Advertisement

China Jadi Salah Satu 5 Raksasa Otomotif Terbesar Dunia, Saingi Pemain Global Lainnya

Perubahan signifikan terjadi dalam peta kekuatan industri otomotif dunia pada akhir 2025. Berdasarkan data kapitalisasi pasar terbaru, China berhasil menempatkan dua perusahaannya masuk dalam lima besar produsen mobil paling bernilai di dunia.

Tesla masih mendominasi posisi puncak sebagai raksasa otomotif dengan nilai kapitalisasi pasar mencapai sekitar 1.495 miliar dolar AS pada 2025. Posisi kedua ditempati Toyota dengan nilai sekitar 279 miliar dolar AS, menegaskan pengaruh besar perusahaan asal Jepang ini meski tidak sepenuhnya fokus pada kendaraan listrik.

Yang menarik adalah posisi ketiga dan keempat yang kini diisi dua brand asal China, Xiaomi dan BYD. Xiaomi unggul tipis dari BYD dalam hal nilai pasar, menunjukkan keseriusan perusahaan ini dalam industri mobil listrik. Lei Jun, pendiri Xiaomi, menyatakan target pengiriman mobil listrik mencapai 550 ribu unit pada tahun 2026.

BYD yang memproduksi kendaraan energi baru mencatat prestasi signifikan dengan total penjualan hingga 4,6 juta unit sepanjang tahun 2025. Penjualan mobil listrik murni BYD bahkan mengungguli Tesla, menegaskan posisi kuat perusahaan ini di pasar kendaraan listrik global.

Rincian 5 Besar Produsen Mobil dengan Kapitalisasi Pasar Tertinggi 2025:

  1. Tesla — 1.495 miliar dolar AS
  2. Toyota — 279 miliar dolar AS
  3. Xiaomi — nilai pasar mengungguli BYD dengan selisih tipis
  4. BYD — total penjualan 4,6 juta unit kendaraan energi baru
  5. Perusahaan lain dari China yang masuk peringkat lima besar (berdasarkan data spesifik)

Selain itu, secara keseluruhan terdapat 19 produsen mobil dari China yang masuk dalam daftar 50 perusahaan otomotif teratas dunia. Meskipun jumlah ini sedikit menurun dibanding tahun sebelumnya, pengaruh industri otomotif China tetap signifikan dalam skala global.

Pergeseran posisi juga terlihat dalam peringkat sepuluh besar produsen mobil. General Motors, Mercedes-Benz, dan BMW berhasil naik peringkat dibandingkan tahun sebelumnya. Sementara Porsche keluar dari daftar, dan Ferrari menurun peringkat akibat penurunan nilai pasar. Volkswagen Group memperlihatkan perbaikan posisi yang cukup menonjol, dan Maruti Suzuki dari India menjadi satu-satunya perwakilan Asia Selatan yang masuk sepuluh besar.

Kondisi ini mencerminkan dinamika persaingan yang ketat di sektor otomotif dunia yang kini lebih dipengaruhi oleh tren kendaraan listrik dan transisi teknologi. Perusahaan China seperti Xiaomi dan BYD menunjukkan bahwa mereka tidak hanya fokus pada manufaktur tradisional, tetapi agresif mengembangkan teknologi mobil listrik.

Target ambisius Xiaomi dan capaian BYD juga menunjukkan kepercayaan yang kuat dari pasar terhadap kemampuan dan inovasi perusahaan otomotif asal China. Ini menjadi gambaran bagaimana China terus memperkuat posisinya di industri global ini.

Transformasi besar dalam industri otomotif dalam beberapa tahun terakhir mengindikasikan bahwa masa depan mobilitas semakin diarahkan oleh inovasi ramah lingkungan dan teknologi tinggi. China berhasil menjawab tantangan ini dengan masuk ke jajaran raksasa otomotif dunia yang menguasai nilai pasar tertinggi.

Dengan jejak pertumbuhan yang berkelanjutan, perusahaan otomotif China diprediksi akan semakin memperluas pengaruhnya, membentuk lanskap industri otomotif global dengan dominasi baru di era kendaraan listrik dan teknologi otonom.

Berita Terkait

Back to top button