Mobil listrik terus mengukuhkan dominasinya di pasar otomotif Norwegia dengan pangsa mencapai hampir 96 persen dari total penjualan mobil baru. Data resmi menunjukkan bahwa selama periode tersebut, kendaraan listrik berbasis baterai menyumbang 95,9 persen dari seluruh pendaftaran mobil baru.
Sebaliknya, mobil berbahan bakar bensin, diesel, dan hibrida hanya mengambil porsi kecil, yakni sekitar 4,1 persen saja. Tren ini menegaskan posisi Norwegia sebagai pelopor transisi ke transportasi rendah emisi di dunia.
Dominasi Tesla dan Volkswagen
Tesla bertahan sebagai merek mobil listrik terlaris dengan pangsa pasar 19,1 persen, diikuti Volkswagen yang menguasai 13,3 persen pasar otomotif Norwegia. Kedua merek ini menjadi pemain utama dalam mendorong popularitas kendaraan listrik di negara tersebut.
Selain Tesla dan Volkswagen, merek lain yang cukup signifikan yaitu Volvo (7,8%), Toyota (5,8%), BMW (5,6%), dan Skoda (5,2%). Pesaing lain seperti Audi, Ford, dan Mercedes-Benz juga turut mengambil bagian namun dengan pangsa lebih kecil.
Kebijakan Pemerintah memacu Peralihan Energi
Pemerintah Norwegia telah mengurangi insentif kendaraan listrik secara bertahap, namun mereka juga menaikkan biaya kepemilikan untuk mobil bensin dan diesel. Kepala Asosiasi Kendaraan Listrik Norwegia, Christina Bu, menjelaskan bahwa strategi ini bertujuan untuk menjaga daya saing mobil listrik sekaligus mempercepat pergeseran ke transportasi yang ramah lingkungan.
Langkah pemerintah tersebut berupa peningkatan pajak dan biaya lainnya telah efektif menekan penjualan kendaraan bermesin pembakaran internal, khususnya diesel dan bensin, yang hanya menyumbang masing-masing sekitar 1 persen dan 0,3 persen.
Perbedaan Tren di Ranah Global
Keberhasilan Norwegia sangat kontras dengan kondisi di negara-negara Eropa lain, di mana permintaan mobil listrik justru mulai melambat. Fenomena ini menyebabkan Uni Eropa menunda implementasi pelarangan kendaraan berbahan bakar fosil pada 2035.
Di tengah tantangan tersebut, Norwegia tetap menjaga momentum dengan merilis kebijakan baru sejak tahun lalu, termasuk pengenaan pajak pertambahan nilai hingga sekitar Rp 83,5 juta untuk setiap mobil listrik per Januari mendatang. Kebijakan ini memicu lonjakan pembelian mobil listrik menjelang akhir tahun, karena konsumen berusaha menyelesaikan transaksi sebelum aturan berlaku.
Data Penjualan dan Dampak Sosial Ekonomi
Sepanjang tahun, tercatat total 179.550 unit mobil penumpang baru terdaftar di Norwegia. Dominasi kendaraan listrik dalam penjualan ini tidak hanya mengubah pasar otomotif tetapi juga berimplikasi pada pengurangan emisi karbon dan upaya hijau nasional.
Pergeseran ini juga mendorong industri otomotif lokal dan global untuk terus berinovasi dalam teknologi baterai dan infrastruktur pengisian ulang agar memenuhi permintaan pasar yang semakin tinggi.
Penerapan pajak baru untuk mobil listrik menjadi pengingat bahwa transisi energi tidak hanya soal adopsi teknologi, tetapi juga tentang penyesuaian kebijakan fiskal yang seimbang agar tetap mendorong pertumbuhan sekaligus menjaga keberlanjutan lingkungan.
Baca selengkapnya di: www.beritasatu.com