Sejumlah produsen mobil China menunjukkan kinerja luar biasa dengan melampaui target penjualan pada tahun 2025. Data terbaru mengungkapkan bahwa Geely, Leapmotor, Xpeng, dan Xiaomi Auto berhasil mencapai dan bahkan melampaui sasaran yang telah mereka tetapkan di awal tahun.
Geely Automobile mencatatkan penjualan sebanyak 3,024 juta unit sepanjang 2025. Capaian ini melewati target akhir tahun sebesar 3 juta unit dan jauh di atas target awal 2,71 juta unit, menghasilkan pencapaian sebesar 111,6% dari sasaran. Keberhasilan ini menegaskan posisi Geely sebagai salah satu pemain utama dalam industri otomotif domestik China.
Performa Gemilang Merek Baru dan Pendatang Baru
Leapmotor yang merupakan salah satu pemain penting dalam segmen mobil listrik, berhasil menjual 596.555 unit atau 119,31% dari target 500.000 unit. Angka ini menunjukkan pertumbuhan yang kuat dan pasar yang semakin menerima produk mobil listrik dalam negeri.
Xpeng Motors juga menunjukkan performa mengesankan dengan penjualan 429.445 unit, melewati target 350.000 unit dan mencapai 122,69% dari sasaran. Keberhasilan ini mengukuhkan posisi Xpeng sebagai salah satu produsen mobil listrik terkemuka di China.
Sementara itu, Xiaomi Auto yang baru memulai produksi penuh pada tahun ini berhasil menjual lebih dari 400.000 unit. Capaian tersebut melampaui target awal sebesar 350.000 unit. Xiaomi Auto termasuk pendatang baru dengan performa terbaik di pasar otomotif, menandakan upaya agresif mereka dalam penetrasi pasar kendaraan listrik global.
Produsen Besar dengan Tantangan Target
Di sisi lain, beberapa produsen besar menghadapi kendala dalam mencapai target ambisius mereka pada 2025. BYD, produsen kendaraan listrik terbesar di China, hanya menjual 4,602 juta unit atau 83,68% dari target 5,5 juta unit. Meski demikian, BYD tetap mempertahankan posisi sebagai merek dengan volume penjualan tertinggi di pasar domestik pada tahun ini.
Chery mencatat penjualan sebanyak 2,631 juta unit, yang setara dengan 80,72% dari target 3,26 juta unit. Sedangkan Great Wall Motor mencatat penjualan paling rendah yaitu hanya 1,323 juta unit, jauh di bawah target 4 juta unit dengan pencapaian hanya 33,09%.
Beberapa merek lainnya juga belum mencapai target sales, seperti Li Auto yang meraih 406.343 unit (63,49% dari target 640.000), Nio dengan 326.028 unit (74,10%), dan HIMA yang berhasil menjual 589.107 unit atau 58,91% dari target 1 juta unit.
Dampak dan Proyeksi Pasar Otomotif China
Keberhasilan merk-merk China ini mencerminkan pertumbuhan pesat pasar kendaraan listrik domestik dan persaingan yang semakin ketat. Penetrasi produk kendaraan listrik semakin kuat didukung oleh inovasi teknologi dan kebijakan pemerintah yang mendorong penggunaan kendaraan ramah lingkungan.
Berikut rangkuman capaian penjualan utama produsen mobil China pada 2025:
| Merek | Penjualan 2025 | Target 2025 | Persentase Pencapaian |
|---|---|---|---|
| Geely | 3,024 juta | 3 juta | 111,6% |
| Leapmotor | 596.555 unit | 500.000 unit | 119,31% |
| Xpeng Motors | 429.445 unit | 350.000 unit | 122,69% |
| Xiaomi Auto | 400.000+ unit | 350.000 unit | >114% |
| BYD | 4,602 juta | 5,5 juta | 83,68% |
| Chery | 2,631 juta | 3,26 juta | 80,72% |
| Great Wall | 1,323 juta | 4 juta | 33,09% |
| Li Auto | 406.343 unit | 640.000 unit | 63,49% |
| Nio | 326.028 unit | 440.000 unit | 74,10% |
| HIMA | 589.107 unit | 1 juta | 58,91% |
Ke depan, produsen seperti Xiaomi dan Leapmotor diperkirakan akan terus memperbesar pangsa pasar dengan strategi ekspansi global dan peningkatan kapasitas produksi. Sementara itu, produsen besar seperti BYD perlu menyesuaikan target dan strategi agar mampu mempertahankan posisi dominan di tengah persaingan ketat.
Pasar kendaraan listrik China terus menunjukkan dinamika tinggi yang mendorong perkembangan teknologi dan inovasi produk. Hal ini terlihat dari pencapaian berbagai merek yang selain fokus pada pasar domestik, juga mulai agresif menggarap pasar global, seperti langkah Xiaomi memasuki Jepang dan negara lainnya.
Dengan perkembangan ini, industri otomotif China semakin dinamis dan menjadi salah satu pusat utama inovasi kendaraan listrik dunia. Meskipun ada produsen yang belum mencapai target, tren pertumbuhan dan ekspansi global diprediksi akan semakin memperkuat posisi produsen China di masa mendatang.
Baca selengkapnya di: www.beritasatu.com




