Ketika memasuki periode transisi antar tahun model, dealer mobil biasanya menawarkan diskon atau insentif guna mengosongkan stok lama. Namun, menurut studi terbaru dari iSeeCars, ada 22 model mobil baru 2025 yang mengalami status “leftover” alias stok menumpuk, tujuh di antaranya dibanderol di bawah $50.000. Kondisi ini membuka peluang bagi pembeli untuk mendapatkan mobil baru dengan harga yang lebih menarik.
Chris Pyle, pakar otomotif dari JustAnswer, menyebutkan ada dua penyebab utama stok sisa. Pertama, pabrikan memproduksi lebih banyak unit dari yang diminati pasar. Kedua, dealer memesan dalam jumlah besar di wilayah yang kurang diminati oleh pembeli.
1. Hyundai Elantra Hybrid
Hyundai Elantra Hybrid memiliki persentase stok 2025 mencapai 73%. Model ini menghadapi persaingan ketat di segmen hybrid. Melanie Musson dari AutoInsurance.org menyebutkan, Hyundai memproduksi dalam jumlah besar namun permintaan gagal mengimbangi. Chris Pyle menambahkan bahwa mobil ini tidak terlalu menarik secara desain dan ruang interiornya terasa sempit. Namun, efisiensi bahan bakar dan garansi yang kuat bisa menjadi nilai tambah bagi pembeli.
2. Volkswagen Taos
Persentase stok Volkswagen Taos mencapai 80,6%. Meskipun model 2025 relatif andal, rekam jejak model sebelumnya bermasalah sehingga membuat pembeli ragu. Pyle menilai tenaganya kurang memadai dan biaya perawatan cukup tinggi karena minimnya bengkel independen yang menerima perbaikan Volkswagen. Harga yang ditawarkan termasuk kompetitif untuk SUV kecil, tetapi konsumen tetap berhati-hati.
3. Kia Niro
Kia Niro juga mengalami kelebihan stok 80,8%. Tidak ada pembaruan signifikan pada model 2025 yang membuat minat konsumen menurun. Desain yang dinilai kurang menarik dan kabin yang sempit dianggap kurang memuaskan. Meski menawarkan garansi panjang, beberapa ahli menilai harga Niro terlalu tinggi dibandingkan ukuran dan fitur yang didapat.
4. Ford Maverick (Gas dan Hybrid)
Ford Maverick memiliki stok sisa sebesar 78,9%. Penjualan tahun ini terganggu akibat recall pada model sebelum April yang membuat pembeli batal mengambil unitnya. Recall ini memengaruhi kepercayaan konsumen sehingga banyak stok tetap menumpuk. Maverick memiliki kapasitas towing dan hauling yang rendah dibanding harga, namun cocok untuk kebutuhan ringan seperti pengangkutan furnitur.
5. Subaru BRZ
Subaru BRZ menyisakan stok sebesar 87,1%, tertinggi di antara daftar ini. Pasar mobil sport yang sedang lesu turut memengaruhi penjualan. Dengan hilangnya varian trim dasar, harga awal menjadi lebih mahal dan membuat pembeli mencari opsi lain. Perawatan juga menjadi kendala karena jumlah bengkel yang bisa menangani terbatas. Namun, bagi yang mencari sensasi berkendara, BRZ tetap menarik.
6. Subaru Outback
Persentase stok Outback mencapai 66,1%. Model 2025 merupakan versi terakhir dari desain lama sehingga banyak pembeli menunggu versi terbaru yang akan rilis. Outback lebih diarahkan untuk pengguna yang menyukai aktivitas outdoor seperti berkemah, namun tren tersebut belakangan ini mulai menurun. Mobil ini memiliki kemampuan off-road yang cukup baik meski bentuknya lebih mirip wagon.
7. Toyota GR Corolla
Toyota GR Corolla menyisakan 83,2% stok yang belum terjual. Produksi yang melebihi permintaan menjadi penyebab utamanya. Pyle menyebutkan model ini kurang diminati karena desainnya yang dianggap kurang menarik, ruang bagasi terbatas dan harga relatif mahal. Satu-satunya nilai tambah adalah reputasi Toyota yang terkenal tangguh dan awet.
Kondisi tumpukan stok mobil baru 2025 ini menunjukkan adanya peluang bagi konsumen untuk membeli kendaraan dengan harga yang lebih nego. Walau beberapa model memiliki kekurangan, seperti desain atau fitur, beberapa menawarkan nilai ekonomis dan garansi yang menggiurkan. Memahami karakteristik dan alasan kelebihan stok dapat membantu pembeli membuat keputusan yang lebih tepat dan strategis.
