Pabrikan Mobil Ini Salip Penjualan EV Tesla, Tapi Belum Bisa Dibeli di California

Pabrikan otomotif asal Tiongkok, BYD, kini resmi melampaui Tesla sebagai produsen mobil listrik dengan penjualan terbanyak di dunia. Kondisi ini menimbulkan pertanyaan besar, terutama bagi konsumen Amerika, kenapa mobil listrik BYD tidak dapat ditemukan di California atau pasar Amerika Serikat secara umum.

BYD mencatatkan penjualan global sebanyak 2,26 juta unit mobil listrik sepanjang tahun, meningkat 26% dari tahun sebelumnya. Sementara Tesla justru mengalami penurunan penjualan hingga dua tahun berturut-turut, hanya menjual 1,64 juta kendaraan atau turun 8,6% dari tahun lalu.

Faktor Pembatas di Pasar Amerika

Regulasi perdagangan menjadi alasan utama mengapa BYD belum tersedia di California maupun seluruh Amerika. Pemerintah Amerika Serikat menetapkan tarif impor sebesar 100% untuk mobil listrik asal Tiongkok. Kebijakan ini didesain sebagai proteksi industri otomotif nasional dan merupakan respons terhadap persaingan yang dianggap tidak seimbang akibat subsidi besar-besaran dari pemerintah Tiongkok kepada BYD.

Selain tarif tinggi, konsumen AS juga kehilangan insentif federal yang sebelumnya mendorong pembelian kendaraan listrik. Administrasi Trump memutuskan untuk mengakhiri program kredit pajak federal senilai 7.500 dolar. Kebijakan ini memperparah penurunan minat masyarakat AS terhadap mobil listrik, menyusul adanya sentimen negatif publik terhadap Tesla serta aksi boikot akibat kontroversi CEO Elon Musk.

Dominasi BYD di Dunia, Bukan AS

Berbeda dengan pasar Amerika, BYD memperoleh keuntungan besar di negara asalnya berkat dukungan penuh dari pemerintah berupa subsidi miliaran dolar serta insentif pajak untuk konsumen. Praktik subsidi ini berhasil menekan harga jual dan membuat BYD sangat kompetitif di pasar otomotif global.

Di sisi lain, Tesla kehilangan daya saing setelah insentif di Amerika dihentikan. Pada kuartal terakhir, pengiriman Tesla turun 16% menjadi 418.227 unit. Penurunan terjadi ditengah boikot dan protes publik akibat masalah citra Elon Musk, yang sebelumnya mendukung kebijakan pemerintah konservatif.

Perubahan Tren di California

Pasar kendaraan listrik di California masih dikuasai oleh Tesla. Namun, data terbaru menunjukkan adanya penurunan 17% penjualan Tesla, sementara merek mobil listrik lain mengalami kenaikan penjualan 10% secara agregat. Penurunan penjualan Tesla paling besar terjadi di wilayah berpenduduk padat dan liberal seperti Los Angeles, Santa Clara, San Diego, dan San Francisco.

Di beberapa wilayah konservatif seperti Central Valley, Tesla justru mengalami sedikit kenaikan penjualan. Namun, angka tersebut tidak cukup untuk mengimbangi tren penurunan secara nasional.

Dampak Kebijakan dan Dinamika Pasar

Laporan dari Cox Automotive menyebutkan bahwa penjualan kendaraan listrik baru di Amerika Serikat anjlok 41,2% pada bulan November dibanding tahun sebelumnya. Penurunan ini tak hanya dialami Tesla, tapi juga merek lain seperti Rivian dan Ford. Analis juga memperkirakan tantangan penjualan kendaraan listrik akan berlanjut tahun ini, karena belum ada tanda-tanda insentif atau perubahan kebijakan yang signifikan.

Sementara itu, BYD tetap agresif memperluas pasar global dengan strategi harga terjangkau dan dukungan pemerintah yang aktif. Keberhasilan BYD mencerminkan bagaimana kebijakan industri dalam negeri dan dukungan pemerintah sangat menentukan daya saing sebuah produsen otomotif di pasar dunia.

Perbandingan Kinerja Penjualan Mobil Listrik Dunia

Merek Jumlah Penjualan Persentase Perubahan
BYD 2.260.000 unit +26%
Tesla 1.640.000 unit -8,6%

Strategi BYD yang terintegrasi dengan kebijakan nasional membuktikan efektivitas pendekatan negara terhadap pertumbuhan industri ramah lingkungan. Namun, selama proteksi perdagangan dan penarikan insentif kendaraan listrik masih berlaku di Amerika, konsumen di California maupun negara bagian lainnya tetap belum bisa menikmati produk BYD secara resmi.

Produsen mobil Tiongkok ini pun kemungkinan akan terus mendominasi pasar global, sementara konsumen Amerika harus menghadapi pilihan kendaraan listrik yang semakin terbatas dan mahal.

Berita Terkait

Back to top button