Kerusakan pada pelek mobil sering kali terjadi karena kebiasaan kecil yang dianggap sepele. Banyak pengendara mengira kerusakan hanya terjadi saat melewati jalan berlubang besar atau ban benar-benar kempis. Faktanya, ada sejumlah kesalahan ringan saat merawat dan mengemudi yang bisa menyebabkan kerugian besar pada roda maupun pelek.
Lima kesalahan kecil berikut ini dapat berujung biaya perbaikan mahal, risiko keselamatan, atau memperpendek usia roda kendaraan. Data dari AAA menyebutkan, rata-rata biaya perbaikan kerusakan akibat lubang di jalan mencapai sekitar $406 untuk tiap insiden. Bahkan, kerusakan ekstrem dapat membuat pemilik kendaraan menanggung biaya puluhan ribu dolar. Berikut penjelasan lengkapnya:
1. Mengabaikan Lubang Jalan, Polisi Tidur, dan Rintangan di Jalan
Hantaman keras pada lubang jalan, speed bump, atau rintangan aspal bisa melengkungkan, retak, atau bahkan membuat pelek pecah. Kerusakan ini sering tidak langsung terlihat, namun bisa berkembang menjadi masalah besar jika dibiarkan.
Menurut laporan AAA, tabrakan dengan lubang jalan juga dapat menyebabkan salah satu roda keluar dari jalur (misalignment). Kondisi ini mempercepat keausan ban, meningkatkan risiko kecelakaan, dan biaya servis tambahan. Mengemudi perlahan saat melewati jalan rusak dan menghindari lubang sangat disarankan untuk menjaga kondisi roda.
2. Tidak Menjaga Tekanan Angin Ban
Ban yang kurang angin sering diabaikan hingga lampu peringatan (TPMS) menyala. Namun, indikator ini biasanya baru aktif jika tekanan ban turun setidaknya 25% dari nilai standar. Tidak semua penurunan tekanan terlihat secara kasat mata.
Menurut data otomotif, ban yang kurang angin gagal melindungi pelek dari benturan keras, sehingga pelek lebih mudah rusak. Selain itu, ban dengan tekanan rendah cepat panas dan lebih rentan aus, membuatnya sulit melindungi roda dari berbagai bahaya jalan. Disarankan untuk memeriksa tekanan angin menggunakan pengukur tekanan, bukan sekadar melihat fisik ban.
3. Melupakan Rotasi Ban dan Pengecekan Keseimbangan Roda
Rotasi ban dan pengecekan keseimbangan (alignment) adalah bagian vital dari pemeliharaan kendaraan, namun sering diabaikan. Jalan tidak selalu rata dan benturan kecil secara bertahap dapat menyebabkan roda tidak sejajar.
Alignment yang tidak tepat menyebabkan gaya dan getaran abnormal pada roda. Jika dibiarkan, getaran tersebut bisa melonggarkan komponen roda dan mengakibatkan kerusakan dini pelek maupun ban. Direkomendasikan untuk melakukan pengecekan alignment setiap 6.000 mil dan rotasi ban setiap 5.000–8.000 mil guna mencegah keausan tidak merata.
4. Mengencangkan Mur Roda Secara Berlebihan
Mengencangkan mur roda (lug nut) terlalu kuat justru memicu risiko pelek retak, ulir mur rusak, atau bahkan baut patah. Kerusakan ini dapat menimbulkan risiko fatal saat mobil berbelok atau melakukan pengereman mendadak.
Agar aman, gunakan kunci torsi (torque wrench) yang dikalibrasi dengan benar sesuai spesifikasi pabrikan. Tindakan sederhana ini mampu mencegah biaya perbaikan akibat mur aus atau patah. Pastikan juga memeriksa kekencangan mur setelah pemasangan ban dalam 50–100 mil pertama.
5. Menggores Pelek pada Trotoar (Curb Rash)
Kebiasaan menggeser pelek ke trotoar saat parkir merupakan salah satu penyebab utama kerusakan pelek. "Curb rash" bukan hanya membuat tampilan kendaraan menjadi kurang menarik, tapi juga menjadi jalan masuk bagi debu, air, dan garam yang bisa menyebabkan karat.
Kerusakan yang tampak sepele ini dalam jangka panjang bisa melemahkan struktur pelek dan bahkan merusak dinding samping ban. Jika terjadi berulang, risiko ban pecah semakin besar. Teknologi kaca spion yang bisa diarahkan ke bawah saat parkir akan membantu mencegah pelek bersentuhan dengan trotoar.
Tabel Kesalahan dan Dampaknya:
| Kesalahan Umum | Dampak Langsung | Potensi Kerugian |
|---|---|---|
| Mengabaikan lubang jalan | Pelek bengkok, ban sobek, misalignment | Perbaikan mahal, bahaya kecelakaan |
| Tekanan ban rendah | Proteksi pelek berkurang, ban cepat aus | Pelek rusak, ban meletus |
| Tidak rotasi/alignment | Keausan tidak merata, getaran | Kerusakan susunan roda, roda longgar |
| Mur roda terlalu kencang | Pelek retak, ulir aus, baut patah | Pelek harus diganti, biaya ekstra |
| Curb rash (gores trotoar) | Karat, struktur pelek melemah | Pelek pecah, ban rusak |
Menjaga pelek tetap awet sebenarnya bisa dilakukan setiap pengendara asal telaten menjalankan pengecekan berkala dan menerapkan teknik mengemudi yang tepat. Perawatan ringan seperti rutin membersihkan pelek dari kotoran, garam, dan debu rem juga membantu mencegah korosi. Disarankan untuk segera memeriksa tanda-tanda kerusakan atau retakan pada roda sebelum berakibat fatal di perjalanan.
