Advertisement

BMW Turunkan Harga Lebih dari 30 Model Mobil untuk Tarik Minat Pembeli secara Agresif

BMW melakukan penyesuaian harga secara agresif untuk lebih dari 30 model mobilnya di pasar China. Penurunan harga ini bertujuan agar BMW tetap kompetitif di tengah persaingan ketat dari merek kendaraan listrik lokal yang semakin menguat.

Penyesuaian harga ini bukan sekadar perubahan kecil, melainkan pemangkasan besar-besaran yang mencapai ratusan ribu RMB pada beberapa model unggulan. Dengan langkah ini, BMW berharap dapat menjangkau konsumen yang lebih luas dan mempertahankan pangsa pasar mewahnya.

Strategi "Di China, Untuk China"

BMW meluncurkan kampanye "Di China, Untuk China" sebagai respons langsung terhadap tekanan pasar. Penurunan harga lebih dari 10% berlaku untuk berbagai tipe mobil, mulai dari sedan mewah hingga SUV kelas menengah. Ini menunjukkan strategi agresif BMW dalam mempertahankan relevansi produknya di pasar otomotif terbesar dunia.

Beberapa model seperti sedan listrik i7 M70L mengalami penurunan harga signifikan sebesar 301.000 RMB. Harga mobil ini turun dari 1,899 juta RMB menjadi 1,598 juta RMB, menawarkan peluang milik kendaraan listrik premium dengan harga lebih terjangkau.

Fokus pada Segmen Kendaraan Listrik

Sektor kendaraan listrik menjadi yang paling terdampak dalam penyesuaian harga ini. SUV listrik iX1 eDrive25L mendapatkan potongan harga hingga 24%, kini dibanderol mulai 228.000 RMB. Ini menjadikan produk BMW lebih kompetitif dibandingkan dengan merek domestik seperti BYD dan NIO yang menguasai pasar kendaraan listrik di China.

Selain itu, BMW juga menurunkan harga sedan Seri 7 versi 735Li dan 740Li Advanced sekitar 12%. Langkah ini membuat kepemilikan mobil mewah menjadi lebih terjangkau bagi kalangan bisnis dan kelas menengah yang ingin naik kelas.

Ekspansi Model Harga Terjangkau

Sebelumnya, BMW hanya memiliki tiga model harga di bawah 300.000 RMB. Sekarang jumlahnya meningkat menjadi sepuluh model, mencerminkan upaya perusahaan dalam memperluas basis konsumen. Model 225L M Sport menjadi contoh utama, dengan harga awal 208.000 RMB yang mulai mendekati segmen SUV mainstream lokal.

BMW memilih mengorbankan margin keuntungan untuk menempatkan produk mereka di segmen yang lebih kompetitif. Strategi ini akan memperkuat posisi merek Jerman dalam menghadapi ekspansi agresif rival-rival domestik.

Dampak Pasar dan Respons Industri

Penyesuaian harga BMW merupakan refleksi perubahan cepat pasar otomotif China. Di tengah revolusi kendaraan listrik, merek internasional tidak bisa hanya mengandalkan reputasi lama sebagai daya tarik utama. Banyak produsen mewah lain seperti Mercedes-Benz dan Audi memilih untuk menjaga penjualan dengan cara menjual di bawah harga daftar tanpa pengumuman publik besar-besaran.

BMW justru tampil transparan dengan menurunkan harga MSRP secara signifikan. Keputusan ini diperkirakan akan memicu perubahan harga secara luas di pasar mobil mewah China.

Mengingat tren perkembangan teknologi dan efisiensi produksi dari pabrikan dalam negeri semakin maju, perubahan strategi harga menjadi penting untuk bertahan. BMW telah memilih untuk beradaptasi secara agresif daripada mempertahankan pendekatan konservatif.

Penyesuaian ini membuka babak baru persaingan di pasar otomotif China, terutama dalam persaingan kendaraan listrik dan mobil mewah. Perkembangan berikutnya sangat layak untuk terus diikuti oleh pelaku industri dan konsumen.

Baca selengkapnya di: www.vietnam.vn

Berita Terkait

Back to top button