9 Penyebab Mesin Mobil Bergetar & Cara Mengatasinya Agar Tetap Halus

Mesin kendaraan memang diharapkan beroperasi dengan mulus, namun getaran tetap merupakan hal yang wajar terjadi saat mobil dijalankan. Getaran ini sering kali berasal dari perbedaan konfigurasi perangkat internal mesin, serta gerakan piston dan poros penggerak. Namun, ketika getaran terasa berlebihan atau tidak normal, hal itu bisa menandakan adanya masalah pada komponen mesin.

Mengetahui penyebab getaran mesin sangat penting agar pemilik kendaraan bisa mengambil tindakan cepat sebelum kerusakan merambah ke sistem lain yang lebih fatal. Berikut sembilan penyebab utama getaran mesin mobil serta solusi yang dapat diterapkan.

1. Misfire pada Silinder
Misfire terjadi saat satu atau beberapa silinder tidak menjalankan siklus pengapian seperti normal. Gejala yang muncul antara lain mesin terasa pincang, tarikan berkurang, dan konsumsi bahan bakar meningkat. Masalah ini sering diakibatkan campuran bahan bakar dan udara yang tidak ideal, serta kerusakan pada busi atau koil pengapian. Menggunakan alat pemindai kode error (scanner OBD) dapat membantu identifikasi masalah lebih cepat sehingga penggantian komponen bisa dilakukan secara tepat.

2. Kebocoran Sistem Vakum
Rasio udara dan bahan bakar dalam mesin sudah dirancang sangat presisi, dengan angka ideal pada kisaran 14,7:1. Jika terjadi kebocoran pada sistem vakum, udara masuk tanpa terukur dan menyebabkan mesin berjalan tidak stabil. Kebocoran dapat ditemukan pada selang vakum, intake manifold, atau throttle body. Tes sederhana seperti menyemprotkan air di area mencurigakan dapat membantu menemukan lokasi bocor dari suara isapan udara yang muncul.

3. Masalah pada Injektor Bahan Bakar
Injektor berfungsi menyemprotkan bahan bakar presisi ke dalam ruang bakar tiap silinder. Injektor yang tersumbat, biasanya karena bahan bakar kotor, bisa menyebabkan mesin bergetar, terutama saat idle atau rpm rendah. Penggunaan cairan pembersih injektor menjadi langkah awal yang tepat, namun pada kasus parah, perbaikan oleh teknisi profesional diperlukan.

4. Kerusakan Dudukan Mesin (Engine Mount)
Engine mount yang rusak atau aus tidak lagi mampu meredam getaran mesin, sehingga getaran diteruskan hingga ke kabin. Tanda umum kerusakan dudukan mesin ialah timbulnya getaran saat akselerasi dan perpindahan gigi. Pemeriksaan visual dapat dilakukan, dan bila ditemukan keretakan pada karet atau pelat monting yang aus, penggantian komponen sebaiknya segera dilakukan.

5. Tumpukan Kotoran pada Throttle Body
Throttle body berfungsi mengontrol jumlah udara masuk ke mesin. Kondisi throttle body yang kotor atau idle control valve yang rusak dapat menyebabkan gejala getaran mesin, terutama saat idle. Pembersihan throttle body serta pengecekan idle control valve direkomendasikan jika gejala ini muncul.

6. Masalah pada Timing Belt atau Timing Chain
Belt atau rantai waktu mengatur sinkronisasi buka-tutup katup dan busi. Jika komponen ini aus, tegangannya tidak pas, atau terjadi selip, getaran dan suara berisik bisa muncul. Sementara timing chain relatif awet, timing belt adalah komponen aus yang butuh penggantian rutin sesuai rekomendasi produsen. Mengabaikan gejala ini bisa berujung kerusakan mesin total.

7. Kegagalan Harmonic Balancer
Harmonic balancer terpasang pada poros engkol untuk menyerap getaran mekanis berlebih. Bila komponen ini rusak, getaran terasa signifikan disertai suara tidak biasa. Penggantian harmonic balancer memerlukan alat khusus dan keahlian teknisi, sehingga disarankan dilakukan di bengkel terpercaya.

8. Kerusakan Drive Belt, Pulley, dan Tensioner
Drive belt, idler pulley, serta tensioner bertugas menunjang aksesori di mesin seperti AC dan alternator. Komponen yang sudah longgar atau aus dapat mengeluarkan suara dan menyebabkan getaran, bahkan kerusakan pada aksesori lainnya. Pengecekan rutin serta penggantian drive belt atau tensioner menjadi langkah pencegahan krusial.

9. Indikator Peringatan Mesin Menyala
Jika lampu check engine menyala, terutama jika berkedip, segera hentikan kendaraan. Ini merupakan tanda masalah serius yang bisa meliputi sistem pengapian, bahan bakar, hingga potensi kerusakan mesin parah. Ignorasi pada tanda ini dapat menyebabkan kerusakan lebih luas.

Mendeteksi dan menangani getaran mesin sejak dini sangat penting, terutama untuk menjaga kenyamanan dan keamanan berkendara. Jika getaran tidak hilang setelah tindakan preventif dilakukan, segera lakukan pemeriksaan ke bengkel resmi agar penyebab getaran dapat ditangani secara akurat. Pengetahuan tentang penyebab getaran mesin dan tindakan yang tepat dapat mencegah kerugian finansial akibat kerusakan yang lebih besar di kemudian hari.

Berita Terkait

Back to top button