengan kemunculan pemain baru dan tekanan pada pabrikan lama untuk terus berinovasi. Tesla tetap menghadapi berbagai tantangan, mulai dari persaingan global hingga kontroversi internal dan eksternal yang mempengaruhi citra perusahaan.

Sementara itu, negara-negara dengan regulasi ketat dan insentif kuat seperti Norwegia menunjukkan bagaimana dukungan pemerintah dapat mempercepat adopsi kendaraan listrik. Di sisi lain, pasar Eropa lainnya masih harus beradaptasi dengan perubahan preferensi konsumen dan persaingan yang memanas.

Situasi ini menjadi indikasi bagi seluruh pelaku industri otomotif untuk terus memperhatikan tren pasar dan kebijakan lingkungan agar tetap relevan dan kompetitif di masa depan. BYD telah membuktikan bahwa kualitas dan strategi bisnis yang tepat bisa menggeser dominasi yang sudah lama bertahan. Tesla dihadapkan pada tugas berat untuk mengembalikan momentumnya dan mempertahankan posisi mereka di pasar global kendaraan listrik.

Berita Terkait

Back to top button