
Toyota menunjukkan kesiapan bertarung di pasar mobil listrik China dengan meluncurkan sedan listrik terbaru yang dihargai sekitar Rp 200 jutaan. Mobil ini dipasarkan melalui kolaborasi dengan FAW, salah satu produsen otomotif terbesar di China, sebagai bagian strategi Toyota menghadapi agresivitas merek lokal.
Sedan bernama bZ3 Smart Home Edition ini merupakan penyegaran dari model bZ3 yang telah dijual sejak tahun sebelumnya. Varian terbaru ini dibekali teknologi bantuan berkendara canggih Momenta 5.0 yang mengintegrasikan sensor lidar, radar, dan kamera untuk pengalaman mengemudi lebih aman dan mudah.
Harga mobil ini dibagi ke dalam dua varian, yakni tipe Joy seharga 109.800 yuan dan tipe Pro seharga 129.800 yuan. Jarak tempuhnya cukup kompetitif, mencapai 517 km untuk varian Joy dan 616 km untuk varian Pro berdasarkan standar CLTC, menandai efisiensi baterai yang tinggi di kelasnya.
Toyota mengusung baterai Blade dari BYD yang menggunakan teknologi lithium iron phosphate. Tipe baterai ini dikenal aman dan tahan lama, menjadi bukti Toyota mengandalkan kekuatan rantai pasok lokal China agar lebih kompetitif di pasar.
Desain eksterior bZ3 Smart Home Edition mempertahankan konsep “hammerhead shark”, lengkap dengan lampu depan menyatu dan lampu belakang horizontal baru. Dimensinya yang panjang 4.725 mm dan jarak sumbu roda 2.880 mm menempatkan mobil ini di segmen sedan menengah.
Teknologi Momenta 5.0 menghadirkan 32 sensor, termasuk sensor lidar yang sebelumnya lebih sering ditemui pada mobil listrik merek China. Sistem ini mampu mendukung navigasi otomatis di jalan tol maupun perkotaan serta fitur parkir jarak jauh.
Pada sektor performa, varian Joy ditenagai motor listrik 135 kW dengan penggerak roda depan. Sementara varian Pro menggunakan motor lebih kuat, yakni 180 kW, memberikan opsi yang lebih bertenaga bagi konsumen.
Pengisian baterai dilakukan dengan metode pengisian cepat arus searah. Dalam waktu sekitar 27 menit, baterai dapat terisi dari kapasitas 30% hingga 80%, sehingga mengurangi waktu tunggu pengguna.
Interior mobil mendapatkan pembaruan dengan layar sentral horizontal berukuran 15,6 inci dan kluster instrumen digital yang minimalis. Sistem perintah suara berbasis AI juga melengkapi kenyamanan berkendara.
Peluncuran ini memperlihatkan niat Toyota untuk tidak hanya ikut terlibat, tetapi juga bersaing sengit dengan merek mobil listrik asal China. Strategi harga kompetitif, inovasi teknologi, dan sinergi dengan pemasok lokal menegaskan Toyota ingin menguasai pasar EV terjangkau di China.
Baca selengkapnya di: www.cnbcindonesia.com




