Perbandingan Mesin Diesel 6.4 Vs 6.7 Power Stroke: Mana yang Lebih Unggul?

Ford Power Stroke adalah mesin diesel andalan yang telah melalui evolusi signifikan, khususnya di seri 6.4 dan 6.7 liter. Banyak pengguna Ford F-Series Super Duty ingin mengetahui perbandingan teknis, performa, hingga keandalan kedua mesin diesel ini sebelum memutuskan pilihan. Artikel ini mengulas perbedaan keduanya berdasarkan data resmi dan ulasan industri otomotif terpercaya.

Data Teknis dan Performa Mesin

Mesin 6.4 liter Power Stroke merupakan pengembangan dari generasi sebelumnya dengan tenaga standar sebesar 350 horsepower dan torsi 650 lb-ft. Angka ini sudah meningkat dibanding mesin 6.0 liter, namun tidak bertahan lama dalam jajaran mesin Ford karena kemunculan 6.7 liter Power Stroke yang menawarkan peningkatan signifikan. Pada peluncuran awal, mesin 6.7 menghasilkan tenaga hingga 390 hp dan torsi 735 lb-ft. Tak lama kemudian, Ford merilis pembaruan perangkat lunak yang meningkatkan mesin 6.7 menjadi 400 hp dan torsi 800 lb-ft untuk menandingi kompetitornya dari General Motors.

Evolusi dan Inovasi Teknologi

Power Stroke 6.4 dikembangkan bersama Navistar International, yang dikenal sebagai pemasok utama mesin diesel Ford hingga munculnya konflik produksi dan permasalahan garansi. Mesin 6.4 memang memperkenalkan sistem common-rail bertekanan tinggi dan turbocharged, namun mengalami sejumlah masalah keandalan. Akibatnya, produksi mesin diesel Ford beralih sepenuhnya di bawah kendali Ford melalui pengembangan 6.7 liter Power Stroke secara independen.

Mesin 6.7 liter merupakan Power Stroke pertama yang dirancang dan diproduksi tanpa melibatkan Navistar. Ford membekali mesin ini dengan blok mesin baru, kepala silinder terbaru, dan piston-cooling jets yang meningkatkan daya tahan sekaligus performa mesin.

Perbandingan Spesifikasi Utama

Berikut adalah tabel perbandingan data kunci kedua mesin:

Variabel 6.4L Power Stroke 6.7L Power Stroke (awal) 6.7L Power Stroke (terbaru)
Tenaga Maksimal 350 hp 390-400 hp hingga 500 hp
Torsi Maksimal 650 lb-ft 735-800 lb-ft hingga 1.200 lb-ft
Sistem Injeksi Common-rail Common-rail Common-rail
Produksi Navistar Ford (in-house) Ford (in-house)
Model Digunakan Super Duty 2008-2010 Super Duty mulai 2011 F-Series Super Duty terbaru

Sejarah Produksi dan Masalah Keandalan

Power Stroke 6.4 dipakai pada Ford Super Duty model produksi 2008 sampai 2010. Mesin ini diketahui cukup bertenaga namun kerap dikeluhkan terkait masalah teknis, seperti kebocoran dan usia pakai komponen yang tidak maksimal. Kasus garansi dan masalah servis menyebabkan hubungan Ford-Navistar semakin memburuk. Setelah era 6.4 berakhir, Ford meluncurkan 6.7 Power Stroke dengan desain dan teknologi baru yang fokus pada efisiensi serta daya tahan jangka panjang.

Versi terbaru dari mesin 6.7 Power Stroke kini menjadi satu-satunya mesin diesel yang tersedia untuk truk Ford F-Series Super Duty. Performa versi “High Output” terkini bahkan mencapai 500 horsepower dan torsi 1.200 lb-ft, menunjukkan lonjakan besar dibanding generasi sebelumnya dan juga kompetitornya di segmen truk berat.

Keunggulan dan Relevansi di Industri Truk Diesel

Power Stroke 6.7 membawa sejumlah pembaruan yang menjadikannya pilihan utama di segmen kendaraan tugas berat. Mesin ini menawarkan efisiensi bahan bakar lebih baik, performa superior, serta tingkat ketahanan tinggi. Ford juga merancang 6.7 Power Stroke untuk lebih mudah dirawat, sekaligus memenuhi regulasi emisi terbaru.

Melihat perjalanan evolusi kedua mesin ini, Power Stroke 6.7 menjadi representasi transformasi Ford dalam menghadapi tantangan teknologi dan ekspektasi pengguna di dunia truk diesel. Setiap inovasi pada generasi 6.7 Power Stroke tercatat sebagai langkah penting untuk mempertahankan dominasi Ford di pasar kendaraan tugas berat. Pemilihan antara 6.4 atau 6.7 liter Power Stroke kini menjadi pertimbangan antara keotentikan sejarah dengan keunggulan teknologi masa kini.

Exit mobile version